Home / Aceh / Internasional

Minggu, 30 November 2025 - 07:26 WIB

Malaysia Kirim 2 Ton Obat ke Aceh

REDAKSI

Banda Aceh — Bantuan medis berskala besar dari Malaysia tiba di Aceh pada Sabtu (29/11/2025) pukul 19.00 WIB. Sebanyak 2 juta pieces obat dan alat kesehatan seberat 2 ton mendarat di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, menggunakan pesawat kargo khusus dari Kuala Lumpur.

Baca Juga :  Pondok Pesantren Kebakaran, Istri Gubernur Aceh Serahkan Bantuan untuk Santri Babul Maghfirah

Bantuan ini menjadi pengiriman medis internasional pertama yang berhasil masuk ke Aceh pasca-bencana Cyclone Senyar, yang sejak 22 November 2025 menyebabkan kerusakan parah di berbagai wilayah Aceh.

Baca Juga :  Kematian Tragis di Gaza, Direktur Rumah Sakit Indonesia Tewas Dalam Serangan Israel

Cyclone Senyar memicu hujan ekstrem lebih dari 400 mm dalam dua hari, menyebabkan banjir bandang dan longsor besar di wilayah Aceh. Data sementara mencatat 47 orang meninggal, 19 hilang, dan puluhan ribuan warga harus mengungsi.

Baca Juga :  Hafidzah Aceh Besar Farrasa Zayyan Lancar Selesaikan Lomba Cabang Tafidz 5 Juz

Pengiriman obat-obatan tersebut disalurkan oleh Gomez Medical Services bersama tim kemanusiaan Blue Sky Rescue Malaysia. Bantuan dapat direalisasikan

Posko Penanggulangan Bencana Hidrometreologi Aceh

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Aceh

Gas Melon Mahal dan Langka, Wakil Ketua Komisi III DPRA Desak Pertamina Tingkatkan Pengawasan

Aceh

Kapolda Aceh Patroli Udara untuk Lihat Langsung Situasi Pascabanjir

Aceh

Pemerintah Aceh Angkat 228 Pegawai Negeri Sipil

Aceh

Kepala Dinas Pendidikan Aceh Tekankan Kinerja Maksimal ASN

Aceh

Beri pengarahan kepada Ratusan Personel TNI dan Polri Se – Wilayah Aceh, Menkopolkam RI tekankan Soliditas

Aceh

Tim Medis Kodam IM Gerak Cepat Layani Warga Terdampak Bencana Banjir Aceh 

Aceh

Pondok Pesantren Kebakaran, Istri Gubernur Aceh Serahkan Bantuan untuk Santri Babul Maghfirah

Aceh

Kadisdik Aceh Apresiasi Prestasi Siswa SMAN 7 dan SMA Labschool Banda Aceh di Ajang Internasional JDIE 2025 di Jepang