Home / Aceh / Berita

Rabu, 3 Desember 2025 - 23:48 WIB

Hari Keenam Tanggap Darurat, Sekda Aceh Instruksikan Percepatan Distribusi Logistik dan Pemulihan Akses

REDAKSI

Sekda Aceh M. Nasir memimpin rapat evaluasi atas penanggulangan bencana hidrometeorologi Aceh, di Posko Kantor Gubernur Aceh, Rabu 3/12/2025. Rapat tersebut diikuti juga oleh Wamen Komdigi, Nezar Patria dan Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Pangan Nasional, Dr. Andriko Noto Susanto, SP, MP serta seluruh pemangku kepentingan lainnya.

Sekda Aceh M. Nasir memimpin rapat evaluasi atas penanggulangan bencana hidrometeorologi Aceh, di Posko Kantor Gubernur Aceh, Rabu 3/12/2025. Rapat tersebut diikuti juga oleh Wamen Komdigi, Nezar Patria dan Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Pangan Nasional, Dr. Andriko Noto Susanto, SP, MP serta seluruh pemangku kepentingan lainnya.

Banda Aceh – Sekda Aceh M. Nasir menegaskan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah percepatan distribusi logistik dan pembukaan kembali akses jalur darat di wilayah terdampak bencana hidrometeorologi. Penegasan itu disampaikan dalam rapat evaluasi penanggulangan bencana yang digelar di Posko Kantor Gubernur Aceh, Rabu 3/12/2025. Rakor diikuti juga Wamen Komdigi Nezar Patria dan seluruh instansi terkait.

Hingga hari keenam masa tanggap darurat yang ditetapkan Gubernur Aceh, Pemerintah dan masyarakat Aceh menghadapi dampak bencana yang sangat besar. Sebanyak 1.434.000 jiwa terdampak, 277 meninggal dunia dan lebih dari 670 ribu warga mengungsi pada 888 titik. Kerusakan infrastruktur juga dilaporkan cukup besar.

Nasir menyampaikan bahwa isu distribusi bantuan pangan menjadi prioritas yang harus diutamakan. “Yang menjadi utama adalah memastikan seluruh wilayah terdampak mendapatkan distribusi logistik,” ujarnya.

Baca Juga :  Polwan Polres Lhokseumawe Pastikan Keamanan dan Ketertiban Selama Sholat Jumat

Kepala Dinas PUPR melaporkan perkembangan pembukaan jalur kritis. Lintas tengah Gayo Lues dari Babahroet, Abdya, sudah bisa dilewati truk enam roda dan logistik mulai masuk. Namun, sejumlah titik seperti Aceh Utara–Bener Meriah, Gayo Lues–Aceh Tengah, Langsa–Aceh Tamiang, serta KKA–Bener Meriah masih membutuhkan alat berat tambahan dan suplai BBM agar bisa dibuka penuh. “Kalau empat ruas ini tersambung, distribusi beras dan logistik akan berjalan normal,” kata Kadis PUPR Mawardi.

Untuk itu, Sekda Aceh M. Nasir meminta agar Pertamina memprioritaskan BBM untuk operasional alat berat, terutama untuk pembukaan akses dari jalur Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues hingga Aceh Tenggara.

Baca Juga :  DPRK Banda Aceh : Fraksi Gerindra Dukung RPJM Yang Berorientasi Pada Masyarakat

Sementara Basarnas yang sudah melakukan evakuasi sejak 25 November, melaporkan total 1.458 orang dievakuasi hingga hari ke-9 operasi (kegiatan Basarnas sudah lebih dahulu dimulai sebelum penetapan status oleh gubernur). Sebanyak 164 di antaranya meninggal dunia. Mereka melaporkan jika kendala paling berat terjadi di wilayah Aceh Tengah akibat ketiadaan BBM.

Pada sektor transportasi, Sekda Nasir memberikan apresiasi terhadap upaya Dishub Aceh yang dinilainya memiliki kinerja luar biasa. Dishub berhasil mengoordinasikan dua penerbangan pesawat Pegasus milik PT.PGE untuk pengangkutan masyarakat ke Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Bener Meriah, sekaligus mengangkut perangkat komunikasi BNPB. Dishub juga mengoptimalkan konektivitas laut dan memastikan pelayaran ke wilayah terdampak terus berjalan hingga 7 Desember.

Baca Juga :  Selama Libur Idul Fitri, DLH Aceh Besar Layani Pembersihan Tempat Wisata

KMP Ekspres Bahari, akan berangkat Kamis (4/12) dini hari menuju Aceh Utara dan Langsa. Selain itu, KN Berhala milik Navigasi Belawan juga akan bergerak dari Krueng Geukueh ke Belawan setelah seluruh koordinasi dengan KSOP Lhokseumawe selesai dilakukan.

Sekda juga menyoroti persoalan listrik dan energi. Ia meminta PLN mempercepat penyelesaian tower transmisi Bireuen–Arun. Ia juga meminta penambahan kuota BBM dan LPG karena banyak wilayah sudah kehabisan stok.

“Dalam 24 jam ke depan kita konsentrasi membereskan jalur-jalur kritis agar semua penanganan lainnya bisa mengikuti,” ujar Sekda. []

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Berita

Sinergi Strategis dengan Muhammadiyah: BSI Perkuat Ekosistem Investasi Emas Lewat Kemitraan MBC Gold

Aceh

DWP Aceh Salurkan Bantuan untuk Puluhan Lansia Korban Kebakaran

Aceh

Hingga Akhir Triwulan III 2026, Pengadilan Tinggi Banda Aceh Selesaikan 679 Perkara Banding

Berita

Wagub Fadhlullah Buka Musrenbang RKPA Tahun 2026 dan Forum Konsultasi Publik RPJMA 2025-2029

Berita

Pemkab Aceh Besar Peringati Hari Kesaktian Pancasila

Berita

Bupati Ajak Pemuda Satukan Visi Bangun Aceh Besar

Aceh Besar

BPBD Aceh Besar Gerak Cepat Lakukan Penanganan Pohon Tumbang di Kuta Cot Glie

Berita

Momen Hangat Kapolri Kunjungi Keluarga AKP Anumerta Lusiyanto, Ungkap Dukacita Mendalam