Home / Berita / Kesehatan

Jumat, 25 September 2026 - 15:44 WIB

Dinkes Banda Aceh Gelar Sosialisasi dan Skrining HIV di Yayasan Al Fatha

REDAKSI

Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh melalui Bidang P2P gelar Sosialisasi Bahaya Infeksi HIV Menular Seksual IMS dan Skrining HIV di Pusat Rehabilitasi Narkoba Yayasan Al Fatha Rabu 23 September 2026 bagian upaya peningkatan edukasi kesehatan sekaligus deteksi dini HIV bagi kelompok di lingkungan rehabilitasi.

Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh melalui Bidang P2P gelar Sosialisasi Bahaya Infeksi HIV Menular Seksual IMS dan Skrining HIV di Pusat Rehabilitasi Narkoba Yayasan Al Fatha Rabu 23 September 2026 bagian upaya peningkatan edukasi kesehatan sekaligus deteksi dini HIV bagi kelompok di lingkungan rehabilitasi.

Banda Aceh – Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) menggelar kegiatan Sosialisasi Bahaya Infeksi HIV Menular Seksual (IMS) dan Skrining HIV di Pusat Rehabilitasi Narkoba Yayasan Al Fatha, Rabu (23/9/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan edukasi kesehatan sekaligus deteksi dini HIV bagi kelompok yang berada di lingkungan rehabilitasi.

Sosialisasi tersebut bertujuan memberikan pemahaman mengenai bahaya HIV dan IMS, meningkatkan terhadap kesadaran pentingnya perilaku hidup sehat, serta mendorong deteksi dini melalui layanan skrining HIV yang dilakukan secara sukarela, aman, dan rahasia.

Baca Juga :  Marlina Lantik Ketua PKK, Pembina Posyandu, dan Ketua Dekranasda Kabupaten/Kota

Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, drg. Supriady R., M.Kes , membuka kegiatan sekaligus menyampaikan materi edukasi mengenai HIV/AIDS dan IMS. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya pengetahuan yang benar untuk menghilangkan stigma serta mendorong masyarakat agar tidak ragu melakukan pemeriksaan sejak dini.

“Edukasi dan skrining merupakan langkah penting dalam pencegahan HIV. Dengan deteksi dini, penanganan dapat dilakukan lebih cepat sehingga kualitas hidup seseorang dapat tetap terjaga, sekaligus memutus rantai penularan di masyarakat,” ujar drg. Supriadi.

Baca Juga :  Polwan Polda Aceh Ini Raih Juara II Karate Piala Kapolri Tahun 2025

Kegiatan ini didukung oleh tim Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh bersama tenaga kesehatan Puskesmas Kopelma Darussalam yang terdiri atas drg. Supriady R., M.Kes, Nova Indriani, SKM, Asmaul Husna, dr. Rina Hafni, drg. Lisa Noviyanti, Nuramini, A.Md.Keb, Norma Yunita, AMK, Devariani, A.Md.Keb, dan Fitria Z, A.Md.AK .

Setelah sesi edukasi, tim kesehatan melakukan skrining Penyakit Tidak Menular (PTM) dan pemeriksaan HIV kepada seluruh peserta. Pelayanan dilakukan sesuai standar dengan mengedepankan prinsip kerahasiaan, konseling, dan pendekatan yang humanis.

Baca Juga :  Kejari Aceh Besar Gelar Kampanye Anti Korupsi di SMA Negeri Modal Bangsa

Sebanyak 49 peserta , termasuk petugas Pusat Rehabilitasi Narkoba Yayasan Al Fatha, mengikuti skrining kesehatan pada kegiatan tersebut. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya kesadaran akan pentingnya pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari upaya pencegahan dan perlindungan diri.

Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh berharap kolaborasi dengan berbagai lembaga rehabilitasi dapat terus diperkuat sehingga edukasi dan layanan deteksi dini HIV menjangkau lebih banyak masyarakat, sekaligus mendukung terwujudnya Kota Banda Aceh yang lebih sehat dan bebas stigma terhadap HIV/AIDS.

Penulis: Hidayat. S

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Berita

Kapolres Lhokseumawe dan Muspida Aceh Utara Launching Penanaman Serentak Perkarangan Pangan Bergizi

Berita

BI Mengajar Cetak Generasi Muda Aceh Melek Kebanksentralan

Berita

Ketua Komisi III DPR RI Tegaskan Polri tetap Berada Langsung di Bawah Presiden

Berita

Pemkab Aceh Besar Akan Gelar Festival Literasi Tahun 2025

Berita

Banda Aceh Tuan Rumah HKB 2026, Kepala BNPB & Wali Kota Resmikan EWS Deteksi Tsunami-Banjir

Berita

Komitmen Perkuat Otonomi Khusus, Plt Sekda Aceh Hadiri Diskusi Revisi UUPA di Jakarta

Berita

17 Pasangan Bupati Terpilih yang Berpeluang Dilantik Maret 2025

Berita

BP3MI Aceh pastikan pemulihan gadis korban TPPO di Malaysia