Home / Berita / Daerah / Pemerintah

Selasa, 4 Februari 2025 - 09:22 WIB

Ada Dukungan Pemodal di Balik Masih Adanya Petani Ganja di Aceh

REDAKSI

Kepala BNNP Aceh, Brigjen. Pol.Drs. Marzuki Ali Basyah,M.M. Foto: Humas BNNP Aceh.

Kepala BNNP Aceh, Brigjen. Pol.Drs. Marzuki Ali Basyah,M.M. Foto: Humas BNNP Aceh.

Banda Aceh โ€“ย Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh menegaskan bahwa masih ada pemodal besar yang mendukung praktik penanaman ganja di Aceh.

Para petani yang sebagian besar tidak memiliki modal diduga menerima bantuan dari jaringan mafia, yang bahkan bisa berasal dari aparat penegak hukum, pejabat pemerintah, atau orang-orang di sekitar mereka.

โ€œPara petani ganja ini sebenarnya tidak punya modal, tapi tetap bisa menanam. Artinya, ada pihak lain yang membiayai mereka. Ada mafia-mafia yang bertindak,โ€ kata Kepala BNNP Aceh, Brigjen. Pol. Marzuki Ali Basyah, kepada Suaraaceh.net ,Selasa (4/2/2025).

Ia menambahkan bahwa mafia narkotika memiliki modal tak terbatas untuk mempengaruhi berbagai pihak, mulai dari petani, kurir, hingga jaringan distribusi yang lebih besar. Mereka kerap menawarkan iming-iming keuntungan besar agar masyarakat tetap menanam ganja.

Baca Juga :  Imigrasi Sabang Jalin Kerja Sama dengan Media NOA untuk Perkuat Publikasi Pelayanan

Untuk mengatasi masalah ini, BNNP Aceh telah memperketat pengawasan di wilayah-wilayah yang sebelumnya menjadi pusat penanaman ganja. Salah satu langkah yang diambil adalah menggunakan teknologi drone untuk memantau lahan-lahan yang diduga menjadi tempat penanaman ganja.

โ€œHingga hari ini, kebun ganja hampir tidak terlihat lagi. Kalaupun ada, hanya tanaman kecil yang merupakan sisa pencabutan sebelumnya,โ€ katanya.

Selain pengawasan teknologi, BNNP Aceh juga menggalang dukungan dari masyarakat dengan membentuk jaringan โ€œintel masyarakatโ€. Ratusan warga direkrut dan diberikan pembinaan untuk membantu memberikan informasi terkait praktik penanaman ganja di daerah mereka.

Baca Juga :  Musim Hujan, Satlantas Polres Lhokseumawe Imbau Pengendara Waspada di Jalan Raya

โ€œKami mengajak masyarakat untuk menjadi bagian dari upaya pemberantasan ini. Informasi dari mereka sangat penting untuk mendeteksi dan mencegah praktik penanaman ganja sejak dini,โ€ tambahnya.

Di sisi lain, BNN mengajak masyarakat untuk beralih ke pertanian legal dan produktif. Beberapa desa telah menerima bantuan bibit dan alat pertanian untuk mendorong mereka menanam tanaman yang mampu menopang kehidupan sehari-hari.

โ€œDi Lamteuba, dua desa sudah kami berikan bibit kangkung, pakcoy, nilam, dan kelapa agar mereka bisa bercocok tanam di rumah. Di Gayo Lues, kami mendorong petani beralih ke kopi, sementara di Lhokseumawe, mereka didorong untuk menanam jagung,โ€ jelas Marzuki.

Tahun ini, BNNP Aceh kembali menargetkan dua desa lagi untuk dibina dengan memberikan alat pertanian, pupuk, dan pelatihan agar mereka bisa menjadi petani palawija. Program ini akan mulai digarap pada pertengahan Maret 2025.

Baca Juga :  Kemlu dan KBRI Kuala Lumpur Berhasil Memulangkan Korban TPPO Asal Aceh

Meski upaya pemberantasan terus dilakukan, Marzuki menegaskan upaya ini butuh dukungan dan informasi dari masyarakat. Apalagi BNN tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga pada pembinaan dan rehabilitasi bagi korban narkoba.

Tujuannya, praktik-praktik peredaran narkotika dapat dibasmi dan Aceh yang dikenal dengan daerah syariah benar-benar bebas dari peredaran narkotika.

โ€œKita juga melihat sejauh ini jumlah korban rehabilitasi mengalami penurunan 20 persen dari tahun sebelumnya, bisa jadi mereka memiliki kesadaran untuk mengobati mandiri atau berkurangnya pemakai,โ€ pungkasnya.

Share :

Baca Juga

Berita

Tim Lebah Amankan Tiga Remaja Pelaku Curanmor di Parkiran Masjid

Berita

Pj Bupati Pidie Angkat Bicara Terhadap Tuntutan Ribuan Nakes

Daerah

Wagub Fadhlullah Ziarahi Makam Aba Asnawi Lamno

Berita

Kak Na Sampaikan Belasungkawa atas Berpulangnya Istri Tgk Anwar Ramli

Berita

Bupati dan Wabup Aceh Besar Hadiri Halal Bi Halal Keluarga Besar IKAPTK

Berita

Polres Lhokseumawe Gelar Kegiatan Mengenang 20 Tahun Tsunami Aceh

Aceh Besar

Wabup Aceh Besar Sambut Wamendagri Bima Arya pada Musdesus di Bueng Sidom

Aceh

Sekda M Nasir: Pasokan BBM Rumah Sakit dan Alat Berat harus Diprioritaskan