Home / Ekbis

Sabtu, 12 Juli 2025 - 19:34 WIB

Aceh Terpilih Sebagai Lokasi Penerapan Teknologi CCS Berskala Industri

REDAKSI

Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT Pema Global Energi (PGE), anak perusahaan PT Pembangunan Aceh (PEMA) dengan PT Pupuk Indonesia (Persero), di The Westin Jakarta. Foto: dok PEMA.

Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT Pema Global Energi (PGE), anak perusahaan PT Pembangunan Aceh (PEMA) dengan PT Pupuk Indonesia (Persero), di The Westin Jakarta. Foto: dok PEMA.

Jakarta – Provinsi Aceh akan menjadi lokasi pertama di Asia untuk penerapan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon (Carbon Capture and Storage/CCS) berskala industri. Langkah strategis ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT Pema Global Energi (PGE), anak perusahaan PT Pembangunan Aceh (PEMA) dengan PT Pupuk Indonesia (Persero), Kamis, 10 Juli 2025, di The Westin Jakarta.

Direktur Utama PT PEMA, Mawardi Nur, mengatakan kerja sama ini merupakan langkah konkret mendukung agenda dekarbonisasi nasional, sekaligus wujud nyata komitmen Aceh terhadap pembangunan berkelanjutan dan penciptaan lapangan kerja hijau.

Baca Juga :  Bank Aceh dan Muhammadiyah Jalin Kerja Sama Penyediaan Layanan Keuangan Perbankan

“Kami di PEMA sebagai BUMD milik Pemerintah Aceh terus bekerja keras menciptakan lapangan kerja baru demi meningkatkan kesejahteraan rakyat. Kami juga mendukung iklim investasi sehat sebagaimana arahan Bapak Gubernur Muzakir Manaf,” kata Mawardi.

Ia menegaskan, kolaborasi ini bukan sekadar urusan bisnis, tapi kontribusi bersama membangun masa depan yang lebih lestari dan berteknologi tinggi.

Teknologi CCS/CCUS (Carbon Capture Utilization and Storage) akan memungkinkan emisi CO₂ dari fasilitas produksi ditangkap dan disuntikkan kembali ke dalam reservoir migas. Pada fase awal (CCUS), karbon diinjeksikan untuk meningkatkan produksi minyak dan gas. Setelah itu berlanjut ke fase CCS, di mana karbon disimpan secara permanen.

Baca Juga :  Berlakunya Tarif 32% Pada 1 Agustus 2025 Mendatang di Indonesia,Industri Padat Karya Terpukul Paling Keras

Berdasarkan studi geologi dan geofisika 2023, Lapangan Arun di Aceh Utara dinilai sangat cocok sebagai lokasi CCS karena memiliki formasi batu gamping dan batuan penutup (seal rock) yang sangat baik, sehingga menjamin penyimpanan CO₂ yang aman dan minim risiko kebocoran.

Acara penandatanganan turut dihadiri oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf, pimpinan PT Pupuk Indonesia, perwakilan Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), jajaran direksi PT PEMA, PGE, serta EMP Energy Aceh.

Baca Juga :  Bupati Aceh Besar Terima Audiensi Pimpinan Bank BSI Jantho

Dalam sambutannya, Gubernur Muzakir Manaf menegaskan komitmen Pemerintah Aceh dalam menjaga kenyamanan dan keamanan investasi.

“Pemerintah Aceh menjamin sepenuhnya iklim investasi yang aman. Kami siap mengawal setiap proyek strategis demi kemajuan Aceh,” tegas Muzakir.

Proyek ini digadang menjadi tonggak sejarah bagi industri energi rendah karbon di Indonesia dan Asia, sekaligus memperkuat posisi Aceh sebagai pionir dalam transisi energi bersih.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Aceh Besar

Pj Bupati Aceh Besar Tinjau Pasar Induk Lambaro

Berita

Bank Aceh dan Go-King Salurkan Bantuan Sembako untuk Anak Yatim di Dayah Nurul Huda

Berita

Layanan Operasional Bank Aceh Tutup Selama Libur Lebaran Idul Fitri 1446 H

Aceh

Bank Aceh Syariah Rayakan HUT ke-52: Satukan Langkah Bangun Aceh, Kuatkan Komitmen untuk Mandiri dan Sejahtera

Ekbis

Bank Aceh Mencatat Penyaluran Biaya UMKM Mencapai Rp 2,53 Triliun Hingga Juni 2025

Ekbis

Satpol PP dan WH Aceh Besar Pantau Pasar Tradisional di Lambaro

Ekbis

Bagikan Dividen Rp372,5 Miliar, Solusi Bangun Indonesia Buktikan Resiliensi di Tengah Tantangan Industri

Ekbis

Ketua TP PKK Aceh Besar Kunjungi Stand Sarung Tenun Samarinda di Festival UMKM Rakernas X PKK 2025