Home / Nasional / Pemerintah Aceh

Jumat, 11 April 2025 - 13:55 WIB

Mualem Cerita ke Hasyim Djojohadikusumo: Aceh Butuh Rice Mill Sendiri, Pabrik Tuna, dan Reaktivasi Pabrik Kertas

REDAKSI

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf didampingi oleh ketua DPRA Zulfadli, A.Md saat bertemu Pengusaha Hasyim Djojohadikusumo yang juga adik Presiden RI, Prabowo Subianto di Aula Arsari Group, Jakarta Pusat, Jumat, 11 April 2025. (Foto: Humas BPPA)

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf didampingi oleh ketua DPRA Zulfadli, A.Md saat bertemu Pengusaha Hasyim Djojohadikusumo yang juga adik Presiden RI, Prabowo Subianto di Aula Arsari Group, Jakarta Pusat, Jumat, 11 April 2025. (Foto: Humas BPPA)

Jakarta– Gubernur Aceh Muzakir Manaf menyampaikan sejumlah tantangan yang dihadapi Aceh kepada pengusaha nasional Hasyim Djojohadikusumo dalam pertemuan yang berlangsung di Aula Arsari Group, Jakarta Pusat, Jumat, 11 April 2025.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur yang akrab disapa Mualem itu mendiskusikan pentingnya pembangunan fasilitas penggilingan gabah (rice mill) di Aceh untuk menekan biaya distribusi dan meningkatkan kesejahteraan petani.

“Selama ini, gabah dari Aceh dikirim ke Medan untuk digiling, kemudian kembali ke Aceh dalam bentuk beras. Ini menyebabkan harga beras menjadi mahal dan petani kita tidak menikmati keuntungan secara optimal,” ujar Mualem.

Baca Juga :  Sebanyak 49 Formasi Guru di Kemenag Aceh Kosong

Mualem menegaskan bahwa Pemerintah Aceh sangat terbuka terhadap investasi yang berdampak langsung pada masyarakat.

Dalam forum itu, ia juga menyampaikan peluang besar lainnya di sektor perikanan, yaitu pembangunan pabrik pengalengan ikan tuna untuk menyerap tenaga kerja lokal, serta pentingnya reaktivasi Pabrik Kertas Aceh yang sudah lama tidak beroperasi.

Tak kalah penting, Gubernur juga meminta agar lahan ASEAN Aceh Fertilizer (AAF) yang masih berada di bawah wewenang pemerintah pusat dapat diserahkan kepada Pemerintah Aceh untuk dimanfaatkan secara maksimal.

Baca Juga :  Simulasi SNBT 2024 : Ini Hasil dan Tindak lanjutnya

Menanggapi hal tersebut, Hasyim Djojohadikusumo memberikan respons positif. Ia menawarkan teknologi rice mill mini yang dapat diterapkan secara cepat dan efisien di daerah-daerah sentra pertanian di Aceh.

“Saya akan bantu hadirkan rice mill mini ke Aceh dan segera menghubungi para investor untuk melihat langsung potensi yang ada,” ujar Hasyim.

Hasyim menambahkan, teknologi penggilingan padi mini yang dikembangkan bersama mitra teknologi seperti Siki Shor dan Akiva telah terbukti fleksibel dan cocok diterapkan di berbagai wilayah, khususnya daerah terpencil atau yang jauh dari fasilitas penggilingan besar.

Baca Juga :  Pemerintah Aceh Percepat Distribusi MINYAKITA untuk Atasi Kelangkaan

Pertemuan ini turut dihadiri oleh Ketua DPR Aceh, Zulfadli; Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir Syamaun; dan Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS), Iskandar Zulkarnaen.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BPKS juga memaparkan potensi Sabang sebagai pelabuhan bebas dan hub logistik kawasan, dengan panjang dermaga 430 meter dan kedalaman 22 hingga 26 meter.

“Sabang telah ditetapkan sebagai pelabuhan bebas sejak 25 tahun lalu. Kini saatnya kita optimalkan sebagai pintu gerbang perdagangan regional,” ujar Iskandar.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Nasional

Audiensi Strategis: Aceh Dapat Dukungan Rp1,052 Triliun dari Kemenkes

Hukum

GMNI Aceh Tenggara Minta Polisi Intensifkan Razia Balap Liar, Polsek Semadam Amankan Sejumlah Motor

Daerah

Mualem Resmikan Pengoperasian Pesawat dan Bandara PT PGE di Aceh Utara

Nasional

Satgas Yonif 112/DJ Gelar Layanan Kesehatan Gratis Keliling di Puncak Jaya

Pemerintah Aceh

Wagub Aceh Fadlullah Silaturahmi dengan Waled Lapang

Nasional

BNN Ungkap Jejak Kartel Meksiko dalam Peredaran Narkoba di Indonesia

Nasional

KBRI Riyadh Imbau WNI Tingkatkan Kewaspadaan di Tengah Ketegangan Timur Tengah

Pemerintah Aceh

Sekda Aceh Tinjau Rehabilitasi Sawah di Aceh Timur, Dorong Percepatan Pemulihan Sektor Pertanian