Home / Daerah

Jumat, 14 Agustus 2026 - 16:32 WIB

BONGKAR! Tangki Modifikasi 1.000 Liter Jadi Penyebab Solar Subsidi Langka di Aceh

REDAKSI

Satu unit mobil Isuzu Panther dengan tangki modifikasi berkapasitas 1.000 liter beserta beberapa pelat nomor dan barcode palsu diamankan Tim Sidak Gabungan di SPBU Lhong Raya, Aceh Besar, Jumat (14/8/2026).

Satu unit mobil Isuzu Panther dengan tangki modifikasi berkapasitas 1.000 liter beserta beberapa pelat nomor dan barcode palsu diamankan Tim Sidak Gabungan di SPBU Lhong Raya, Aceh Besar, Jumat (14/8/2026).

Banda Aceh – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), mengapresiasi aktivitas

Tim Sidak Gabungan Pemerintah Aceh yang kini sedang bekerja keras mengurai berbagai persoalan BBM yang dinilai menyusahkan masyarakat Aceh.

Salah satu kinerja Tim Sidak yang dilaporkan kepada Gubernur Mualem adalah operasi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Lhong Raya, Aceh Besar, Jumat (14 Agustus 2026). “Di sana ditemukan sebuah mobil Isuzu Panther dengan tangki BBM yang telah dimodifikasi hingga berkapasitas 1.000 liter yang dilengkapi pompa,” kata Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi.

Selain itu ditemukan juga beberapa pelat nomor kendaraan dengan nomor berbeda, dan beberapa barcode. Saat ini, sopir dan barang bukti yang ditemukan sudah diserahkan kepada Polda Aceh untuk ditindak lebih lanjut. “Pemerintah Aceh mendukung proses penegakan hukum agar praktik penyalahgunaan BBM subsidi dapat dihentikan secara tuntas,” kata Nurlis

Baca Juga :  Jelang Penutupan TMMD ke-129, Satgas dan Warga Matangkan Persiapan Upacara

Tim Sidak gabungan yang dikoordinir oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Aceh, Teuku Robby Izra, terdiri dari unsur Biro Perekonomian Aceh, Dinas ESDM Aceh, Disperindag Aceh, SAM Retail Aceh PT Pertamina Patra Niaga, Dirkrimsus Polda Aceh; dan Dirintelkam Polda Aceh.

“Pemerintah Aceh menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim yang terlibat dalam penertiban kelangkaan BBM subsidi,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir Syamaun, yang memimpin Tim Pemerintah Aceh dalam mengatasi kelangkaan semen dan BBM. “Temuan tersebut menunjukkan bahwa penyalahgunaan dan penimbunan BBM subsidi diduga menjadi salah satu faktor yang turut menyebabkan antrean panjang di SPBU.”

Salah seorang yang ikut dalam Sidak tersebut adalah Kepala Bidang Minyak dan Gas Bumi Dinas ESDM Aceh, Dr Dian Budi Dharma. Ia mengatakan, pada hari itu direncanakan sidak pada tiga lokasi yang terpantau sedang terjadi antrean yang panjang.

Baca Juga :  BPBD Aceh Besar catat 310 bencana sepanjang 2024

Tempat pertama yang di Sidang adalah SPB Lhong Raya. Anggota Tim Satgas yang datang selain dari Pemerintah Aceh, juga ada dari Polda Aceh dan Pertamina. Di tempat itu langsung tertangkap tangan salah satu mobil yang menimbun solar itu.

Setelah terkena sidak, antrean di SPBU itu langsung terurai. Satu-satu mobil yang antre meninggalkan tempat. Ternyata, pada dua SPBU lainnya yang semula terpantau terjadi antrean yang panjang juga telah tidak ada antrean lagi.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Aceh, Teuku Robby Izra, meminta SAM Retail Aceh PT Pertamina Patra Niaga memperluas pengawasan. “Pengawasan tidak hanya dilakukan pada tingkat manajemen SPBU, tetapi juga melibatkan seluruh operator,” katanya.

Robby meminta operator SPBU juga ikut mengawasi pola pengisian BBM subsidi, mengenali dan mencermati pengisian kendaraan yang tidak normal atau berulang, melaporkan setiap indikasi atau kejanggalan kepada pihak terkait, dan tidak memberikan ruang bagi praktik penyalahgunaan BBM subsidi. Ia juga meminta Tim Penertiban Kelangkaan BBM Subsidi menyampaikan laporan secara berkala mengenai SPBU yang masih mengalami antrean panjang.

Baca Juga :  Polresta Banda Aceh Imbau Warga Waspadai Tindak Kejahatan

“Kita tidak hanya ingin menemukan pelanggaran, tetapi juga memastikan penyebab antrean di setiap SPBU dapat diketahui dan segera ditangani. Karena itu, SPBU yang masih mengalami antrean perlu terus dipantau dan dilaporkan agar penanganannya berbasis kondisi di lapangan.”

Mengutip pernyataan Gubernur Mualem, Nurlis mengatakan: “BBM subsidi adalah hak masyarakat yang membutuhkan. Karena itu, penyalahgunaan harus ditindak dan mata rantainya harus ditelusuri. Pengawasan akan terus kita lakukan bersama agar penyaluran BBM subsidi tepat sasaran dan masyarakat dapat memperoleh pelayanan pengisian secara lancar.”[]

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Daerah

Pemancing Berusia 21 Tahun Hilang Terseret Arus di Tebing Laut Alue Riyeung Aceh Besar

Daerah

Sekda Aceh Pantau Aksi ASN Relawan di Pidie Jaya dan Bireuen

Daerah

Polres Aceh Utara Gelar Ramp Check Angkutan di Terminal Lhoksukon

Daerah

Kak Na Antar Bantuan ke Lhok Gunci, Perkampungan yang Berubah Menjadi Sungai

Berita

Pj Bupati Pidie Angkat Bicara Terhadap Tuntutan Ribuan Nakes

Daerah

Puluhan Mahasiswa di Bireuen Gelar Aksi Damai, Desak Pemerintah Tetapkan Aceh Bencana Nasional

Daerah

Wagub Fadhlullah Ziarahi Makam Aba Asnawi Lamno

Daerah

Taruna Akpol Latsitardanus di Aceh Tamiang Bersihkan Lumpur Pasar dan Santuni Korban Hanyut