Home / Ekonomi

Kamis, 15 Januari 2026 - 20:32 WIB

Harga Emas di Banda Aceh Tembus Rp8,1 Juta per Mayam, Minat Pembeli Tetap Stabil

REDAKSI

Pantauan di kawasan Pasar Aceh, Banda Aceh, Rabu (14/1/2026), harga emas tercatat telah menyentuh angka Rp8.100.000 per mayam, belum termasuk ongkos pembuatan. Foto : toko emas Italy pasar Aceh

Pantauan di kawasan Pasar Aceh, Banda Aceh, Rabu (14/1/2026), harga emas tercatat telah menyentuh angka Rp8.100.000 per mayam, belum termasuk ongkos pembuatan. Foto : toko emas Italy pasar Aceh

Banda Aceh – Harga jual beli emas di pasaran terus menunjukkan tren kenaikan sejak awal tahun 2026. Kondisi ini dipicu oleh dinamika dan konflik global yang berdampak langsung pada pergerakan harga emas dunia sebagai aset lindung nilai (safe haven).

Pantauan di kawasan Pasar Aceh, Banda Aceh, Rabu (14/1/2026), harga emas tercatat telah menyentuh angka Rp8.100.000 per mayam, belum termasuk ongkos pembuatan. Angka tersebut mengalami kenaikan dibandingkan beberapa pekan sebelumnya dan mengikuti fluktuasi harga emas internasional.

Baca Juga :  Wakili Bupati, Staf Ahli Hadiri Panen Raya Jagung Kuartal II Serentak

Salah seorang pedagang emas di Pasar Aceh, Daffa, mengatakan bahwa lonjakan harga emas saat ini merupakan imbas langsung dari pergerakan pasar global yang dalam beberapa minggu terakhir cenderung mengalami penguatan.

“Kenaikan harga emas di awal tahun ini mengikuti harga pasar internasional. Perubahannya cukup cepat,” ujar Daffa.

Ia menjelaskan, dalam satu hari harga emas bahkan bisa mengalami perubahan hingga tiga sampai empat kali, tergantung kondisi pasar dan nilai tukar. Meski demikian, aktivitas jual beli emas di Pasar Aceh masih terpantau normal.

Baca Juga :  Pedagang Curhat ke Wagub Fadhlullah: Harga Bergerak Naik, Daya Beli Berkurang

“Walaupun harga naik, transaksi tetap berjalan. Masyarakat masih menjadikan emas sebagai aset simpanan atau tabungan jangka panjang,” tambahnya.

Menurut Daffa, minat masyarakat membeli emas masih relatif stabil karena dianggap aman untuk menjaga nilai kekayaan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Ia juga memprediksi harga emas dalam waktu dekat masih berpotensi mengalami kenaikan, seiring belum meredanya situasi global.

Namun demikian, Daffa mengimbau masyarakat agar lebih cermat sebelum melakukan transaksi jual beli emas. Warga disarankan untuk rutin memantau pergerakan harga dan mempertimbangkan waktu yang tepat agar memperoleh nilai transaksi yang maksimal.

Baca Juga :  Ketua PKK Aceh Dukung Pembentukan Koperasi Desa di Gampong Crueng, Pidie

“Baik untuk membeli maupun menjual, sebaiknya lihat dulu pergerakan harga. Jangan terburu-buru, agar tidak merugi,” pungkasnya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa meski harga emas terus merangkak naik, emas tetap menjadi pilihan favorit masyarakat Aceh sebagai instrumen investasi yang dinilai aman dan menguntungkan dalam jangka panjang.(**)

Editor: Mulyadi

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Jeffrey Hendrik Resmi Ditunjuk sebagai PJS Direktur Utama BEI

Ekonomi

Didukung 19.293 Agen di Aceh, BSI Tingkatkan Inklusi Keuangan Hingga Pelosok

Ekonomi

Karya Kreatif Indonesia 2026 Angkat Kekayaan Budaya Aceh  melalui Tema “Beudaya Meusare Sare”

Ekonomi

Ketua TP PKK Aceh Ajak Masyarakat Manfaatkan Janeng untuk Meningkatkan Perekonomian Keluarga

Ekonomi

Cicil Emas BSI Makin Diminati, Meningkat Lebih dari 97,90% Setahun

Ekonomi

Harga Emas Pegadaian Sabtu 6 Juni 2026: Produk Galeri 24, Antam, dan UBS Terpantau Stabil

Ekonomi

BSI–Pemko Banda Aceh Hadirkan “Banda Aceh Berhaji”, Ustadz Hanan Attaki Isi Kajian Spiritual

Ekonomi

BSI Aceh Gelar Literasi Keuangan Syariah bagi Insan Pers di Momentum Ramadhan