Home / Daerah

Sabtu, 17 Januari 2026 - 15:53 WIB

Eks Pengurus KADIN Pidie Kritik Ketua, Desak Evaluasi Pengelolaan Dapur MBG

Redaksi

Mantan pengurus KADIN Pidie, Ibrahim, menyampaikan kritik terhadap kepemimpinan KADIN Pidie dan mendesak KADIN Aceh melakukan evaluasi menyeluruh atas pengelolaan organisasi dan Dapur MBG.(17/01/2026).

Mantan pengurus KADIN Pidie, Ibrahim, menyampaikan kritik terhadap kepemimpinan KADIN Pidie dan mendesak KADIN Aceh melakukan evaluasi menyeluruh atas pengelolaan organisasi dan Dapur MBG.(17/01/2026).

Pidie — Konflik internal di tubuh Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Pidie kembali mencuat ke ruang publik. Seorang mantan pengurus KADIN Pidie, Ibrahim dari UD Raihan Jaya, melontarkan kritik keras terhadap kepemimpinan Ketua KADIN Pidie, Muhammad Junaidi, yang dinilai tidak transparan dan sarat konflik kepentingan.

Ibrahim mengungkapkan, dirinya telah mendampingi Ketua KADIN Pidie selama hampir tiga tahun sejak kepengurusan terbentuk. Namun, setelah menyampaikan kritik terkait pengelolaan organisasi, namanya justru dicoret dari struktur kepengurusan.

“Tiga tahun saya mendampingi beliau. Tapi begitu saya menyampaikan kritik, nama saya langsung dihapus dari kepengurusan KADIN,” ujar Ibrahim kepada media, Sabtu (17/1/2026).

Baca Juga :  Pemerintah Aceh dan Pemkab Bireuen Perkuat Sinergi Tangani Dampak Sosial Pasca Banjir

Selain itu, ia menyoroti belum dilantiknya kepengurusan KADIN Pidie hingga saat ini, meski ketua terpilih sejak Februari 2023. Padahal, menurutnya, berbagai upaya telah dilakukan untuk merealisasikan pelantikan tersebut, termasuk dengan mengedarkan proposal kepada sejumlah BUMN dan BUMD di Kabupaten Pidie.

“Proposal pelantikan sudah pernah kami edarkan, tetapi sampai sekarang tidak ada kejelasan. Kondisi ini membuat status kelembagaan KADIN Pidie menjadi tidak pasti dan berdampak pada mandeknya sejumlah program kerja,” ungkapnya.

Ibrahim juga menyoroti dugaan pemanfaatan organisasi untuk kepentingan keluarga, khususnya dalam pengelolaan Dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG), program strategis nasional yang bersumber dari APBN. Ia menilai pengelolaan dapur tersebut berlangsung tertutup dan minim pelibatan pengurus maupun pelaku usaha lokal.

Baca Juga :  Kapolda Dampingi Kapolri Tinjau Lokasi Pengungsian Korban Banjir dan Polres Aceh Tamiang

“Pengelolaan Dapur MBG seharusnya terbuka dan profesional. Jika dikelola oleh keluarga tanpa mekanisme yang jelas, ini berpotensi menimbulkan konflik kepentingan dan merusak kepercayaan publik,” tegasnya.

Atas kondisi tersebut, Ibrahim mendesak Ketua KADIN Aceh untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kepengurusan KADIN Pidie demi menjaga marwah organisasi.

“Evaluasi sangat penting agar kredibilitas KADIN tetap terjaga dan program-program yang dibiayai negara benar-benar dikelola secara akuntabel,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Muhammad Junaidi belum memberikan tanggapan resmi terkait berbagai tudingan yang disampaikan mantan pengurus tersebut.

Baca Juga :  Pj Ketua TP PKK Safriati Ingatkan Pentingnya Keberlanjutan dan Keterpaduan Program Kerja

Sementara itu, pengamat kebijakan publik Aceh, Muharram Zein, menilai konflik internal yang berkepanjangan dapat melemahkan peran KADIN sebagai mitra strategis pemerintah dan wadah pengusaha.

“KADIN seharusnya menjadi contoh tata kelola organisasi yang baik. Jika ada indikasi penyimpangan wewenang, konflik kepentingan, serta belum dilantiknya pengurus dalam waktu lama, maka KADIN tingkat provinsi perlu turun tangan melakukan pembenahan,” jelas Muharram.

Sorotan terhadap pengelolaan Dapur MBG kian menguat seiring meningkatnya tuntutan transparansi publik. Masyarakat dan pelaku usaha di Kabupaten Pidie berharap KADIN Aceh segera mengambil langkah tegas guna memastikan organisasi tetap berjalan profesional dan berorientasi pada kepentingan publik.(**)

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Daerah

Ditpolairud Polda Aceh Gelar Donor Darah dalam Rangka HUT ke-75

Daerah

Peusijuek Awali Hari Pertama Sekolah Siswa SMA Negeri 1 Matangkuli Pascabanjir

Daerah

Bentuk Pengawasan, Personil Piket Polresta Banda Aceh Cek Kondisi Tahanan

Daerah

Pj Bupati Taufik Salurkan Paket Bantuan Program Gemarikan

Daerah

Wakil Ketua DPRK Aceh Selatan Minta Pemkab Sediakan Mobil Damkar untuk Kota Bahagia

Daerah

Bupati Aceh Barat Luncurkan Kartu Aceh Barat Sehat untuk Bantu Pasien Rujukan

Daerah

Bayi Merah Ditemukan Terlantar di Kardus Pinggir Jalan Pidie, Dikerumuni Semut Hidup-Hidup

Daerah

Syech Muharram Berbaur Akrab dengan Seluruh OPD Aceh Besar