Home / Tni-Polri

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:28 WIB

Kodim 0108/Agara Plaster Pondasi Jembatan Gantung, di Desa Teger Miko, Aceh Tenggara

REDAKSI

Personel Babinsa Posramil Lawe Sumur Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama warga Desa Teger Miko bahu-membahu melakukan pemlesteran pondasi menara pylon Jembatan Gantung Perintis, Selasa (9/6/2026).

Personel Babinsa Posramil Lawe Sumur Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama warga Desa Teger Miko bahu-membahu melakukan pemlesteran pondasi menara pylon Jembatan Gantung Perintis, Selasa (9/6/2026).

Aceh Tenggara – Semangat gotong royong dan kebersamaan yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia kembali terlihat dalam pelaksanaan pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Teger Miko, Kecamatan Lawe Sumur, Kabupaten Aceh Tenggara. Personel Babinsa Posramil Lawe Sumur jajaran Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama masyarakat setempat melaksanakan kegiatan pemlesteran pondasi menara pylon jembatan gantung sebagai bagian dari upaya percepatan pembangunan infrastruktur yang sangat dibutuhkan masyarakat, Selasa (09/06/2026).

Kegiatan tersebut merupakan salah satu tahapan penting dalam proses pembangunan Jembatan Gantung Perintis yang saat ini terus dikerjakan secara bertahap dan berkelanjutan. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat tidak hanya bertujuan membantu pekerjaan fisik, tetapi juga menjadi wujud nyata pengabdian TNI dalam mendukung pembangunan wilayah serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Sejak pagi hari, Babinsa bersama warga bahu-membahu melaksanakan pemlesteran pondasi dengan penuh semangat. Di bawah terik matahari, mereka tetap bekerja secara kompak dan saling membantu demi memastikan setiap tahapan pembangunan dapat berjalan sesuai rencana. Suasana kebersamaan yang tercipta selama kegiatan menjadi gambaran nyata kuatnya sinergi antara TNI dan masyarakat dalam membangun desa.

Pelda Dody Harnizar mengatakan bahwa keterlibatan Babinsa dalam pembangunan jembatan gantung tersebut merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial yang selama ini dijalankan TNI. Selain memberikan motivasi kepada masyarakat, kehadiran Babinsa juga bertujuan membantu mempercepat proses pembangunan sehingga hasilnya dapat segera dirasakan oleh warga.

Baca Juga :  Kodim 0107/Aceh Selatan Kodam IM Meriahkan Jalan Sehat HUT Bhayangkara ke-79

Menurutnya, pembangunan Jembatan Gantung Perintis merupakan proyek yang sangat strategis karena akan menjadi sarana penghubung utama bagi masyarakat yang selama ini mengalami keterbatasan akses transportasi. Oleh sebab itu, setiap tahapan pekerjaan harus dilakukan secara maksimal dengan mengutamakan kualitas dan keselamatan konstruksi.

“Pemlesteran pondasi menara pylon merupakan salah satu pekerjaan yang sangat penting dalam pembangunan jembatan gantung. Pondasi yang kokoh akan menjadi penopang utama bagi menara pylon yang nantinya berfungsi menahan beban keseluruhan struktur jembatan. Karena itu, pekerjaan ini harus dilakukan dengan penuh ketelitian agar menghasilkan konstruksi yang kuat, aman, dan tahan lama,” ujar Pelda Dody Harnizar.

Ia menjelaskan bahwa selama proses pengerjaan, seluruh personel dan masyarakat yang terlibat tetap berpedoman pada standar teknis yang telah ditetapkan. Setiap bagian pondasi diperiksa secara cermat untuk memastikan kesesuaiannya dengan desain dan spesifikasi konstruksi yang telah direncanakan sebelumnya.

Sebelum pemlesteran dilakukan, tim pelaksana terlebih dahulu melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi pondasi. Mulai dari posisi, ukuran, elevasi, hingga tingkat presisi konstruksi diperiksa secara detail guna memastikan tidak terdapat kekeliruan yang dapat memengaruhi tahapan pembangunan berikutnya. Pengukuran dilakukan berulang kali agar pondasi benar-benar siap menjadi penopang menara pylon yang merupakan komponen vital dalam struktur jembatan gantung.

