Banda Aceh – Pemadaman listrik secara total atau blackout kembali melanda wilayah Provinsi Aceh pada Senin malam, 25 Mei 2026. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pemadaman mendadak ini mulai terjadi sejak pukul 19.20 WIB, menyebabkan aktivitas masyarakat di sejumlah daerah lumpuh seketika.
Peristiwa ini menambah panjang daftar gangguan kelistrikan di wilayah tersebut. Pasalnya, kasus serupa yang tidak kalah parah baru saja terjadi tiga malam yang lalu. Bahkan, pada insiden sebelumnya, cakupan wilayah yang terdampak pemadaman dilaporkan sangat luas hingga meliputi hampir seluruh wilayah di Pulau Sumatera.
Belum Ada Konfirmasi Resmi dari PLN
Hingga berita ini diturunkan dan diposting pada pukul 19.35 WIB, pihak PT PLN (Persero) belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab utama kembali ambruknya sistem kelistrikan tersebut.
Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media kepada para pejabat PLN terkait, baik di tingkat Unit Induk Distribusi (UID) Aceh maupun Unit Layanan Pelanggan (ULP) Banda Aceh, masih belum membuahkan hasil. Pihak manajemen disinyalir masih melakukan penanganan darurat di lapangan.
Meskipun secara teknis penyebab gangguan blackout ini belum terkonfirmasi oleh pihak berwenang, laporan sementara yang berhasil dikumpulkan oleh media ini menunjukkan skala dampak yang sangat luas.
Berdasarkan pemantauan dari jaringan Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI), pemadaman listrik kali ini terjadi hampir merata di seluruh wilayah Aceh. Informasi berbasis komunikasi radio tersebut mengonfirmasi bahwa daerah-daerah yang mengalami gelap gulita meliputi wilayah:
Aceh Wilayah Timur–Utara
Aceh Wilayah Tengah
Aceh Wilayah Barat–Selatan
Dampak paling signifikan juga dirasakan langsung di pusat pemerintahan, di mana wilayah Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar dilaporkan hampir seluruhnya mengalami mati total dan gelap gulita. Hingga saat ini, masyarakat masih menunggu perkembangan informasi lebih lanjut dan pemulihan sistem dari pihak PLN.
Editor: Redaksi









