Jakarta — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis pembaruan situasi kebencanaan nasional berdasarkan hasil pemantauan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB selama 24 jam terakhir, terhitung sejak Rabu (14/1) pukul 07.00 WIB hingga Kamis (15/1) pukul 07.00 WIB.
Dalam periode tersebut, BNPB mencatat kejadian bencana baru berupa banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah, yang terjadi pada Rabu (14/1). Bencana ini berdampak pada sekitar 2.720 kepala keluarga. Saat ini, kondisi genangan air di sejumlah wilayah dilaporkan mulai berangsur surut. Pemerintah daerah masih memproses penetapan status darurat sembari melakukan penanganan awal di lapangan.
Bencana banjir juga dilaporkan melanda Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat, pada hari yang sama. Peristiwa tersebut berdampak pada 706 kepala keluarga dan menyebabkan enam unit rumah mengalami rusak berat. Hingga kini, genangan air mulai surut dan jembatan yang sempat rusak telah diperbaiki secara darurat. Masyarakat setempat mulai melakukan pembersihan lingkungan secara mandiri, meskipun kondisi masih bergantung pada perkembangan cuaca.
Sementara itu, sejumlah kejadian bencana di berbagai daerah masih berada dalam tahap pengkinian data dan penanganan lanjutan. Di Provinsi Aceh, banjir yang melanda Kota Lhokseumawe sejak akhir Desember 2025 masih berdampak hingga Rabu (14/1). Bencana tersebut berdampak pada 26.122 kepala keluarga atau 100.519 jiwa, dengan lima korban meninggal dunia.
Saat ini, wilayah Lhokseumawe berada dalam status Transisi Darurat, dengan upaya pemulihan meliputi pembangunan 67 unit hunian sementara, penyaluran dana tunggu hunian tahap pertama kepada 74 kepala keluarga, serta pembangunan 10 unit sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
Di Kabupaten Aceh Utara, banjir yang terjadi sejak Jumat (10/1) berdampak pada sekitar 124.549 kepala keluarga atau 433.064 jiwa. Status Tanggap Darurat masih diberlakukan hingga 24 Januari 2026. Penanganan difokuskan pada pembersihan fasilitas umum dan sosial, pembangunan 815 unit hunian sementara, serta pembangunan 10 unit sumur bor, dengan pendampingan tim gabungan BNPB.
Banjir dengan dampak besar juga masih terjadi di Kabupaten Aceh Timur sejak Minggu (5/1). Peristiwa ini menyebabkan 58 korban meninggal dunia dan berdampak pada lebih dari 290 ribu jiwa. Hingga saat ini, koordinasi penilaian risiko lahan relokasi untuk pembangunan hunian sementara terus dilakukan bersama instansi teknis terkait.
Di Provinsi Banten, banjir yang melanda Kabupaten Pandeglang sejak Desember 2025 masih menggenangi sejumlah wilayah hingga Rabu (14/1). Bencana tersebut berdampak pada 7.768 kepala keluarga atau 29.570 jiwa, dengan ketinggian muka air berkisar antara 20 hingga 100 sentimeter. Status Siaga Darurat Provinsi masih diberlakukan.
Sementara itu, di Provinsi Kalimantan Selatan, banjir yang melanda Kabupaten Banjar sejak awal Januari 2026 masih berdampak hingga Rabu (14/1), dengan jumlah terdampak mencapai lebih dari 120 ribu jiwa. Kondisi banjir dilaporkan mulai berangsur surut, namun pemantauan dan penanganan masih terus dilakukan oleh petugas gabungan.
Di wilayah timur Indonesia, banjir dan tanah longsor di Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara, yang terjadi pada pertengahan Januari 2026, menyebabkan dua korban meninggal dunia, ratusan rumah mengalami kerusakan, serta terputusnya akses jalan kabupaten akibat longsor. Saat ini, jaringan listrik dan telekomunikasi telah kembali normal, sementara distribusi logistik ke wilayah yang masih terisolasi dilakukan melalui jalur laut.
BNPB menegaskan terus melakukan koordinasi intensif bersama pemerintah daerah, BPBD, serta kementerian dan lembaga terkait guna memastikan penanganan darurat dan pemulihan pascabencana berjalan optimal.
Di akhir laporannya, BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, mengingat kondisi cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi di berbagai wilayah Indonesia.(**)
Editor: Mulyadi









