Home / Nasional

Senin, 2 Februari 2026 - 09:33 WIB

Kemenag Jadwalkan Sidang Isbat Awal Ramadan 1447 H pada 17 Februari 2026

Redaksi

Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama RI di Jakarta, lokasi yang akan menjadi tempat pelaksanaan Sidang Isbat penetapan awal Ramadan 1447 H pada 17 Februari 2026.(2/2/2026).

Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama RI di Jakarta, lokasi yang akan menjadi tempat pelaksanaan Sidang Isbat penetapan awal Ramadan 1447 H pada 17 Februari 2026.(2/2/2026).

Jakarta – Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) telah menjadwalkan pelaksanaan Sidang Isbat penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah yang akan digelar pada Selasa, 17 Februari 2026, bertepatan dengan 29 Syakban 1447 H.(2/2/2026).

Agenda tahunan yang sangat dinantikan umat Islam di Indonesia ini rencananya akan berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta. Sidang Isbat menjadi momen penting karena akan menentukan secara resmi kapan umat Islam di Tanah Air mulai menjalankan ibadah puasa Ramadan.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Sidang Isbat akan diawali dengan kegiatan seminar ilmiah yang membahas posisi hilal. Seminar ini akan menghadirkan pemaparan dari Tim Hisab Rukyat Kemenag, yang akan menjelaskan kondisi astronomis bulan menjelang masuknya bulan Ramadan.

Baca Juga :  Irma NasDem Sebut SPPG Polri Tak Ada yang Berkasus karena Sesuai Standar

Berdasarkan data hisab awal, posisi hilal pada saat matahari terbenam tanggal 17 Februari 2026 di seluruh wilayah Indonesia diperkirakan berada pada kisaran -2 derajat 24,71 menit hingga 0 derajat 58,08 menit. Sementara sudut elongasi atau jarak sudut bulan terhadap matahari tercatat antara 0 derajat 56,39 menit hingga 1 derajat 53,60 menit.

Angka tersebut menunjukkan bahwa posisi bulan masih sangat rendah dan bahkan di beberapa wilayah Indonesia diperkirakan masih berada di bawah ufuk. Kondisi ini mengindikasikan hilal belum memenuhi kriteria visibilitas MABIMS, yaitu standar yang digunakan oleh negara-negara anggota Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

Baca Juga :  Momen Hangat Kapolri Kunjungi Keluarga AKP Anumerta Lusiyanto, Ungkap Dukacita Mendalam

Meski demikian, pemerintah belum akan menetapkan awal Ramadan hanya berdasarkan perhitungan hisab. Forum Sidang Isbat nantinya juga akan menunggu hasil rukyatul hilal, yakni pengamatan langsung bulan sabit muda yang dilakukan di berbagai titik pemantauan di seluruh Indonesia.

Hasil rukyat tersebut akan menjadi pelengkap data astronomi sebelum pemerintah mengambil keputusan resmi mengenai kapan awal Ramadan dimulai.

Baca Juga :  Hadiri Maulid IKNR. Ini pesan Wagub Aceh Untuk Perantau di Jakarta

Sidang Isbat nantinya akan dipimpin langsung oleh Menteri Agama dan melibatkan berbagai pihak, mulai dari perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam, ahli astronomi, Komisi VIII DPR RI, hingga instansi terkait lainnya.

Keputusan resmi hasil Sidang Isbat akan diumumkan kepada publik melalui konferensi pers setelah sidang selesai, sehingga masyarakat mendapatkan kepastian dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan.

Dengan proses yang menggabungkan pendekatan ilmiah dan pengamatan lapangan, pemerintah berharap penetapan awal Ramadan dapat menjadi pedoman bersama bagi umat Islam di Indonesia.(**)

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Nasional

Presiden Prabowo Subianto Tiba di Rusia Penuhi Undangan Vladimir Putin

Nasional

Wagub Aceh Bahas Rencana Investasi dengan Dubes UEA

Nasional

BNN Ungkap Jejak Kartel Meksiko dalam Peredaran Narkoba di Indonesia

Nasional

Prabowo Ingatkan Ancaman Perang Dunia Ketiga, Indonesia Tetap Bisa Terdampak

Nasional

Ketua Dekranasda Nasional Kunjungi Stan Aceh di Inacraft 2025, Apresiasi Keragaman Kerajinan

Nasional

Presiden Prabowo Fokus Stabilitas Pangan dan Harga Jelang Tahun Baru 2026

Nasional

Satgas Yonif 112/DJ Dan Warga Gotong Royong Bersihkan Lingkungan Di Puncak Jaya

Berita

Ketua Komisi III DPR RI Tegaskan Polri tetap Berada Langsung di Bawah Presiden