Banda Aceh – Memasuki pertandingan ke-23 pada putaran ketiga Grup 1 Pegadaian Championship 2025/26, peta persaingan semakin kontras. Di saat Adhyaksa FC Banten tampil dominan di posisi teratas, klub legendaris Sriwijaya FC justru mencatatkan rekor kelam di dasar klasemen.
Dominasi Papan Atas: Adhyaksa FC vs Garudayaksa
Adhyaksa FC Banten saat ini memimpin takhta dengan koleksi 44 poin. Status mereka sebagai tim paling produktif tidak terbantahkan setelah berhasil menyarangkan 54 gol ke gawang lawan. Meski begitu, posisi mereka terus diancam oleh Garudayaksa FC yang mengintai di peringkat kedua dengan 42 poin.
Persaingan memperebutkan tiket promosi juga semakin memanas di peringkat tiga hingga lima. Tiga tim kini memiliki poin yang sama persis:
- FC Bekasi City: 37 Poin
- Persiraja Banda Aceh: 37 Poin
- Sumsel United: 37 Poin
Melihat ketatnya perolehan poin ini, selisih gol akan menjadi faktor penentu krusial dalam sisa laga di putaran ketiga.
Stabilitas Zona Tengah
Di papan tengah, beberapa tim berusaha menjaga jarak aman untuk memperbaiki posisi akhir mereka:
- PSMS Medan: Mulai menjauh dengan raihan 31 poin.
- Persikad: Membayangi di posisi bawahnya dengan 30 poin.
- PSPS Pekanbaru: Terus berupaya dengan koleksi 28 poin.
- Persekat Tegal: Masih tertahan di peringkat kesembilan dengan 23 poin.
Krisis Bersejarah Sriwijaya FC
Kondisi paling memprihatinkan dialami oleh Sriwijaya FC. Laskar Wong Kito sedang melewati periode terburuk sepanjang sejarah klub. Dari 23 pertandingan, mereka:
- Belum pernah menang satu kali pun.
- Hanya mengantongi 2 poin (hasil dua kali imbang).
- Kebobolan sebanyak 83 gol.
- Memiliki defisit selisih gol yang sangat dalam, yakni -68.
Jika tidak ada perubahan radikal dalam waktu dekat, ancaman degradasi kini nyata berada di depan mata bagi raksasa Sumatra tersebut.
Editor: Redaksi









