Home / Internasional

Minggu, 25 Januari 2026 - 11:33 WIB

AS Kerahkan Kapal Perang ke Perairan Iran, Trump: Kami Siaga tapi Tak Ingin Perang

Redaksi

Presiden AS Donald Trump memberikan keterangan pers di pesawat Air Force One terkait pengerahan kapal perang Amerika Serikat ke perairan Iran di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.(22/01/2026).

Presiden AS Donald Trump memberikan keterangan pers di pesawat Air Force One terkait pengerahan kapal perang Amerika Serikat ke perairan Iran di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.(22/01/2026).

Washington – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengungkapkan bahwa sejumlah kapal militer Negeri Paman Sam tengah bergerak menuju perairan Iran. Langkah ini disebut sebagai bentuk antisipasi atas situasi keamanan yang memburuk di kawasan Timur Tengah, menyusul aksi demonstrasi besar-besaran dan berdarah di Teheran yang dilaporkan menewaskan lebih dari 3.000 orang.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump kepada awak media saat berada di pesawat kepresidenan Air Force One, Kamis (22/1). Trump menegaskan bahwa pengerahan kekuatan militer ini bersifat defensif dan bertujuan untuk melindungi kepentingan Amerika Serikat serta sekutu-sekutunya di kawasan.

“Kami terus memantau situasi dengan sangat ketat. Kapal-kapal kami bergerak sebagai langkah pencegahan. Kami berharap ini tidak berkembang menjadi konflik militer terbuka,” ujar Trump.

Baca Juga :  Malaysia Kirim 2 Ton Obat ke Aceh

Menurut pejabat pertahanan AS, armada yang dikerahkan mencakup kapal induk USS Abraham Lincoln, didampingi sejumlah kapal perusak berpeluru kendali (guided missile destroyer). Armada tersebut dijadwalkan tiba di wilayah Timur Tengah dalam beberapa hari ke depan. Selain itu, Pentagon juga tengah mempertimbangkan penambahan sistem pertahanan udara untuk memperkuat posisi militer AS di kawasan tersebut.

Ketegangan meningkat setelah gelombang demonstrasi anti-pemerintah pecah di Teheran dan sejumlah kota besar Iran. Pemerintah Iran dituding melakukan penindakan keras terhadap massa, yang memicu kecaman luas dari komunitas internasional. Washington mengklaim lebih dari 3.000 orang tewas dalam aksi tersebut, meski angka itu dibantah oleh otoritas Iran.

Baca Juga :  Kadisdik Aceh Apresiasi Prestasi Siswa SMAN 7 dan SMA Labschool Banda Aceh di Ajang Internasional JDIE 2025 di Jepang

Trump sebelumnya sempat melontarkan ancaman akan melakukan intervensi militer jika Iran terus melakukan pelanggaran HAM dan mengganggu stabilitas kawasan. Namun, dalam pernyataan terbarunya, Trump menyebut situasi mulai menunjukkan tanda-tanda mereda setelah pemerintah Iran membatalkan eksekusi ratusan tahanan yang sebelumnya dijatuhi hukuman mati.

“Keputusan itu adalah langkah yang benar. Kami melihat ada sedikit kemajuan, tapi itu belum cukup,” kata Trump.

Meski demikian, Washington tetap menyampaikan peringatan keras kepada Teheran, khususnya terkait program nuklir Iran. Pemerintah AS menegaskan tidak akan ragu mengambil tindakan tegas jika Iran kembali melanjutkan atau mempercepat pengembangan senjata nuklir.

Baca Juga :  Serangan Udara Israel di Jalur Gaza 92 Warga Palestina Tewas

“Jika mereka kembali bermain-main dengan nuklir, maka semua opsi ada di atas meja,” tegas Trump.

Pengamat hubungan internasional menilai pengerahan kapal perang ini sebagai sinyal tekanan politik dan militer sekaligus pesan diplomatik bahwa AS masih memegang kendali di kawasan. Namun, langkah tersebut juga dinilai berisiko memperburuk eskalasi jika tidak diiringi jalur diplomasi yang efektif.

Hingga kini, pemerintah Iran belum memberikan tanggapan resmi terkait pergerakan armada militer AS tersebut. Situasi di Timur Tengah pun masih dipantau ketat oleh dunia internasional, dengan kekhawatiran konflik berskala besar dapat kembali pecah sewaktu-waktu.(**)

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Aceh

Malaysia Kirim 2 Ton Obat ke Aceh

Internasional

Serangan Militer Israel di Jalur Gaza,Puluhan Orang Tewas Saat Antre Makanan

Internasional

Iran Klaim Kendali Penuh Selat Hormuz di Tengah Ketegangan dengan AS

Internasional

Ukraina di Gempur Rusia Dengan 620 Drone dan Rudal, Banyak Korban Jiwa

Internasional

Iran Siap Hadapi Kebocoran Nuklir, Serangan Israel Mengkhawatirkan

Internasional

Serangan Udara Israel di Gaza Tewaskan 32 Orang, Gencatan Senjata Terancam

Internasional

Sekjen Sampaikan Apresiasi IWO Kepada Tun Dr. Mahathir Mohamad Sebagai Asian Inspired Leader

Internasional

Presiden Rusia Vladimir Putin menawarkan Presiden Prabowo Subianto Kembangkan Nuklir untuk Kesehatan dan Pertanian