Home / Daerah

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:12 WIB

Ketua dan Wakil Ketua Dekranasda Aceh Besar Tampilkan Inovasi Wastra

REDAKSI

Penampilan Ketua Dekranasda Aceh Besar Hj Rita Maya Sari, saat mengenakan kostum office look di fashion show pada pembukaan Meuseuraya Festival, di Balai Meuseuraya Aceh, Banda Aceh, pada Jumat (23/10/2026). Foto: Prokopim Pemkab Aceh Besar

Penampilan Ketua Dekranasda Aceh Besar Hj Rita Maya Sari, saat mengenakan kostum office look di fashion show pada pembukaan Meuseuraya Festival, di Balai Meuseuraya Aceh, Banda Aceh, pada Jumat (23/10/2026). Foto: Prokopim Pemkab Aceh Besar

BANDA ACEH – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Aceh Besar, Hj Rita Maya Sari, bersama Wakil Ketua Dekranasda, Hj Nurul Fazli SAg, tampil memukau dalam peragaan busana pada pembukaan Meuseuraya Festival di Balai Meuseuraya Aceh, Banda Aceh, Jumat (23/10/2026).

Keduanya memperagakan busana kerja (office look) bertema Classic Elegance yang memadukan inovasi desain modern dengan kekayaan wastra Aceh Besar, sekaligus menampilkan identitas budaya lokal dalam busana perempuan profesional.

Rita Maya Sari, mengenakan busana bertajuk Wastra Indatu atau warisan leluhur, berupa tenun songket berwarna oranye dengan motif Pinto Aceh dan Pucok Reubong. Busana tersebut dipadukan dengan bahan wall berwarna biru navy, bordir bermotif senada, serta celana yang terinspirasi dari celana thong, busana tradisional perempuan Aceh.

Baca Juga :  Jelang Penutupan TMMD ke-129, Satgas Kodim 0102/Pidie Pacu Finishing Lima Titik MCK dan Sumur Bor

Perpaduan tersebut menghadirkan tampilan yang mengutamakan kenyamanan, keanggunan, dan karakter budaya Aceh dalam busana kerja modern.

Sementara itu, Nurul Fazli tampil dengan tenun songket dua warna (twotone) mahogany dan oranye bermotif rencong, dilengkapi bordir Bungong Reudeup. Paduan songket dan bahan wall dengan bordir senada menghadirkan kesan elegan yang memadukan kelembutan dan ketegasan perempuan Aceh.

Baca Juga :  Antisipasi Dampak Karhutla, Dinkes Aceh Selatan Bagikan Masker dan Imbau Warga Kurangi Aktivitas Luar Ruangan

Kedua busana tersebut menunjukkan bahwa wastra daerah dapat dikembangkan menjadi pakaian kerja yang modern, fungsional, dan tetap mempertahankan nilai tradisi.

“Melalui inovasi ini, kami ingin menunjukkan bahwa wastra Aceh Besar tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi busana modern yang nyaman, elegan, dan sesuai dengan kebutuhan perempuan profesional,” ungkap Ketua Dekranasda Aceh Besar.

Dekranasda Aceh Besar terus mendorong pelestarian warisan budaya melalui pengembangan desain wastra yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari pemberdayaan perajin lokal agar produk kerajinan daerah memiliki nilai tambah dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Baca Juga :  Polres Aceh Tenggara Berhasil Evakuasi Jenazah Korban Bencana di Sungai Alas

Penampilan Ketua dan Wakil Ketua Dekranasda Aceh Besar dalam Meuseuraya Festival menjadi representasi perpaduan tradisi dan modernitas, sekaligus memperkenalkan pesona wastra Aceh Besar kepada masyarakat melalui karya busana yang mengedepankan identitas dan kebanggaan budaya lokal.

Penulis: Tika Fitri Lestari

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Daerah

Jadikan Kota yang Nyaman, Pemkab Aceh Barat Mulai Revitalisasi Pedestrian dan Renovasi Tugu Pelor Meulaboh

Daerah

Dinkes Banda Aceh Verifikasi Standar Pelayanan dan Perizinan RS Cempaka Lima

Daerah

Satpol PP dan WH Lhokseumawe Tertibkan Perlengkapan PKL di Jalan Pase

Daerah

IRT di Abdya Hilang Sejak Rabu Malam, Keluarga Lapor Polisi

Daerah

Wali Nanggroe: Kunci Kemajuan Aceh ada di Tata Ruang dan Lingkungan

Daerah

Kodam Iskandar Muda percepat pembangunan irigasi Tersier di Aceh Timur

Daerah

Kajian Rutin Halaqah TP-PKK Aceh Besar Kembali Digelar

Daerah

Antisipasi Dampak Karhutla, Dinkes Aceh Selatan Bagikan Masker dan Imbau Warga Kurangi Aktivitas Luar Ruangan