Home / Aceh / Tni-Polri

Selasa, 23 Desember 2025 - 21:23 WIB

Kodam IM dirikan Posko Kesehatan di berbagai Wilayah terdampak Banjir di Aceh

REDAKSI

Dokter militer Kesdam IM berkolaborasi dengan tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan setempat dan relawan dalam menangani pasien di Posko Kesehatan Gabungan, Senin (22/12/2025).

Dokter militer Kesdam IM berkolaborasi dengan tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan setempat dan relawan dalam menangani pasien di Posko Kesehatan Gabungan, Senin (22/12/2025).

Banda Aceh – Kesdam Iskandar Muda terus mengintensifkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana alam banjir dan tanah longsor di berbagai wilayah Provinsi Aceh. Melalui Tim Kesehatan Penanggulangan Bencana (Timkes Gulbencal), TNI Angkatan Darat memberikan layanan medis terpadu di sejumlah posko kesehatan gabungan, di antaranya Kabupaten Bener Meriah, Kabupaten Bireuen, Kabupaten Pidie, dan Kabupaten Pidie Jaya, pada Senin (22/12/2025).

Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen TNI AD dalam mendukung upaya kemanusiaan serta membantu pemerintah daerah dalam penanganan darurat kesehatan pascabencana. Seluruh kegiatan berlangsung dalam kondisi aman dengan cuaca cerah dan tanpa kendala menonjol, meskipun di beberapa lokasi masih terdapat keterbatasan akses dan sarana pendukung.

Di Kabupaten Bener Meriah, Tim Kesehatan Gabungan Kesdam IM melaksanakan pelayanan kesehatan di beberapa titik pengungsian dan pemukiman warga. Pelayanan kesehatan dilakukan di menasah Desa Pantan Kuli, Kecamatan Mesidah, bagi masyarakat korban bencana alam, termasuk kunjungan langsung ke rumah warga di Desa Cemparam Jaya. Selain itu, tim juga membuka pelayanan kesehatan di Posko BPBD Desa Mangku, Kecamatan Bandar.

Baca Juga :  Dua Dekade Pasca-MoU Helsinki, Wali Nanggroe: Aceh Belum Berkembang

Tidak hanya pelayanan medis, Timkes Kesdam IM juga melaksanakan kegiatan play therapy (trauma healing) bagi anak-anak korban bencana di lokasi pengungsian, guna membantu pemulihan psikologis pascatrauma. Selama kegiatan berlangsung, sebanyak 110 pasien mendapatkan layanan kesehatan, terdiri dari 82 orang dewasa, 13 lansia, serta 15 anak dan balita. Penyakit yang paling banyak ditangani antara lain hipertensi, ISPA, demam, penyakit kulit, serta perawatan luka.

Pelayanan kesehatan di Bener Meriah didukung oleh 19 personel gabungan, terdiri dari dokter militer, dokter spesialis dan umum, perawat, relawan dari Universitas Padjadjaran (UNPAD), personel Koramil 01/Bandar, serta dukungan Persit Kartika Chandra Kirana. Meski demikian, tim masih menghadapi kendala berupa keterbatasan bahan bakar minyak, akses medan yang hanya dapat dilalui sepeda motor, serta keterbatasan sinyal komunikasi. Untuk itu, Kesdam IM mengajukan permohonan dukungan tambahan berupa perlengkapan infus dan peralatan perawatan luka.

Baca Juga :  Pembangunan Jembatan Bailey Teupin Reudep yang menghubungkan Bireuen - Aceh Utara Capai 99 %

Sementara itu, di Kabupaten Bireuen, Posko Kesehatan Gabungan mencatat pelayanan kesehatan dengan cakupan yang lebih luas. Sebanyak 1.179 warga mendapatkan layanan medis yang tersebar di posko induk dan posko-posko kesehatan di berbagai kecamatan. Jumlah tersebut terdiri dari 1.012 pasien dewasa, 35 lansia, serta 132 anak dan balita. Penyakit terbanyak yang ditangani meliputi gatal-gatal, ISPA, demam, dan diare.

Pelayanan kesehatan di Bireuen melibatkan 42 personel tenaga medis gabungan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen serta sejumlah puskesmas, di antaranya Puskesmas Juli, Siblah Krueng, Gandapura, Kuta Blang, Mon Kelayu, Peusangan Selatan, Kota Juang, Samuti, dan Jangka. Seluruh pelayanan dilaksanakan secara terpadu guna memastikan masyarakat terdampak bencana memperoleh akses layanan kesehatan yang cepat dan merata.

Adapun di wilayah Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya, Tim Dokter Militer Kesdam IM juga melaksanakan pelayanan kesehatan lapangan, khususnya di Desa Dayah Calih, Kecamatan Indrajaya, Kabupaten Pidie. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 64 pasien mendapatkan pelayanan medis, terdiri dari 42 pasien dewasa, 14 lansia, serta 8 anak dan balita. Penyakit yang paling banyak ditemukan antara lain dispepsia, hipertensi, myalgia, ISPA, serta penyakit jantung koroner (CAD).

Baca Juga :  Kapolda Aceh Resmikan Mako Polsek Baiturrahman dan Poliklinik Polresta Banda Aceh

Pelayanan kesehatan di wilayah ini didukung oleh personel gabungan yang terdiri dari dokter, perawat, tenaga kesehatan lainnya, serta personel Dinas Kesehatan setempat, dengan dukungan materi berupa ambulans, obat-obatan, serta makanan tambahan bagi balita dan ibu hamil.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Kesdam Iskandar Muda menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat dalam situasi darurat. Kehadiran Tim Kesehatan TNI AD tidak hanya memberikan pelayanan medis, tetapi juga dukungan psikologis dan kemanusiaan bagi para korban bencana, sehingga diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan kesehatan dan kehidupan sosial masyarakat di wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Daerah

Pasca Banjir Bandang, Personel Kodim 0117/Aceh Taming Bersihkan Fasum bersama warga

Daerah

Putra Simeulue Lulus Terbaik Dikmata TNI AD di Rindam Iskandar Muda

Tni-Polri

Pangdam Iskandar Muda Beri Motivasi kepada Casis Bintara PK TNI AD Gelombang II 2025

Tni-Polri

Pangdam IM dan Ketua Persit KCK Daerah IM hadiri ceramah agama Ustadz Syihabudin Isykarima di Yonif 116/GS

Aceh

Bangkit dari Lumpur Banjir, Pendidikan Aceh Harus Tetap Berjalan

Nasional

Acara Bakar Batu Dalam Rangka Peresmian Aula Merah Putih, ‎Satgas Yonif 112/DJ Bagikan Sembako, Alkitab dan Alat Tulis di Papua

Aceh

Langkah Inspiratif Guru SMAN 1 Kuala, dari Bireuen ke Yunnan, Gali Ilmu Pendidikan Modern di Negeri Tirai Bambu

Aceh

Gelar Pasar Murah, Wagub Fadhlullah Apresiasi Kodam Iskandar Muda