Home / Berita

Rabu, 8 Januari 2025 - 08:19 WIB

Kekosongan Vaksin Jadi Penyebab Kasus Wabah PMK Kembali Merebak di Aceh

REDAKSI

 BANDA ACEH – Kepala Dinas Perternakan (Disnak) Aceh, Zalsufran mengungkap, munculnya kembali wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak di Aceh disebabkan karena kekosongan vaksinasi dan terdapat anak-anak sapi yang tidak sempat divaksin.

“PMK muncul lagi itu karena adanya kekosongan vaksinasi. Kemudian pada tahun lalu saat kita sedang gencar-gencarnya melakukan vaksinasi ada anaknya (sapi) yang masih kecil-kecil, jadi belum sempat tervaksin,” kata Zalsufran, Rabu (8/1/2025).

“Jadi kekosongan vaksinasi ini secara nasional juga, daerah kita juga. Nah ini yang menyebabkan muncul lagi PMK itu,” lanjutnya.

Baca Juga :  Polda Aceh Gelar Konferensi Pers Akhir Tahun 2024

Selain itu, kata Zalsufran, kemunculan kembali virus PMK tersebut juga dipengaruhi oleh masuknya sapi-sapi ilegal asal Thailand dari perairan Aceh. Hal itu terbukti dari beberapa kasus yang diungkap oleh pihak Bea Cukai.

“Dan beberapa yang ditangkap oleh Bea Cukai itu memang terinfeksi virus PMK,” ujarnya.

Ia menyampaikan, sejak Agustus 2024 hingga awal tahun ini kasus ternak yang terinveksi PMK mencapai sekitar 2.600 ekor. Sebagian besar kasusnya tercatat di kawasan pantai timur Aceh, yakni Aceh Tamiang, Langsa, Aceh Timur, Aceh Utara, dan Lhokseumawe.

Baca Juga :  Peringatan 20 Tahun Tsunami Aceh: Warga Aceh Sukmajaya Perkuat Ukhuwah dan Keikhlasan

Kendati demikian, Zalsufran menyebut, bahwa kasus PMK yang terjadi di sebagian kabupaten/kota di Aceh ini masih dalam kategori dapat dikendalikan.

“PMK ini masih dalam pengendalian. Kemudian bukan seperti penyakit lainnya yang sangat berbahaya bagi kita,” tuturnya.

Zalsufran meanambahkan, pencegahan penyebaran PMK melalui pemberian vitamin dan vaksinasi ini harus dilakukan lebih cepat guna menghindari kerugian para peternak yang ada di Aceh.

Baca Juga :  Pangdam IM Berikan Pengarahan kepada ribuan Personel TNI, PNS, dan Persit di Banda Aceh

Ia menyarankan bagi kabupaten/kota yang belum kebagian vitamin dan vaksin PMK agar melakukan langkah pencegahan dengan meningkatkan biosecurity, disinsfektan, dan berbagai langkah lainnya.

“Dan juga menjaga ternak mereka jangan terlalu diumbar ke luar. Seperti di barat selatan Aceh itukan banyak yang dijalan. Jadi cepat sekali penyebarannya itu,” pungkasnya.

 

Share :

Baca Juga

Berita

Irdam IM Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2025 di Lapangan Blang Padang Kota Banda Aceh 

Aceh

Gerak Cepat Bank Aceh Pasca-Banjir: Dirut Tinjau Langsung, Pacu Normalisasi Layanan di Lhokseumawe dan Aceh Timur

Berita

Wali Nanggroe Paparkan Potensi ‘Halal Tourism’ Aceh Diajang internasional Kazan Forum 2025

Aceh Besar

Tim Diskominfo Aceh Besar Latih Operator DPMG dan DLH Terkait E-Office

Berita

Pj Gubernur Safrizal Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Seulawah 2024 di Aceh

Berita

Pj Bupati Aceh Besar Terima Silaturrahmi Panitia Offroad

Berita

Ketua Dekranasda Aceh Kukuhkan Pengurus Baru, Dorong Pelestarian Warisan Kerajinan Daerah

Berita

Ketua TP PKK Aceh Dorong Percepatan Bantuan Rumah untuk Masyarakat dan Eks Kombatan