Home / Banda Aceh

Jumat, 28 Agustus 2026 - 12:05 WIB

Direktur RSUDZA Muhazar: Alumni Fellowship Onkologi Harus Jadi Penggerak Layanan Kanker di Aceh

REDAKSI

Direktur RSUD dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Muhazar (tengah/kiri) secara simbolis melepas peserta Fellowship Onkologi yang telah menyelesaikan pendidikan klinis di RSUDZA, Banda Aceh, Jumat (28/8/2026).

Direktur RSUD dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Muhazar (tengah/kiri) secara simbolis melepas peserta Fellowship Onkologi yang telah menyelesaikan pendidikan klinis di RSUDZA, Banda Aceh, Jumat (28/8/2026).

Banda Aceh — RSUD dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia dan pelayanan kesehatan, khususnya di bidang onkologi. Komitmen tersebut ditandai dengan pelepasan peserta Fellowship Onkologi RSUDZA yang telah menyelesaikan proses pendidikan dan pelayanan klinis, Jumat (28/8/2026).

Direktur RSUDZA Muhazar mengatakan, pelepasan peserta fellowship bukan seremoni berakhirnya proses pendidikan, tetapi menjadi momentum dimulainya tanggung jawab baru bagi para peserta untuk mengabdikan kompetensi yang telah diperoleh kepada masyarakat.

“Atas nama Direksi RSUD dr. Zainoel Abidin, saya menyampaikan selamat dan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah menyelesaikan Fellowship Onkologi. Kompetensi yang diperoleh selama proses pendidikan harus dikembalikan sebesar-besarnya untuk kepentingan pasien dan masyarakat,” ujar Muhazar.

Menurut Muhazar, para peserta yang sebelumnya telah memiliki kompetensi sebagai dokter spesialis menjalani proses pendidikan dan pelayanan klinis secara terstruktur untuk memperkuat kemampuan di bidang onkologi.

Baca Juga :  Piala Presiden 2026: Belajar dari Tragedi Senegal, Ketua DPRK Banda Aceh Lepas SSB Barona dan Lambhuk FA ke Yogyakarta

Karena itu, kompetensi tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai tambahan pengetahuan maupun portofolio profesional, tetapi diterapkan secara nyata untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di daerah masing-masing.

Muhazar juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua KSM Ilmu Penyakit Dalam, koordinator dan subkoordinator fellowship, para dokter pendidik dan pembimbing klinis, tenaga kesehatan, pengelola pendidikan serta seluruh unit pelayanan yang telah mendukung proses pendidikan.

“Pendidikan dokter dengan kompetensi lanjutan merupakan kerja bersama. Ada proses pembelajaran, supervisi klinis, penyediaan kasus, pengelolaan fasilitas, penjaminan mutu dan evaluasi kompetensi. Karena itu, keberhasilan peserta hari ini merupakan keberhasilan seluruh tim,” katanya.

Ia menegaskan, Fellowship Onkologi merupakan bagian dari kontribusi RSUDZA sebagai rumah sakit pendidikan. Selain menjadi rumah sakit rujukan tertinggi di Aceh, RSUDZA juga memiliki peran dalam pengembangan ilmu pengetahuan, peningkatan kompetensi tenaga medis, penelitian, inovasi serta penguatan budaya pelayanan yang bermutu dan berorientasi pada keselamatan pasien.

Baca Juga :  Illiza Lantik 17 Pejabat Eselon II Pemko Banda Aceh

Terkait pelayanan kanker, Muhazar menilai Aceh masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain pasien yang datang dalam kondisi stadium lanjut, rendahnya pemahaman masyarakat mengenai faktor risiko dan tanda awal kanker, keterbatasan layanan di daerah serta perlunya penguatan sistem rujukan.

Karena itu, para alumni Fellowship Onkologi diharapkan dapat menjadi penggerak penguatan pelayanan kanker di rumah sakit kabupaten dan kota.

“Kami berharap para alumni dapat memperkuat deteksi dini, tata laksana awal, edukasi masyarakat serta memastikan pasien yang membutuhkan pelayanan lanjutan mendapatkan rujukan secara tepat waktu,” ujarnya.

Menurutnya, alumni fellowship juga memiliki tanggung jawab untuk mentransfer pengetahuan kepada dokter, perawat dan tenaga kesehatan lainnya sehingga kapasitas pelayanan tidak hanya bertumpu pada individu, tetapi berkembang menjadi kekuatan tim.

Baca Juga :  Wali Kota Buka Profiling Guru “Guru Berdaya”, Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan Banda Aceh

RSUDZA juga akan mempertahankan jejaring dengan para alumni melalui konsultasi kasus kompleks, diskusi ilmiah, pendampingan pelayanan dan pengembangan penelitian.

“Keberhasilan pelayanan onkologi di Aceh tidak dapat dibangun oleh RSUDZA sendiri. Kita membutuhkan jejaring yang kuat antara RSUDZA dengan rumah sakit kabupaten dan kota,” tegas Muhazar.

Ia berharap para peserta membawa pulang bukan hanya kompetensi klinis, tetapi juga nilai profesionalisme, disiplin, kolaborasi, empati dan kerendahan hati.

“Pasien onkologi tidak hanya membutuhkan ketepatan diagnosis dan terapi. Mereka juga membutuhkan dokter yang mampu mendengarkan, memberikan penjelasan dengan jujur dan mendampingi pasien serta keluarganya,” katanya.

Dengan penguatan kompetensi dan jejaring tersebut, RSUDZA berharap pelayanan kanker di Aceh semakin merata, responsif dan bermutu, sekaligus mampu memperkuat sistem rujukan dan mengurangi kesenjangan pelayanan kesehatan antara rumah sakit rujukan dan rumah sakit di daerah.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Banda Aceh

FDK UIN Ar-Raniry Teken MoA dengan Kementerian Haji dan Umrah Kota Banda Aceh

Banda Aceh

Wali Kota Banda Aceh Salurkan Bantuan Masa Panik untuk Korban Kebakaran di Gampong Doy

Banda Aceh

RSUD Meuraxa Catat Nyeri Dada, Pneumonia, dan Stroke Dominasi Rawat Inap 2025

Banda Aceh

Bank Aceh Syariah Salurkan Zakat Rp200 Juta ke Baitul Mal Banda Aceh

Banda Aceh

Kuasa Hukum Tegaskan Ibu Anita Sah Ikuti Seleksi JPT Pratama Pemerintah Aceh

Banda Aceh

Kebakaran Kios Kayu di Lamgugob Merugi Rp15 Juta, BPBD Banda Aceh Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Banda Aceh

PT Surveyor Indonesia Buka Kantor Cabang Aceh, Gelar Doa Bersama dan Salurkan Bantuan Pascabencana

Banda Aceh

Di Balik Secangkir kopi Aceh, Ampon Bram dan Jurnalis Bahas Politik Nasional hingga Narkoba