Home / Ekbis

Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:06 WIB

Kemenkum Aceh Luncurkan Ekoyanki, Dorong Hilirisasi dan Komersialisasi KI untuk Ekonomi Daerah

REDAKSI

Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) Aceh meluncurkan program Ekosistem Layanan Kekayaan Intelektual (Ekoyanki) di Banda Aceh, Senin.

Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) Aceh meluncurkan program Ekosistem Layanan Kekayaan Intelektual (Ekoyanki) di Banda Aceh, Senin.

Banda Aceh — Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) Aceh resmi meluncurkan program Ekosistem Layanan Kekayaan Intelektual (Ekoyanki) di Banda Aceh pada Senin. Inovasi ini dihadirkan untuk mendorong hilirisasi dan komersialisasi Kekayaan Intelektual (KI) di wilayah Aceh.

Acara peluncuran tersebut dihadiri oleh Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual (Dirjen KI) Hermansyah Siregar, Direktur Hak Cipta dan Desain Industri, Kakanwil Kemenkum Aceh Meurah Budiman, serta Wakil Gubernur Aceh yang diwakili oleh Asisten I Setda Aceh beserta jajaran tamu penting lainnya.

Baca Juga :  Pj Bupati Aceh Besar Kembali Fungsikan Rumah Potong Hewan Lambaro

Program Ekoyanki dirancang sebagai solusi atas tantangan komersialisasi KI di daerah, terutama dalam memberikan nilai tambah pada komoditas unggulan seperti minyak nilam yang dinilai belum optimal menyokong perekonomian lokal.

Dalam sambutannya, Dirjen KI Hermansyah Siregar menyoroti tingginya ekspor minyak nilam Aceh yang sejauh ini masih didominasi dalam bentuk bahan mentah (raw material). Menurutnya, bahan mentah tersebut diolah oleh negara-negara di Eropa menjadi produk parfum mewah dengan nilai jual yang sangat tinggi.

Baca Juga :  Pengurus PWI Nagan Raya Silaturahmi ke Kantor Bank Aceh Syariah (BAS) Cabang Jeuram

Kondisi tersebut selaras dengan hasil Pengukuran Maturitas KI tahun 2025 yang menempatkan skor Aceh pada tahap Inisiasi. Status ini menuntut adanya integrasi tata kelola ekosistem KI di daerah secara optimal demi menciptakan kesejahteraan pada sektor hilir.

Hermansyah mendorong Aceh agar segera membangun industri hilir yang mandiri dan kuat melalui pengolahan produk turunan serta pengembangan merek kosmetik lokal karya anak daerah.

Dalam pelaksanaannya, Ekoyanki mengusung pendekatan kolaborasi pentahelix yang melibatkan sinergi antara pemerintah, akademisi, pelaku bisnis, media, dan komunitas. Pendekatan ini bertujuan merevitalisasi Sentra KI di kampus maupun daerah agar tidak hanya berfokus pada urusan administratif.

Baca Juga :  PUNCAK ACARA ROAD TO FESYAR ACEH 2026: Festival Ekonomi Syariah yang Edukatif dan Menghibur Masyarakat

Ia menegaskan agar Sentra KI dapat mengalihkan fokusnya dari sekadar memfasilitasi pendaftaran menjadi lembaga pendampingan bisnis yang berkelanjutan. Hal ini bertujuan agar setiap inovasi dan karya yang terdaftar dapat dimonetisasi, dilisensikan, serta dikembangkan secara komersial di masa depan.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Aceh Besar

Harga Gabah Melejit di Aceh Besar, Kini Capai Rp 8.200 Per Kg

Berita

Tren Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Ramah Lingkungan BSI Tumbuh 476%

Ekbis

Peluang Karier Perbankan: Bank Mandiri Taspen Buka Lowongan Officer Development Program (ODP)

Ekbis

Tim Dosen Unsam Kembangkan Teknologi Pengolahan Limbah Plastik Berbasis IoT di Desa Sidodadi

Ekbis

Tak Sekadar Salurkan Pembiayaan, BSI Bangun Ekosistem UMKM Nasional Bersama Danantara

Ekbis

BPMA dan SKK Migas Perkuat Sinergi Perizinan serta Pertanahan Hulu Migas Aceh

Ekbis

Gen Z Melek Investasi, BSI Hadirkan Cicil Emas lewat BYOND

Ekbis

BSI Raih Sertifikasi ISO Global 27701:2019 Untuk Etika Digital dan Pelindungan Data Nasabah