Jakarta – Pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan olahraga nasional kini menaruh perhatian serius pada perencanaan strategis jangka panjang guna memastikan keberlanjutan prestasi Indonesia di tingkat regional hingga global. Fokus pembangunan olahraga nasional tidak lagi semata mengejar perolehan medali dalam waktu singkat, melainkan membangun fondasi kuat bagi lahirnya generasi atlet berprestasi di masa depan.
Pendekatan ini tercermin dalam penguatan dan implementasi Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang dirancang terintegrasi dari tingkat daerah hingga pusat. DBON menjadi peta jalan pembangunan olahraga nasional yang mencakup proses identifikasi bakat sejak usia dini, pembinaan berjenjang, peningkatan kualitas pelatih, hingga penyediaan fasilitas latihan berstandar internasional.
Pengalaman Indonesia dalam sejumlah ajang olahraga multicabang beberapa tahun terakhir menjadi cermin penting akan perlunya fokus dan prioritas yang jelas. Pemerintah dan pemangku kepentingan olahraga menilai bahwa konsentrasi pembinaan harus diarahkan pada cabang-cabang yang memiliki potensi besar mendulang prestasi dunia. Selain cabang unggulan seperti bulutangkis dan angkat besi, olahraga panjat tebing, menembak, serta beberapa cabang lainnya mulai mendapatkan perhatian lebih intensif dalam program pembinaan nasional.
Pengamat olahraga menilai keberhasilan regenerasi atlet sangat ditentukan oleh kuatnya sinergi antara Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Kolaborasi yang solid dinilai mampu memastikan kesinambungan program pembinaan, mulai dari atlet usia muda hingga atlet elit. Dukungan anggaran yang stabil, transparan, dan tepat sasaran menjadi faktor krusial agar program latihan dapat berjalan konsisten dan berkelanjutan.
Selain pembinaan sumber daya manusia, peningkatan kualitas infrastruktur olahraga juga menjadi perhatian utama. Pembangunan dan revitalisasi training center modern di berbagai daerah memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan performa atlet. Fasilitas latihan yang dilengkapi teknologi terkini memungkinkan atlet menjalani program latihan yang lebih terukur, ilmiah, dan setara dengan standar negara-negara maju.
Sebagai bagian dari upaya akselerasi prestasi, pemerintah juga menggulirkan program pengiriman atlet muda dan pelatih ke luar negeri untuk mengikuti pelatihan jangka panjang. Program ini bertujuan mempercepat transfer ilmu pengetahuan, metodologi kepelatihan modern, serta penguatan mental bertanding. Diharapkan, ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat diadaptasi dan diterapkan secara luas dalam sistem pembinaan olahraga nasional.
Ke depan, keberhasilan olahraga Indonesia sangat ditentukan oleh konsistensi dalam menjalankan cetak biru yang telah disusun. Dengan komitmen kuat dari pemerintah, federasi olahraga, pelatih, atlet, serta dukungan masyarakat, mimpi melihat Merah Putih berkibar di puncak podium dunia bukan lagi sekadar harapan, melainkan target realistis yang dapat diwujudkan secara berkelanjutan.(**)
Editor: Redaksi









