Banda Aceh – Salah seorang Donatur pembelian Pesawat pertama Republik Indonesia Nyak Sandang, Warga Lhut Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi Aceh meninggal dunia, Selasa 7 April 2026. Almarhum dikebumikan di Gampong setempat pada hari ini juga.
“Innalillahi wainna ilaihirajuin” Tulis sejumlah warga group Whatsapp App yang melihat postingan kabar kepulangan ke hadirat ilahi, sang pria penyumbang dana kepada Pemerintah RI untuk pembelian pesawat terbang pada masa awal kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini.
Sebagaimana diketahui bersama Nek Nyak Sandang berawal dari terpublisnya sebuah obligasi kwitansi tanda penyerahan sejumlah uang kepada pemerintah RI masa kepemimpinan Ir Soekarno. Sebagai balas jasa, Perintah RI melalui kebijakan Presiden Republik Indonesia Ir Joko Widodo, keberadaan Nyak Sandang si sambut baik dan diberikan sejumlah fasilitas.
Antara lain, pembangunan satu buah masjid di Gampong Lhut yang dikenal sekarang sebutan Masjid Nyak Sandang, memberangkatkan Nyak Sandang ke Tanah Suci, dan memberikan pelayanan kesehatan serta kesejahteraan hidup bagi Nyak Sandang hingga akhir usianya.
Kecuali Nyak Sandang tidak ada seorang pun yang berhasil menunjukan obligasi tanda menyumbang kepada Pemerintah RI saat itu, hingga saat ini.
Adapun jumlah dana yang disumbang Nyak Sandang saat ini sebesar Rp 100 (seratus rupiah) dari hasil menjual sepetak tanah dan 18 gram emas saat itu.
Sekilah terkait kisah Leluhur Garuda Indonesia
Dakota RI-001 Seulawah adalah pesawat angkut yang menjadi salah satu pesawat awal milik Republik Indonesia.
Pesawat jenis Dakota dengan nomor sayap RI-001 yang diberi nama Seulawah ini dibeli dari uang sumbangan rakyat Aceh pada pertengahan 1948.
Misi pembelian dilakukan di Singapura dipimpin oleh Wiweko Supono. Pesawat tiba di Tanah Air pada Oktober 1948.
Meskipun diberi nomor registrasi 001, pesawat pertama yang dibeli oleh pemerintah Indonesia sebenarnya adalah Avro Anson RI-003, yang sudah diterbangkan ke Indonesia sekaligus melalukan misi pemerbangan pada Desember 1947.
Pesawat Dakota RI-001 Seulawah ini adalah cikal bakal berdirinya perusahaan penerbangan niaga pertama, Indonesian Airways. Pesawat ini besar jasanya dalam perjuangan awal pembentukan negara Indonesia.
Pesawat Dakota DC-3 Seulawah ini memiliki panjang badan 19,66 meter dan rentang sayap 28.96 meter, ditenagai dua mesin Pratt & Whitney berbobot 8.030 kg serta mampu terbang dengan kecepatan maksimum 346 km/jam. (Dahlan)
Editor: Dahlan









