ACEH SELATAN — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI mengalokasikan program pembangunan empat Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Aceh Selatan untuk tahun anggaran 2026. Program yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ini menelan total anggaran mencapai lebih dari Rp 15 miliar.
Kepastian pengucuran program tersebut disampaikan dalam acara Sosialisasi dan *Clear and Clean* Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih Tahun 2026 di Ruang Video Conference (Vidcon) Setdakab Aceh Selatan, Jumat (2/10/2026).
Adapun empat lokasi sasaran KNMP di Aceh Selatan tersebar di empat gampong dan kecamatan berbeda, yaitu:
1. Gampong Sawang Indah (Kecamatan Labuhanhaji Timur)
2. Gampong Labuhan Tarok II (Kecamatan Meukek)
3. Gampong Darul Ihsan (Kecamatan Bakongan)
4. Gampong Ujong Pulo Rayeuk (Kecamatan Bakongan Timur)
Kegiatan sosialisasi ini dihadiri langsung oleh Bupati Aceh Selatan Mirwan MS, perwakilan KKP RI, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Selatan Hadi Suhaima, para camat, unsur TNI/Polri, keuchik, Panglima Laot, KNTI, perwakilan warga dari empat lokasi penerima manfaat, serta pihak rekanan pelaksana dan konsultan pengawas.
Dalam sambutannya, Bupati Aceh Selatan Mirwan MS mengapresiasi perhatian pemerintah pusat dan KKP RI. Ia menegaskan agar program ini tidak sekadar berfokus pada pembangunan fisik, tetapi benar-benar membawa dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat nelayan lokal.
Mirwan menekankan krusialnya pemenuhan syarat clear and clean sebelum pengerjaan proyek dimulai, terutama menyangkut legalitas lahan, kesiapan sosial, dan komitmen lintas pihak.
“Kepastian status lahan, kesiapan sosial masyarakat, serta komitmen seluruh pihak menjadi faktor penting agar pelaksanaan program tidak menghadapi persoalan di kemudian hari,” ujar Mirwan MS di Tapak Tuan.
Ia juga meminta Dinas Kelautan dan Perikanan, pihak kecamatan, pemerintah gampong, hingga Panglima Laot untuk aktif mengawal dan mendampingi seluruh proses pengerjaan di empat titik lokasi.
Sementara itu, perwakilan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) KKP RI, Teuku Fachrurrazi, menyatakan bahwa kesuksesan KNMP sangat bergantung pada sinergi seluruh pemangku kepentingan, terutama pemerintah gampong yang bersentuhan langsung dengan warga. KKP mengharapkan dukungan penuh dari pemerintah gampong, Panglima Laot, KNTI, camat, Danramil, hingga Kapolsek mulai dari tahap persiapan, fisik pembangunan, pemanfaatan sarana, hingga keberlanjutan program ke depan.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Selatan Hadi Suhaima menegaskan komitmennya untuk mengawal seluruh proses agar kawasan ini dapat berkembang menjadi pusat nelayan yang produktif.
“Dinas Kelautan dan Perikanan berkomitmen terus mengawal setiap tahapan program agar Kampung Nelayan Merah Putih benar-benar memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat nelayan di Kabupaten Aceh Selatan,” kata Hadi Suhaima.***
Penulis: Tika Fitri Lestari
Editor: Dahlan









