Home / Aceh / Berita

Sabtu, 27 Desember 2025 - 21:37 WIB

Jembatan Bailey Kutablang Resmi Difungsikan,kendaraan yang dibatasi maksimal 30 ton

REDAKSI

Jembatan Bailey Krueng Tingkeum di Kutablang, Bireuen, Aceh, yang dibangun oleh prajurit TNI dan diresmikan pada Sabtu, 27 Desember 2025, sebagai solusi sementara setelah jembatan permanen rusak akibat banjir, Foto: Dok. Ist

Jembatan Bailey Krueng Tingkeum di Kutablang, Bireuen, Aceh, yang dibangun oleh prajurit TNI dan diresmikan pada Sabtu, 27 Desember 2025, sebagai solusi sementara setelah jembatan permanen rusak akibat banjir, Foto: Dok. Ist

Bireuen — Kementerian Pekerjaan Umum merampungkan pembangunan Jembatan Bailey Krueng Tingkeum di Kutablang, Bireuen. Jembatan darurat itu mulai difungsikan pada Sabtu, 27 Desember 2025.

Perakitan jembatan dilakukan prajurit TNI dari Zidam Kodam Iskandar Muda dan Zipur 16, dengan dukungan BUMN PT Adhi Karya serta kontraktor lokal PT Krueng Meuh. Peresmian ditandai dengan prosesi peusijuek dan penyerahan santunan kepada anak yatim.

Direktur Pembangunan Jembatan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PU, Rakhman Taufik, mengatakan pembangunan jembatan darurat tersebut dilakukan pascarusaknya jembatan permanen akibat banjir pada 27 November 2025.

Baca Juga :  Universitas Sains Malaysia Kunjungi Dekranasda Aceh Besar. 

“Alhamdulillah hari ini jembatan Bailey Krueng Tingkeum sudah siap dan bisa dilintasi kendaraan,” kata Rakhman kepada wartawan.

Jembatan Bailey Kutablang Resmi Difungsikan, Sistem Penyeberangan Buka-Tutup

Ia menegaskan jembatan bailey memiliki keterbatasan kapasitas, sehingga kendaraan yang melintas dibatasi maksimal 30 ton. Jembatan ini memiliki panjang 63 meter, lebar 4 meter, dan tinggi 4 meter. Sistem lalu lintas diberlakukan buka-tutup untuk menjaga keamanan konstruksi.

“Kami minta semua pengguna jalan mematuhi batas muatan agar jembatan ini tetap aman digunakan sampai jembatan permanen dibangun,” ujarnya.

Baca Juga :  Ketua DPR Aceh Desak Pemerintah Segera Realisasikan APBA 2025

Proses Pembangunan Jembatan Bailey di Jalinsum Kutablang Masih Tunggu Material dari Medan

Bupati Bireuen Mukhlis menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat dan seluruh pihak yang terlibat dalam percepatan pembangunan jembatan darurat tersebut. Menurut dia, Jembatan Krueng Tingkeum memiliki peran strategis karena menghubungkan Bireuen dengan sejumlah kabupaten dan kota lain di Aceh.

“Putusnya jembatan ini bukan hanya berdampak bagi Bireuen, tapi juga wilayah lain. Sekarang, meski masih darurat, masyarakat sudah sangat terbantu,” kata Mukhlis.

Wakil Kepala Zidam Iskandar Muda, Surya Adi Primawan mengatakan prajurit TNI menyelesaikan perakitan jembatan bailey dalam waktu 14 hari. Menurut dia, percepatan dilakukan karena jalur tersebut menjadi akses utama mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.

Baca Juga :  Banda Aceh Dapat Fasilitas Digitalisasi Dashboard SMP, Illiza Hadiri Rakor Nasional Pendidikan 2026

Sebelumnya, banjir bandang dan tanah longsor menyebabkan jembatan di lokasi itu rusak berat hingga terputus. Kondisi tersebut mengganggu arus transportasi, aktivitas ekonomi, serta distribusi barang dan jasa, terutama di jalur Bireuen–Lhokseumawe.

Pemerintah berharap pengoperasian jembatan bailey dapat menjadi solusi sementara untuk memulihkan aktivitas masyarakat sembari menunggu pembangunan jembatan permanen.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Berita

Pangdam IM Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Seulawah 2024 di Banda Aceh

Aceh Besar

Tim Gabungan Satpol PP dan WH Aceh Besar Gelar Pengawasan Syariat Islam 

Berita

Temui Wali Nanggroe & Ketua DPRA, Wagub Ingatkan Draft Revisi UUPA harus Segera Diserahkan ke DPR RI

Berita

Pemkab Aceh Besar Serahkan Juara Pawai Takbir Idul Fitri 1446 H

Berita

Plt Sekda Aceh Gelar Rapat dengan BPKP Bahas Langkah Hibah RS Regional ke Pemkab Aceh Tengah 

Berita

Satgas Ops Lilin Seulawah-2024 bersama Jasa Raharja Berikan Layanan Kesehatan Gratis kepada Masyarakat

Aceh

Polda Aceh Siap Kawal Program MBG untuk Wujudkan Generasi Emas Indonesia

Berita

Bupati Syech Muharram Tegaskan RPJM Sesuai dengan Visi-Misi Aceh Besar