ACEH TENGGARA — Warga di Kecamatan Bambel mendesak Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatra I untuk tidak menutup mata terhadap bencana banjir yang kerap melanda wilayah Aceh Tenggara. Tingginya curah hujan dan durasi hujan deras yang lama menyebabkan sejumlah tanggul jebol—salah satunya tanggul Lawe Bulan—sehingga air meluap ke pemukiman warga hingga menutupi badan Jalan Nasional Kutacane–Sumatera Utara (Sumut).
Berdasarkan pantauan wartawan di lokasi, luapan air dampak dari jebolnya tanggul melanda beberapa wilayah, termasuk Desa Bambel Gabungan. Genangan air di badan jalan nasional membuat kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas, sehingga para pengguna jalan terpaksa mencari jalur alternatif.
Tuntutan Penanganan Jangka Panjang
Salah seorang warga Kecamatan Bambel, Mutardi, mengungkapkan bahwa banjir merupakan bencana tahunan yang terus berulang di wilayah mereka. Namun hingga kini, belum ada langkah penanganan jangka panjang yang terealisasi dari pihak BWS Sumatra I.
“Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatra I jangan tutup mata, masyarakat membutuhkan kepastian terkait penanganan jangka panjang. Setiap hujan deras tanggul selalu jebol, jangan ada korban baru kalian sibuk melakukan pencitraan,” tegas Mutardi, Senin (12/10/2026).
Ia juga berharap BWS Sumatra I segera mengevaluasi titik-titik rawan terdampak banjir dan menyampaikan rencana penanganan teknis secara terbuka kepada publik.
Ancaman Aksi Blokade Jalan
Masyarakat menegaskan akan mengambil langkah lebih lanjut jika aspirasi mereka tidak segera direspons oleh pihak berwenang.
“Apabila BWS tetap tutup mata, maka kami akan menggelar aksi demo dengan penutupan jalur dua Jalan Nasional Kutacane-Sumatera Utara,” pungkas Mutardi.
penulis: Tika Fitri Lestari
Editor: Dahlan









