Home / Daerah / Peristiwa

Kamis, 23 April 2026 - 06:34 WIB

Jalur Penghubung Aceh Tengah-Pidie Putus Total Akibat Longsor di Gunong Pijut

REDAKSI

Material longsor berupa bongkahan batu besar dan batang pohon menutup akses jalan di kawasan Km 37 Gunong Pijut, perbatasan Pameu (Aceh Tengah) dan Geumpang (Pidie), Rabu (22/4/2026).

Material longsor berupa bongkahan batu besar dan batang pohon menutup akses jalan di kawasan Km 37 Gunong Pijut, perbatasan Pameu (Aceh Tengah) dan Geumpang (Pidie), Rabu (22/4/2026).

Aceh Tengah – Akses transportasi yang menghubungkan Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Pidie kembali lumpuh total pada Rabu (22/4/2026). Longsor besar terjadi di kawasan Km 37 Gunong Pijut sekitar pukul 11.30 WIB, tepat di titik perbatasan antara Pameu (Aceh Tengah) dan Geumpang (Pidie).

​Berdasarkan informasi warga dan rekaman video yang beredar di media sosial, longsor dipicu oleh runtuhnya material dari tebing curam di kawasan Gunong Pijut. Material longsoran meliputi:

​Bongkahan batu berukuran besar.

​Timbunan tanah.

Baca Juga :  Wujud Kepedulian, Klinik Pratama Adhyaksa Kejati Aceh Gelar Layanan Kesehatan Gratis

​Pepohonan yang terseret dari lereng.

​Besarnya volume material menyebabkan badan jalan tertutup sepenuhnya, sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas sama sekali.

​Meski berada di perbatasan, pihak terkait mengonfirmasi bahwa secara administratif titik longsor masuk ke dalam wilayah Kabupaten Aceh Tengah. Penegasan ini bertujuan untuk mempercepat koordinasi penanganan darurat antar-daerah.

​Kawasan Gunong Pijut sendiri memang dikenal memiliki karakteristik alam yang ekstrem:

​Kontur Terjal: Lereng yang curam dan struktur tanah yang labil.

​Rawan Bencana: Sangat rentan terhadap pergerakan tanah, terutama saat curah hujan tinggi dan sistem drainase alami yang tidak memadai.

Baca Juga :  Gubernur Acèh Resmi Lantik Bupati / Wakil Bupati Gayo Lues

​Dampak Terhadap Masyarakat dan Ekonomi

​Putusnya jalur vital ini membawa dampak signifikan bagi mobilitas regional:

​Gangguan Mobilitas: Warga terpaksa mencari jalur alternatif yang memakan waktu lebih lama dan biaya lebih mahal.

​Logistik Terhambat: Distribusi bahan pokok serta hasil pertanian dari dataran tinggi Gayo terancam tersendat.

​Ekonomi Lokal: Aktivitas ekonomi yang bergantung pada jalur lintas kabupaten ini mengalami gangguan serius.

Baca Juga :  Empat Program Prioritas Dinas Dayah Aceh Digenjot, Muhsin: Perkuat Kualitas dan Kemandirian Dayah

​Imbauan: Masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi longsor susulan mengingat kondisi tanah yang belum stabil pascakejadian, terutama saat cuaca ekstrem melanda.

​Saat ini, koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Pidie menjadi kunci utama. Diperlukan tindakan cepat berupa pengiriman alat berat untuk pembersihan material agar normalisasi jalan dapat segera dilakukan.

​Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya mitigasi bencana jangka panjang, seperti perbaikan drainase, penguatan vegetasi penahan tanah, serta pemantauan rutin pada titik-titik rawan di sepanjang jalur pegunungan tersebut.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Daerah

Investor Malaysia Tinjau Sabang, Rencana Bangun Hub Bunkering Internasional

Daerah

Yonif TP 857/GG Gelar Karya Bhakti Bangun Dayah di Pidie

Daerah

Momen Hari Lahir Pancasila, Kapolres Gayo Lues Beri Penghargaan kepada Istri Personel Berprestasi

Peristiwa

TNI, Damkar, BPBD dan Warga Padamkan Kebakaran 13 Ruko di Aceh Selatan.

Daerah

Prajurit Kodam IM Rampungkan Pemasangan Jembatan ARMCO Tahap I di Aceh Timur

Daerah

Mahasiswa STIK Polri Gelar Trauma Healing untuk Korban Banjir dan Longsor di Pidie Jaya

Daerah

Bapas Nagan Raya Teken Komitmen Bersama dan Pakta Integritas 2025

Daerah

Kapolres Lhokseumawe Apresiasi 50 Personel Brimob Kaltim Bangun Jembatan Darurat di Aceh Utara