Baca Juga :  Polda Aceh Gelar Simulasi Sispam Kota Hadapi Kontijensi Tahun 2025

Selain itu, pekerjaan di lapangan juga mendapat pendampingan dari tenaga teknis yang memiliki kompetensi di bidang konstruksi. Pendampingan tersebut bertujuan memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai dengan perencanaan teknis, sehingga kualitas bangunan dapat terjaga dan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Meski cuaca cukup panas dan medan pekerjaan tidak selalu mudah, semangat gotong royong yang ditunjukkan Babinsa dan warga tidak pernah surut. Dengan penuh antusias, mereka terus bekerja bersama menyelesaikan setiap bagian pekerjaan. Kekompakan yang terjalin menjadi modal utama dalam mempercepat penyelesaian pembangunan jembatan yang selama ini sangat dinantikan masyarakat.

Pelda Dody menambahkan bahwa keberadaan Jembatan Gantung Perintis nantinya akan membawa banyak manfaat bagi kehidupan masyarakat Desa Teger Miko dan sekitarnya. Selain mempermudah akses transportasi antarwilayah, jembatan tersebut juga diharapkan mampu mendukung peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya dalam distribusi hasil pertanian dan perkebunan yang menjadi sumber mata pencaharian utama warga.

“Pembangunan jembatan ini bukan hanya tentang membangun sarana fisik, tetapi juga membuka akses yang lebih baik bagi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan. Nantinya jembatan ini akan memudahkan mobilitas warga menuju lahan pertanian, sekolah, fasilitas kesehatan, pusat pelayanan publik, serta berbagai aktivitas ekonomi lainnya,” jelasnya.

Baca Juga :  Pengamanan Satgas Damai Cartenz Hadirkan Rasa Aman Saat Ibadah Prapaskah di Sinak

Lebih lanjut, ia berharap semangat kebersamaan yang telah terbangun selama proses pembangunan dapat terus dipertahankan hingga seluruh pekerjaan selesai. Dengan dukungan dan partisipasi aktif masyarakat, pembangunan Jembatan Gantung Perintis diyakini dapat diselesaikan tepat waktu dan memberikan manfaat yang besar bagi generasi sekarang maupun generasi mendatang.

Seiring dengan semakin dekatnya tahapan penyelesaian pembangunan pondasi dan menara pylon, progres pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Teger Miko menunjukkan perkembangan yang sangat menggembirakan. Setiap capaian yang berhasil diraih menjadi bukti nyata kerja keras, dedikasi, serta komitmen seluruh pihak yang terlibat dalam mewujudkan infrastruktur desa yang kokoh, aman, dan berdaya guna.

Melalui semangat gotong royong yang terus terjaga, sinergi antara TNI dan masyarakat kembali membuktikan bahwa kebersamaan merupakan kekuatan utama dalam mendukung pembangunan daerah. Kehadiran Jembatan Gantung Perintis nantinya diharapkan tidak hanya menjadi sarana penghubung fisik, tetapi juga menjadi simbol persatuan, kemajuan, dan harapan baru bagi masyarakat Aceh Tenggara menuju kehidupan yang lebih sejahtera.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Daerah

Peringati hari jadi Kab. Aceh Tenggara ke – 51, Kodim 0108/Agara Kodam IM gelar Karya Bakti

Berita

Ini Pesan Pangdam IM kepada Yonif 113/JS yang akan berangkat tugas

Nasional

Satgas Yonif 112/DJ Gotong Royong dengan Warga, Sambut Hari Natal di Puncak Jaya

Daerah

Pangdam Iskandar Muda Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Prajurit Korban Kebakaran Asrama Gajah-II Kodim 0104/Aceh Timur

Tni-Polri

Riau Bentuk Satgas Anti Narkoba, Gubernur dan Kapolda Tegaskan Perang Tanpa Kompromi

Aceh

Polda Aceh Peringati Maulid dan Doa Bersama untuk Keselamatan Negeri

Daerah

Capai 80 Persen, Prajurit TNI dan Kementerian PU Kebut Pembangunan Jembatan Bailey Kuta Blang

Nasional

Kakorlantas Paparkan ke Kapolri Strategi Mengawal Arus Mudik Lebaran 2025