Home / Daerah

Senin, 28 September 2026 - 11:36 WIB

Belum Terealisasinya Jembatan Bailey Perumpakan, YAC Soroti Kinerja Dinas PUPKP Bener Meriah

REDAKSI

Youth Against Corruption YAC soroti kinerja Dinas PUPKP Bener Meriah buntut belum terealisasinya pembangunan Jembatan Bailey Perumpakan di Kecamatan Mesidah.

Youth Against Corruption YAC soroti kinerja Dinas PUPKP Bener Meriah buntut belum terealisasinya pembangunan Jembatan Bailey Perumpakan di Kecamatan Mesidah.

BENER MERIAH — Youth Against Corruption (YAC) menyoroti kinerja Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kabupaten Bener Meriah menyusul belum terealisasinya pembangunan Jembatan Bailey Perumpakan di Kecamatan Mesidah.

YAC menilai persoalan tersebut bukan semata soal terlambatnya pembangunan satu infrastruktur. Namun, belum adanya kepastian pembangunan justru memunculkan pertanyaan tentang bagaimana DPUPKP menyusun prioritas dan memastikan proyek yang menyangkut akses dasar masyarakat benar-benar terealisasi.

Fungsi Vital Jembatan bagi Warga Tiga Kampung

Koordinator Investigasi YAC, Ikhlas Khairi, mengatakan Jembatan Perumpakan memiliki fungsi penting karena menjadi akses warga di tiga kampung, yakni:

  •  Perumpaken Benjadi
  •  Hakim Peteri Pintu
  •  Simpur

“Ini bukan sekadar satu proyek jembatan. Ada masyarakat di tiga kampung yang bergantung pada akses tersebut untuk menuju kebun, pasar, sekolah, fasilitas kesehatan, dan menjalankan aktivitas ekonomi,” kata Ikhlas, Ahad, 27 September 2026.

Baca Juga :  PU Buka Program Padat Karya Tunai Pascabencana di Aceh, Warga Lokal Diprioritaskan

Menurut dia, kondisi di lapangan seharusnya menjadi salah satu pertimbangan DPUPKP dalam menentukan prioritas pembangunan.

Sorotan Terhadap Gotong Royong dan Skala Prioritas

Ikhlas juga menyoroti keterlibatan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan akses. Warga disebut harus bergotong royong dan bahkan menggalang donasi ketika kebutuhan infrastruktur belum sepenuhnya ditangani pemerintah. Kondisi itu, kata Ikhlas, semestinya menjadi bahan evaluasi terhadap kinerja perangkat daerah yang bertanggung jawab atas pembangunan infrastruktur.

“Ketika masyarakat harus mencari solusi sendiri untuk akses yang digunakan banyak warga, pertanyaannya adalah bagaimana Dinas PUPKP menetapkan skala prioritas pembangunan,” ujarnya.

YAC meminta Dinas itu tidak berhenti pada status perencanaan atau penganggaran. Dinas tersebut diminta menjelaskan secara terbuka posisi proyek Jembatan Bailey Perumpakan, mulai dari:

  • Kesiapan teknis
  • Pengadaan
  • Sumber anggaran
  • Kendala yang dihadapi
  • Target pelaksanaan pekerjaan
Baca Juga :  HMI Aceh Besar Gelar FGD: Kawal Kebijakan Legislatif dan Eksekutif Menjelang Pelantikan Kepala Daerah Aceh

Ikhlas mengatakan masyarakat membutuhkan kepastian, bukan hanya informasi bahwa pembangunan akan dilakukan.

“Kalau memang ada kendala, pemerintah harus menjelaskan kendalanya. Kalau sudah siap dibangun, masyarakat juga perlu tah[u],” ucapnya.

Indikator Keberhasilan dan Dampak Sektor Perkebunan

Ia menilai keberhasilan kinerja Dinas PUPKP Bener Meriah tidak cukup diukur dari jumlah paket proyek yang masuk dalam perencanaan atau anggaran. Ukuran lainnya adalah sejauh mana proyek tersebut menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat secara nyata.

“Pembangunan tidak berhenti pada dokumen perencanaan. Ukurannya adalah ketika masyarakat sudah bisa menggunakan infrastrukturnya,” ujar Ikhlas.

Baca Juga :  Panic Buying BBM di Takengon, Antrean Kendaraan dan Jeriken Mengular hingga Ratusan Meter

Menurut YAC, Dinas yang dipimpin Alpahmi itu juga perlu menjelaskan dasar penentuan prioritas pembangunan agar masyarakat mengetahui mengapa sebuah proyek didahulukan sementara kebutuhan akses di wilayah lain belum mendapatkan kepastian.

Apalagi, Jembatan Perumpakan berkaitan dengan aktivitas ekonomi masyarakat di tiga kampung. Warga setempat juga bergantung pada sektor perkebunan, termasuk komoditas kopi. Akses yang tidak memadai dapat mempengaruhi mobilitas warga dan pengangkutan hasil perkebunan.

Desakan untuk Kepala Dinas PUPKP

Karena itu, YAC mendesak Dinas tersebut segera memberikan penjelasan mengenai kelanjutan pembangunan Jembatan Bailey Perumpakan.

“Yang dibutuhkan masyarakat sekarang adalah kepastian. Alpahmi selaku kepala dinas harus menjelaskan apa yang sudah dilakukan, apa kendalanya, dan kapan persoalan ini diselesaikan,” kata Ikhlas. ***

Penulis: Tika Fitri Lestari 

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Daerah

Percepat Penurunan Stunting, Ini yang Dilakukan Pemkab Aceh Besar

Berita

Akibat Hujan Deras, 4 Ruas Jalan Tertutup Longsor

Daerah

BMKG: CUACA BANDA ACEH BERAWAN TEBAL KAMIS INI, WASPADA BIBIT SIKLON TROPIS

Daerah

Dinsos Bireuen Perkuat Peran PSM Untuk Tingkatkan Akurasi Data dan Pemantapan Bantuan Berbasis DTKS

Aceh

Bank Indonesia Aceh Lanjutkan Penyaluran Bantuan Kemanusiaan ke Bireuen

Daerah

Kapolda Aceh, Wagub, dan Kepala BNPB Tinjau Lokasi Bencana dan Pengungsi di Singkil

Daerah

Dinas Sosial Aceh Salurkan Bantuan Masa Panik untuk Korban Banjir di Aceh Jaya

Daerah

Operasi Keselamatan Seulawah 2026 Dimulai, Polres Aceh Utara Gelar Apel Pasukan