Home / Ekbis

Rabu, 16 Juli 2025 - 17:40 WIB

Lhokseumawe Terpilih Sebagai Lokasi Pembangunan ORF untuk Migas, Wali Kota Harapkan Manfaat Bagi Masyarakat Lokal

REDAKSI

Kota Lhokseumawe ditetapkan sebagai lokasi ORF Migas Blok Andaman. Foto: Dok. Pemko Lhokseumawe.

Kota Lhokseumawe ditetapkan sebagai lokasi ORF Migas Blok Andaman. Foto: Dok. Pemko Lhokseumawe.

Lhokseumawe – Kota Lhokseumawe resmi ditetapkan sebagai lokasi pembangunan fasilitas penerima darat (Onshore Receiving Facility/ORF) untuk pengolahan minyak dan gas dari Blok Andaman, khususnya dari Sumur Tangkulo 1.

Wali Kota Lhokseumawe, Sayuti Abubakar, menyebut penetapan ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat peran Aceh sebagai bagian dari rantai industri migas nasional.

“Selain membuka peluang investasi, pembangunan ORF juga diproyeksikan menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan infrastruktur di kawasan utara provinsi,” kata Sayuti, Rabu, 16 Juli 2025.

Sayuti meminta agar setidaknya 80 persen tenaga kerja permanen yang akan mengoperasikan fasilitas ini berasal dari Lhokseumawe atau daerah lain di Aceh. Mereka, kata dia, harus dipersiapkan melalui pelatihan teknis yang relevan dengan kebutuhan industri migas.

Baca Juga :  Kerjasama Strategis PT PEMA dan PT PIM untuk Pasokan Gas Bumi WK “B” Mendukung Swasembada Pangan

Pelatihan tersebut, menurut Sayuti, idealnya dibiayai oleh kontraktor pelaksana dengan persetujuan SKK Migas. Ia menekankan bahwa pelibatan masyarakat lokal bukan semata demi aspek ekonomi, tetapi juga sebagai strategi sosial menciptakan rasa memiliki terhadap proyek.

“Contohnya seperti Blok A di Aceh Timur, di mana pemuda lokal dikirim ke Cepu untuk pelatihan sebelum dipekerjakan secara permanen oleh Medco,” kata dia.

Sayuti juga mendorong agar warga sekitar dilibatkan dalam sektor pendukung seperti satuan pengamanan, katering, kebersihan, dan jasa outsourcing lainnya. Proses rekrutmen, tambahnya, harus dilakukan secara transparan dengan melibatkan DPMPTSP dan Dinas Tenaga Kerja Kota Lhokseumawe.

Baca Juga :  BSI dan Wali Nanggroe Bahas Kolaborasi Pembangunan Aceh

Sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah, Sayuti menyebut pihaknya tengah merancang program pelatihan keterampilan kerja sektor migas yang akan dibiayai melalui APBK. Program ini bertujuan memperkuat daya saing tenaga kerja lokal di sektor energi.

Ia juga menekankan pentingnya melibatkan kontraktor lokal dan BUMD, terutama PT Pembangunan Lhokseumawe (PTPL), dalam proses Engineering, Procurement, and Construction (EPC) proyek ORF.

“Yang tak kalah penting adalah pengelolaan Participating Interest (PI) secara adil dan proporsional sesuai regulasi Kementerian ESDM, agar daerah mendapat manfaat jangka panjang dari pengelolaan sumber daya alam,” ujarnya.

Baca Juga :  BSI Aceh Siapkan 41 Cabang Weekend Banking Selama Februari 2025

Presiden Direktur Mubadala Energy Indonesia, Abdulla Bu Ali, menyatakan komitmennya untuk memastikan proyek berjalan lancar dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

“Kami mengapresiasi dukungan Pemerintah Aceh dan Kota Lhokseumawe dalam semangat kolaborasi ini,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Aceh Muzakir Manaf menegaskan bahwa pengelolaan sektor migas harus dijalankan secara bertanggung jawab dan memberi dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan rakyat.

“Lhokseumawe juga direncanakan menjadi lokasi shorebase untuk mendukung logistik proyek-proyek migas lepas pantai di wilayah utara. Bila terealisasi, posisi Lhokseumawe sebagai pusat pertumbuhan ekonomi berbasis energi di Aceh akan semakin strategis,” pungkasnya.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Ekbis

LKBN ANTARA Biro Sultra Gelar Pelatihan Fotografi Produk untuk 50 Pelaku UMKM di Kendari

Aceh

Bank Indonesia Provinsi Aceh Bersama Perbankan Jaga Kelancaran Sistem Pembayaran di Aceh

Ekbis

Pengembangan Temuan Gas Tangkulo Diproyeksikan Dialirkan ke Daratan Aceh Melalui Pipa Bawah Laut

Aceh

Forum Bisnis Aceh–Malaysia 2026 Dibuka: Perkuat Hubungan Perdagangan dan Investasi

Ekbis

Cegah Penipuan Daring, BI Dorong Penguatan Informasi dan Respons Eskalasi

Ekbis

BPMA dan SKK Migas Perkuat Sinergi Perizinan serta Pertanahan Hulu Migas Aceh

Ekbis

Harga Cabai Merah di Tapaktuan Melonjak Hingga Rp80 Ribu per Kilogram

Daerah

Pengurus PWI Nagan Raya Silaturahmi ke Kantor Bank Aceh Syariah (BAS) Cabang Jeuram