Home / Internasional

Senin, 16 Februari 2026 - 20:42 WIB

Jenderal Iran Ancam Trump: Perang dengan AS Akan Jadi “Pelajaran Keras”

Redaksi

Mayor Jenderal Abdolrahim Mousavi memperingatkan Presiden AS Donald Trump bahwa perang baru dengan Amerika Serikat akan menjadi “pelajaran keras” bagi Washington.(16/2/2026).

Mayor Jenderal Abdolrahim Mousavi memperingatkan Presiden AS Donald Trump bahwa perang baru dengan Amerika Serikat akan menjadi “pelajaran keras” bagi Washington.(16/2/2026).

Teheran – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas. Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Mayor Jenderal Abdolrahim Mousavi, melontarkan peringatan keras kepada Presiden AS, Donald Trump, terkait kemungkinan konfrontasi militer antara kedua negara.

Dalam pernyataannya yang dikutip media internasional TRT World pada Senin (16/2/2026), Mousavi menegaskan bahwa setiap bentuk perang baru dengan Washington akan berujung pada konsekuensi berat bagi pihak Amerika.

“Trump harus tahu bahwa dia akan memasuki konfrontasi yang memberikan pelajaran keras, yang hasilnya akan memastikan bahwa dia tidak lagi meneriakkan ancaman di seluruh dunia,” tegas Mousavi.

Peringatan Terbuka dari Teheran

Baca Juga :  Brigade Al Qassam Tembakkan Peledak ke Tank Israel

Pernyataan tersebut mencerminkan sikap tegas militer Iran dalam menghadapi tekanan dan ancaman dari Washington. Hubungan kedua negara memang telah lama berada dalam kondisi tegang, terutama sejak keluarnya AS dari kesepakatan nuklir 2015 dan penerapan kembali sanksi ekonomi terhadap Teheran.

Bagi Iran, ancaman militer maupun tekanan politik dianggap sebagai bentuk intimidasi yang tidak dapat diterima. Mousavi menekankan bahwa angkatan bersenjata Iran berada dalam kondisi siap dan mampu merespons setiap agresi.

Pernyataan ini juga diyakini sebagai pesan politik yang ditujukan tidak hanya kepada Gedung Putih, tetapi juga kepada komunitas internasional, bahwa Iran tidak akan tinggal diam menghadapi ancaman eksternal.

Baca Juga :  Serangan Militer Israel di Jalur Gaza,Puluhan Orang Tewas Saat Antre Makanan

Dampak terhadap Stabilitas Kawasan

Ancaman terbuka dari pejabat militer tertinggi Iran ini berpotensi meningkatkan kekhawatiran global, terutama terkait stabilitas di kawasan Timur Tengah. Wilayah tersebut selama ini menjadi titik panas geopolitik yang melibatkan berbagai kepentingan global, termasuk isu keamanan energi dan jalur perdagangan internasional.

Pengamat menilai, retorika keras dari kedua pihak dapat memperbesar risiko salah perhitungan (miscalculation) yang bisa memicu eskalasi konflik lebih luas. Pasar global, terutama sektor energi, juga cenderung sensitif terhadap dinamika hubungan Iran-AS.

Respons dan Dinamika Politik Global

Hingga kini belum ada tanggapan resmi dari pihak Washington terkait pernyataan Mousavi. Namun, sejarah panjang ketegangan kedua negara menunjukkan bahwa retorika keras kerap menjadi bagian dari strategi politik dan diplomasi tekanan.

Baca Juga :  Gubernur Aceh Kunjungi Peternakan Telur Terbesar di Henan - Tiongkok

Situasi ini kembali menempatkan dunia dalam bayang-bayang potensi konfrontasi dua negara yang memiliki pengaruh besar dalam percaturan politik internasional. Komunitas global pun berharap agar jalur diplomasi tetap menjadi pilihan utama untuk mencegah konflik terbuka yang dapat berdampak luas.

Ketegangan yang kembali mengemuka ini menjadi pengingat bahwa hubungan Iran dan Amerika Serikat masih jauh dari stabil, dan setiap pernyataan pejabat tinggi dapat berdampak signifikan terhadap arah dinamika geopolitik dunia.(**)

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Internasional

Iran Berduka 40 Hari, Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei Wafat

Internasional

Lula Kritik Keras AS Terkait Eskalasi di Iran: “Dunia Jangan Terjebak Pola Masa Lalu”

Internasional

SBU Klaim Tewaskan Dua Agen Rusia Yang Terlibat Pembunuhan Kolonel

Internasional

Iran Pasca – Serangan AS : Trump Sebut Kemungkinan Iran Mulai Lagi

Aceh

Malaysia Kirim 2 Ton Obat ke Aceh

Internasional

meski Digempur Rudal Bertubi-tubi Namun Iran tetap Bisa Serang Israel

Internasional

Gubernur Aceh Mualem Terima Bantuan Kemanusiaan dari Perusahaan Multinasional

Internasional

40 Fasilitas Energi Hancur, Konflik Iran–AS–Israel Picu Krisis Minyak Dunia