Home / Berita

Rabu, 30 September 2026 - 14:40 WIB

Keluarga Besar Alumni Sekolah Sukma Bangsa Kecam Kekerasan yang Menewaskan Taruna Poltekpel Malahayati

REDAKSI

Keluarga Besar Alumni Sekolah Sukma Bangsa kecam keras dugaan kekerasan yang tewaskan Taruna D-III Nautika Poltekpel Malahayati Aceh Muhammad Rasya Fadilla 18 tahun asal Lhokseumawe yang meninggal di RSUDZA Banda Aceh Minggu 27 September 2026.

Keluarga Besar Alumni Sekolah Sukma Bangsa kecam keras dugaan kekerasan yang tewaskan Taruna D-III Nautika Poltekpel Malahayati Aceh Muhammad Rasya Fadilla 18 tahun asal Lhokseumawe yang meninggal di RSUDZA Banda Aceh Minggu 27 September 2026.

ACEH BARAT – Keluarga Besar Alumni Sekolah Sukma Bangsa mengecam keras dugaan tindak kekerasan yang mengakibatkan meninggalnya Muhammad Rasya Fadilla (18), seorang Taruna Program Diploma III Studi Nautika Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati Aceh. Korban menghembuskan napas terakhir di RSUD dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh pada Minggu, 27 September 2026.

Perwakilan Alumni Sekolah Sukma Bangsa, Dwi Abdullah, menegaskan bahwa lingkungan pendidikan seharusnya menjadi sarana yang aman bagi peserta didik untuk belajar, berkembang, dan membentuk karakter, bukan tempat terjadinya praktis kekerasan.

Baca Juga :  Polda Aceh: Hotline Mudik 110 Siap Layani Masyarakat 24 Jam secara Gratis

“Dunia pendidikan seharusnya menjadi ruang yang aman untuk belajar, bertumbuh, membangun karakter, dan mengembangkan potensi. Tidak boleh ada kekerasan yang mengatasnamakan pembinaan, kedisiplinan, tradisi, ataupun senioritas,” ujar Dwi, Rabu (30/9/2026).

Pihak alumni mendesak agar proses penyelidikan atas kematian almarhum Rasya dijalankan secara transparan, objektif, profesional, serta menyeluruh, dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah dan menghormati hak-hak pihak keluarga.

“Jika nantinya ditemukan adanya pelanggaran atau tindakan kekerasan dalam proses pendidikan, maka harus ada pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Baca Juga :  Bejat! Pria di Banda Aceh Yang Tega Setubuhi Anak Kandung Sendiri

Dwi menilai insiden ini mesti dijadikan momentum evaluasi besar-besaran bagi seluruh lembaga pendidikan di Indonesia, khususnya terkait pola pembinaan dan orientasi siswa atau mahasiswa. Menurutnya, penegakan disiplin dan pembentukan karakter tidak sepatutnya dilandasi oleh aksi kekerasan.

“Kita turut berduka atas kejadian tersebut, kami meminta tidak ada lagi kekerasan dalam bentuk apapun di dunia pendidikan,” tambahnya.

Baca Juga :  Dai Kondang Aa Gym Isi Tausiah Peringatan 20 Tahun Tsunami Aceh

Sebelum dirujuk dan meninggal dunia di RSUDZA Banda Aceh, pemuda asal Kota Lhokseumawe tersebut sempat dilaporkan menderita demam tinggi dan nyeri pada bagian tenggorokan.

Saat ini, kepolisian masih terus mendalami kasus ini untuk mengusut tuntas kronologi peristiwa serta penyebab pasti kematian korban. Pihak medis telah melakukan pemeriksaan luar melalui visum et repertum dan CT scan, sementara hasil resmi pemeriksaan medis beserta forensik hingga kini masih ditunggu.

Penulis: Nazarullah

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Berita

Jelang Ramadhan, Camat Darul Imarah dan Keuchik Lamblang Manyang Bagikan Sembako Gratis

Berita

Kolaborasi PKK Aceh dan Roadshow ABC Edukasi Pengolahan Makanan Lezat dan Sehat 

Berita

Pemerintah Aceh Kirim 3 Ton Ikan dan Bantuan Pangan ke Wilayah Terisolir Lewat Jalur Laut

Berita

Gubernur Mualem dan Istri Halal bi Halal ke Kediaman Wali Nanggroe

Berita

Wakil Bupati Aceh Besar Shalat Idul Fitri Bersama Masyarakat di Masjid Al Munawwarah Kota Jantho

Berita

Bupati Aceh Besar Gelar Open House di Ajuen Lam Hasan

Berita

Bupati Aceh Besar Irup HUT ke-41 Kota Jantho Ke – 41 dan Hardiknas Tahun 2025

Berita

Bupati Muharram Idris Sambut Titiek Soeharto, Tegaskan Komitmen Aceh Besar dalam Ketahanan Pangan