Home / Pemerintah Aceh / Pendidikan

Kamis, 9 Januari 2025 - 08:22 WIB

Bunda PAUD Aceh Serukan Pentingnya Pendidikan Karakter Sejak Dini

Redaksi

Banda Aceh – Bunda PAUD Aceh, Hj. Safriati, S.Si., M.Si., mengajak para guru dan wali murid untuk berperan aktif dalam membangun karakter anak-anak melalui pendidikan keluarga. Hal ini disampaikan dalam acara Parenting dan Sosialisasi Program Semester Genap Tahun 2024/2025, yang digelar oleh TP PKK Aceh di aula PAUD Permata Hati, Kamis (9/1/2025).

Dalam paparannya, Safriati menyoroti pentingnya kolaborasi antara sekolah dan keluarga dalam mendidik anak. Ia menegaskan bahwa tanggung jawab pendidikan utama tetap berada di dalam rumah tangga.

“Anak-anak yang kita titipkan di sini menjadi tanggung jawab kita bersama, para orang tua. Jangan hanya menyerahkan semuanya pada guru. Pendidikan utama, seperti budaya baca, sopan santun, disiplin, hingga hidup bersih dan sehat, itu dimulai dari rumah,” ujar Safriati.

Baca Juga :  Wagub Fadhlullah Ziarahi Makam Aba Asnawi Lamno

Ia juga menyoroti fenomena modern yang meresahkan, seperti pengaruh gadget pada anak-anak, serta kurangnya perhatian dari orang tua. “Banyak anak sekarang mengalami gangguan bicara karena ibunya terlalu sibuk dengan handphone. Kalau ingin anak pintar, ajak bicara sejak mereka bayi. Komunikasi itu penting, karena anak yang sering diajak bicara akan tumbuh lebih kreatif dan kritis,” tambahnya.

Selain itu, Safriati mengingatkan bahaya bullying, perilaku seksual bebas, hingga ancaman LGBT di lingkungan sekitar. Ia mendorong para orang tua untuk memperkenalkan nilai-nilai agama dan karakter sejak dini.

Baca Juga :  Back to School, Pj Gubernur Safrizal Motivasi Pelajar SMPN 6 Banda Aceh

“Betapa banyak korban bullying yang berakhir bunuh diri. Oleh karena itu, kita harus mengajarkan anak tentang batasan mana yang boleh dan tidak boleh. Kami bahkan memiliki buku berjudul *Menjaga Diriku* yang mengajarkan anak-anak tentang hal ini,” ujar Safriati.

Dalam sesi tersebut, Safriati juga menekankan pentingnya mengajarkan empati kepada anak-anak melalui interaksi dengan lingkungan sekitar. Ia menyarankan sekolah untuk mengadakan kegiatan belajar dari alam dan kunjungan edukasi ke berbagai tempat, seperti pendopo atau kantor polisi, agar anak-anak memahami nilai-nilai kehidupan sejak dini.

Baca Juga :  Gubernur Muzakir Manaf: Konsorsium Arab Minati Beberapa Sektor Investasi di Aceh

“Pembiasaan perilaku baik harus dimulai sejak dini. Penelitian menunjukkan bahwa membentuk kebiasaan baik pada anak membutuhkan waktu yang sama panjangnya dengan usia mereka,” jelas Safriati.

Safriati menyoroti pentingnya pelestarian bahasa ibu sebagai bagian dari pendidikan karakter. “Bahasa Aceh adalah identitas kita. Jika tidak diajarkan, bahasa ibu akan punah. Anak-anak akan mempelajari bahasa Indonesia di sekolah, tetapi bahasa ibu harus diajarkan di rumah. Ini butuh waktu puluhan tahun,” pesannya.

Share :

Baca Juga

Pemerintah Aceh

Pemerintah Aceh Imbau Masyarakat Aceh yang Gunakan Pelat Luar agar Mutasi ke Pelat BL

Parlementarial

Wakil Ketua DPRK Banda Aceh Motivasi Mahasiswa Baru di PKKMB FKIP Universitas Serambi Mekkah

Pemerintah Aceh

Wagub Aceh Dampingi Mendagri Pimpin Apel Satgas Percepatan Pemulihan Pascabencana di Aceh Tamiang

Berita

Pemerintah Aceh Apresiasi PT Hutama Karya Buka Akses Tol Padang Tiji–Seulimum untuk Jamaah Haji

Berita

Wagub Aceh Dorong Percepatan Data Pascabencana

Pemerintah Aceh

Sekda Aceh Pimpin Rapat Teknis Pengendalian Inflasi Jelang HKBN

Agama

Wagub Fadhlullah Hadiri Maulid Nabi di Balee Jeumala, Bahas Isu Sosial Bersama Ulama

Pemerintah Aceh

Plt Sekda Aceh Jemput Kedatangan Mendagri di Aceh