BANDA ACEH – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Aceh memperkuat upaya perlindungan anak di lingkungan pendidikan melalui program Puspaga Saweu Sikula (PUSAKA).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Multimedia SMA Negeri 4 Banda Aceh pada Selasa (20/10/2026) itu melibatkan 25 guru Bimbingan Konseling (BK) dari sejumlah SMA dan SMK di Kota Banda Aceh.
Peran guru BK sangat penting, tidak hanya dalam membimbing siswa menghadapi persoalan akademik, tetapi juga dalam mendeteksi dini kekerasan dan tekanan psikologis yang dapat mengancam tumbuh kembang anak. Karena itu, penguatan kapasitas guru menjadi salah satu bagian penting dalam membangun lingkungan sekolah yang aman dan ramah anak.
Kegiatan PUSAKA secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas PPA Aceh yang diwakili Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak, Azizah, S.Pd., M.Pd. Program tersebut dirancang untuk menjangkau para pendidik sebagai garda terdepan dalam mengenali dan menangani persoalan yang dihadapi peserta didik.
Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan pemaparan materi mengenai perlindungan anak, dilanjutkan dengan diskusi interaktif. Kegiatan ini menjadi ruang bagi para guru untuk memperdalam pemahaman mengenai pendampingan siswa serta langkah yang dapat dilakukan ketika menemukan persoalan di lingkungan sekolah.
DP3A Aceh juga memperkenalkan layanan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) sebagai mitra strategis sekolah dalam membantu menangani berbagai persoalan peserta didik.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat dukungan bagi anak, baik dalam menghadapi tekanan psikologis maupun persoalan yang berkaitan dengan perlindungan hak mereka.
Keterlibatan guru BK dinilai strategis karena mereka berinteraksi langsung dengan siswa dan berpeluang mengenali perubahan perilaku atau tanda-tanda masalah yang membutuhkan perhatian lebih lanjut.
Dengan pemahaman yang memadai, guru diharapkan mampu memberikan pendampingan awal dan mengarahkan siswa kepada layanan profesional sesuai kebutuhan.
Antusiasme peserta selama kegiatan menunjukkan pentingnya penguatan kapasitas tenaga pendidik dalam menghadapi persoalan anak di sekolah. Selain meningkatkan pemahaman guru, PUSAKA juga mendorong koordinasi antara pemerintah dan satuan pendidikan dalam membangun sistem perlindungan anak yang lebih responsif.
Melalui program PUSAKA, DP3A Aceh mendorong terwujudnya lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik. Sinergi antara sekolah, keluarga, dan pemerintah diharapkan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Banda Aceh sebagai kota layak anak.
Penulis: Tika Fitri Lestari
Editor: Dahlan









