Home / Daerah

Kamis, 5 Februari 2026 - 12:08 WIB

Jual 112 Obat Keras Ilegal, Pemilik Toko Obat di Abdya Ditahan Kejaksaan

REDAKSI

Tersangka kasus peredaran obat keras ilegal saat digiring petugas Kejari Aceh Barat Daya usai proses Tahap II, Rabu (4/2/2025).

Tersangka kasus peredaran obat keras ilegal saat digiring petugas Kejari Aceh Barat Daya usai proses Tahap II, Rabu (4/2/2025).

Abdya – Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Barat Daya (Abdya) resmi menahan seorang pria berinisial Ns (44) yang diduga kuat terlibat dalam tindak pidana kefarmasian. Pria tersebut diketahui merupakan pemilik sebuah toko obat di Kecamatan Kuala Batee, yang secara ilegal menjual ratusan jenis obat keras tanpa izin dan kewenangan medis.

Penahanan dilakukan setelah Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Abdya menerima penyerahan tersangka dan barang bukti dari penyidik Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) Aceh Selatan, dalam proses Tahap II yang berlangsung di Ruang Pidana Umum Kejari Abdya, Blangpidie, Rabu (4/2/2025).

Baca Juga :  TNI dan Tim Gabungan Padamkan Kebakaran Hutan di Trumon, Aceh Selatan

Jaksa Penuntut Umum Kejari Abdya, Intan Viola, menjelaskan bahwa tersangka terbukti memperjualbelikan obat-obatan golongan keras yang seharusnya hanya dapat diserahkan melalui resep dokter dan berada di bawah pengawasan apoteker di apotek resmi.

“Total ada 112 jenis obat keras berlogo huruf ‘K’ dalam lingkaran merah yang kami sita dari toko milik tersangka. Obat-obatan tersebut tidak boleh diperjualbelikan secara bebas,” ujar Intan.

Menurutnya, praktik ilegal ini sebenarnya telah terdeteksi sejak tahun 2024. Meski tidak memiliki latar belakang pendidikan, keahlian, maupun kewenangan di bidang farmasi, tersangka nekat mendistribusikan berbagai obat keras kepada masyarakat umum melalui toko obat miliknya.

Baca Juga :  Satgas Yonif 112/DJ Kodam Iskandar Muda gelar Karya Bakti di Wondenggobak Puncak Jaya

Ironisnya, lanjut Intan, peringatan keras telah lebih dulu diberikan oleh pihak Loka POM Aceh Selatan kepada tersangka pada September 2025. Namun peringatan tersebut diabaikan.

“Saat petugas kembali melakukan pengawasan pada 27 Oktober 2025, tersangka masih kedapatan menjual obat-obatan keras tersebut. Karena itu, seluruh sediaan farmasi di lokasi langsung kami sita,” jelasnya.

Peredaran obat keras tanpa pengawasan medis dinilai sangat berbahaya karena dapat menimbulkan risiko kesehatan serius, mulai dari efek samping berat, ketergantungan, hingga ancaman keselamatan jiwa apabila dikonsumsi tanpa indikasi yang tepat.

Baca Juga :  Kapolres Lhokseumawe Sambut 100 Personel BKO Brimob, Tegaskan Misi Kemanusiaan Pemulihan Pascabanjir

Atas perbuatannya, tersangka Ns dijerat dengan Pasal 436 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Pasal tersebut mengatur ancaman pidana penjara maksimal 5 tahun serta denda hingga Rp500 juta.

Saat ini, tersangka telah resmi ditahan di rumah tahanan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Jaksa Penuntut Umum akan segera melimpahkan berkas perkara ke pengadilan guna proses persidangan.

Kejari Abdya menegaskan komitmennya untuk terus menindak tegas peredaran obat-obatan ilegal demi melindungi keselamatan dan kesehatan masyarakat.(**)

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Daerah

Wakil Gubernur Aceh Hadiri Peringatan HUT ke-69 Aceh Selatan ‎

Daerah

Ruang Lingkup Rayakan 2 Tahun dengan Membangun Semangat dan Solidaritas di RSAN

Daerah

Tembus Lokop via Udara, Kak Na Antar Bantuan ke Warga Terdampak Banjir

Daerah

Ketua MPU Aceh Besar: Keberhasilan Raih Kembali Juara MTQ Ke 37 Aceh Kembalikan Marwah Aceh Besar di Ajang Provinsi

Daerah

Momen Silaturahmi, IWO Aceh Berkumpul di Cafe Home Stay Banda Aceh

Daerah

Presiden Prabowo Kunjungi Pengungsi dan Infrastruktur Terdampak di Aceh Tenggara

Daerah

Memorial Living Park Diresmikan, Wagub Minta Pemerintah Pusat Tunaikan Kompensasi untuk Semua Korban DOM 

Aceh Besar

Wakili Pj Bupati, Kadisparpora Aceh Besar Hadiri Pembukaan Turnamen DJBC Boxing Cup I 2025