Banda Aceh – Illiza Sa’aduddin Djamal selaku Wali Kota Banda Aceh menunjukkan respons cepat terhadap keluhan masyarakat terkait durasi lampu lalu lintas di Simpang Oman yang dinilai terlalu singkat dan menyebabkan antrean kendaraan cukup panjang, terutama pada jam sibuk, Jum’at, 20 februari 2026.
Keluhan tersebut muncul setelah adanya perubahan pola arus kendaraan akibat penutupan Jalan T. Syarief Thayeb di depan RSUD dr. Zainoel Abidin. Penutupan akses tersebut membuat volume kendaraan meningkat signifikan di jalur alternatif, termasuk di kawasan Simpang Oman yang merupakan salah satu titik pertemuan arus lalu lintas padat di pusat kota.
Warga menilai durasi lampu hijau yang sebelumnya diterapkan sudah tidak lagi relevan dengan kondisi lalu lintas terbaru. Akibatnya, antrean kendaraan sering mengular dan memperlambat mobilitas masyarakat, khususnya pada pagi dan sore hari.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Wali Kota Illiza langsung memerintahkan Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh untuk melakukan langkah cepat dengan berkoordinasi bersama Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Aceh. Koordinasi ini diperlukan karena simpang tersebut berada pada ruas jalan nasional yang menjadi kewenangan pemerintah pusat.
“Keluhan masyarakat harus segera ditindaklanjuti, apalagi menyangkut keselamatan dan kelancaran lalu lintas. Pemerintah kota tidak boleh lambat dalam merespons persoalan yang berdampak langsung pada aktivitas warga,” ujar Illiza.
Koordinasi yang dilakukan secara intens membuahkan hasil dalam waktu singkat. Pihak BPTD langsung melakukan evaluasi lapangan serta penyesuaian durasi lampu lalu lintas, khususnya pada simpang PDAM yang merupakan bagian dari sistem pengaturan arus di kawasan tersebut.
Penyesuaian dilakukan kurang dari 24 jam sejak laporan masyarakat diterima. Setelah perubahan durasi lampu diberlakukan, arus kendaraan dilaporkan mulai lebih lancar dan antrean panjang yang sebelumnya terjadi berkurang secara signifikan.
Langkah cepat ini mendapat apresiasi dari masyarakat karena menunjukkan sinergi efektif antara pemerintah daerah dan instansi pusat dalam menangani persoalan transportasi perkotaan.
Wali Kota Illiza juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Banda Aceh akan terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, terutama pada sektor lalu lintas dan transportasi yang menjadi kebutuhan utama masyarakat perkotaan.
Ia mengimbau masyarakat agar terus menyampaikan masukan konstruktif demi perbaikan pelayanan ke depan.
“Kolaborasi yang cepat dan tepat adalah kunci menghadirkan kenyamanan bagi masyarakat. Kami akan terus hadir dan responsif terhadap setiap persoalan warga,” tambahnya.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Banda Aceh dalam menjaga kelancaran mobilitas masyarakat, khususnya pada titik-titik rawan kemacetan yang berada di pusat aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan.(**)
Editor: Redaksi









