Banda Aceh — Manajemen RSUD dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh memperkuat pembenahan pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) melalui supervisi langsung di lapangan. Direktur RSUDZA Dr. Muhazar Harun, SKM, M.Kes, bersama Wakil Direktur Bidang Pelayanan dr. Novita, Sp.JP(K), turun langsung meninjau pelayanan IGD, Senin (28/9/2026),
Supervisi dilakukan untuk memastikan pasien mendapatkan penanganan yang cepat, tepat, aman dan responsif.
Supervisi juga dilakukan dengan melihat langsung alur pelayanan pasien, kesiapan tenaga kesehatan, koordinasi antar petugas, serta berbagai aspek yang berpengaruh terhadap mutu dan keselamatan pasien.
Menurut Direktur RSUDZA Dr. Muhazar Haru, SKM. M.Kes langkah tersebut menjadi bagian dari evaluasi manajemen untuk memastikan standar pelayanan tidak berhenti pada prosedur administratif, tetapi benar-benar diterapkan di lapangan.
Muhazar Harun mengatakan bahwa IGD adalah salah satu unit yang membutuhkan kecepatan respons dan koordinasi tinggi. Pasalnya, tenaga medis yaitu para dokter dan perawat berhadapan langsung dengan pasien dalam kondisi kegawatdaruratan.
Karena itu, setiap tahapan pelayanan harus berjalan efektif, mulai dari pasien tiba, proses triase, pemeriksaan, hingga mendapatkan tindakan medis sesuai kebutuhan.
“Pelayanan IGD harus cepat, tepat, profesional dan humanis. Kita ingin memastikan setiap pasien mendapatkan respons terbaik sejak pertama kali datang ke rumah sakit,” kata Muhazar.
Dalam misi supervisi itu, direksi juga berdialog dengan dokter, perawat dan petugas IGD untuk mendengar langsung kondisi pelayanan serta berbagai kebutuhan yang dihadapi di lapangan.
Temuan dan masukan tersebut menjadi bahan evaluasi manajemen untuk menentukan langkah perbaikan, termasuk penguatan koordinasi dan efektivitas alur pelayanan.
Wakil Direktur Bidang Pelayanan dr. Novita, Sp.JP(K), menekankan bahwa peningkatan mutu IGD membutuhkan kerja tim yang terintegrasi. Koordinasi antara dokter, perawat, tenaga kesehatan lainnya dan unit pendukung harus berjalan cepat agar tidak terjadi hambatan dalam proses penanganan pasien.
Supervisi ini sekaligus menegaskan arah pembenahan RSUDZA yang menempatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien sebagai prioritas. Manajemen berkomitmen melakukan evaluasi secara berkala dan memastikan setiap persoalan yang ditemukan di lapangan ditindaklanjuti melalui perbaikan yang terukur dan berkelanjutan. (**)
Editor: Dahlan









