Home / Ekonomi

Selasa, 20 Januari 2026 - 20:44 WIB

Harga Emas di Aceh Tembus Rp8,6 Juta per Mayam, Akankah Menuju Rp10 Juta?

Redaksi

Harga emas di Aceh kembali mencetak rekor dengan menembus Rp8,6 juta per mayam. Warga bertanya, akankah emas melaju ke Rp9–10 juta per mayam? (20/01/2026).

Harga emas di Aceh kembali mencetak rekor dengan menembus Rp8,6 juta per mayam. Warga bertanya, akankah emas melaju ke Rp9–10 juta per mayam? (20/01/2026).

Banda Aceh — Harga emas di Aceh kembali mencetak rekor baru. Setelah sebelumnya menembus angka Rp8,5 juta per mayam, kini harga emas resmi naik dan berada di kisaran Rp8,6 juta per mayam, sesuai dengan prediksi yang telah disampaikan sejak awal tahun lalu, (20/01/2025).

Kenaikan harga emas ini sontak menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat Aceh, khususnya di Banda Aceh dan sekitarnya. Emas yang selama ini dikenal sebagai instrumen investasi paling aman, kembali membuktikan ketangguhannya di tengah kondisi ekonomi global yang belum sepenuhnya stabil.

Baca Juga :  Wakili Bupati, Staf Ahli Hadiri Panen Raya Jagung Kuartal II Serentak

Sejumlah pedagang emas di Pasar Aceh menyebutkan, lonjakan harga ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari ketidakpastian ekonomi global, pelemahan nilai tukar, hingga meningkatnya minat masyarakat terhadap emas sebagai aset lindung nilai (safe haven).

“Permintaan emas masih tinggi, terutama menjelang momen-momen tertentu seperti pernikahan dan kebutuhan investasi. Selama faktor global belum stabil, harga emas masih berpotensi naik,” ujar salah seorang pedagang emas di Banda Aceh.

Tak sedikit warga Aceh yang mengaitkan kenaikan harga emas ini dengan prediksi yang sudah digaungkan sejak awal tahun lalu. Kini, dengan harga menyentuh Rp8,6 juta per mayam, muncul pertanyaan besar di tengah masyarakat: apakah harga emas akan terus melambung dan menembus Rp9 juta, bahkan Rp10 juta per mayam?

Baca Juga :  Harga Beras di Aceh Besar Turun

Pengamat ekonomi menilai peluang tersebut masih terbuka. Selama kondisi geopolitik global, inflasi, dan kebijakan moneter dunia belum menunjukkan stabilitas penuh, emas masih akan menjadi primadona. Namun demikian, masyarakat tetap diimbau untuk bersikap bijak, tidak panik, serta mempertimbangkan tujuan jangka panjang sebelum membeli atau menjual emas.

Baca Juga :  Pedagang Curhat ke Wagub Fadhlullah: Harga Bergerak Naik, Daya Beli Berkurang

Bagi sebagian warga Aceh, kenaikan harga emas ini disambut dengan rasa syukur, terutama bagi mereka yang telah lama menyimpan emas sebagai tabungan. Namun di sisi lain, lonjakan harga ini juga menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat yang ingin membeli emas untuk kebutuhan adat, mahar, maupun perhiasan.

Satu hal yang pasti, emas kembali membuktikan dirinya sebagai “aset paling setia”, dan pergerakannya ke depan masih akan terus menjadi sorotan publik.(**)

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Waspada Gebyar Undian Berhadiah, Bank Aceh Imbau Nasabah Jaga Kerahasiaan Data Pribadi dan Abaikan Pesan Hoax

Berita

Presiden Prabowo Lepas Ekspor Perdana 1.200 Ton Jagung ke Malaysia

Ekonomi

“Transaksi QRIS di Aceh Tumbuh Pesat, Capai Rp1,98 Triliun hingga September 2025”

Daerah

Mualem Dukung Petani Cabai dan Nilam untuk Kendalikan Inflasi dan Tingkatkan Ekonomi

Ekonomi

Mualem Panen Lobster di Keramba Nelayan Ulee Lheue

Ekonomi

Mualem dan DPRA Bahas Rancangan APBA 2026

Ekonomi

Rasa Manis dari Ujung Negeri: Kisah Cokbang, Simbol Kebangkitan Kakao Sabang

Aceh Besar

Perekonomian Meningkat, Aktivitas Pasar Ketapang di Aceh Besar Semakin Ramai