Home / Pemerintah Aceh

Jumat, 28 November 2025 - 16:39 WIB

Mualem Tinjau Dampak Banjir di Bireuen: Tanpa Sinyal, Jalan Nasional Putus

REDAKSI

Bireuen – Dari Pidie Jaya, Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem dan rombongan bergerak ke arah timur utara Aceh. Begitu memasuki Kabupaten Bireuen, pada Jumat (28/11/2025) dini hari, sinyal telepon seluler langsung hilang. Komunikasi terputus total, bahkan untuk menelepon saja tidak bisa.

Perjalanan melalui jalur darat terhenti di Kuta Blang, Bireuen. Jembatan rangka baja di jalur lintas nasional Banda Acehโ€“Medan di lokasi itu putus total akibat banjir besar yang melanda sejak Rabu (26/11/2025).

Mualem berupaya mencari jalur alternatif menuju Lhokseumawe, di antaranya melalui Gampong Blang Panjoe, Kecamatan Peusangan. Namun jembatan di kawasan itu juga putus. Menurut warga, empat jembatan penghubung ke arah Lhokseumawe seluruhnya lumpuh.

Baca Juga :  Plt Sekda Aceh Jemput Kedatangan Mendagri di Aceh

โ€œKita melihat kondisi di lapangan memang sangat darurat. Akses transportasi tidak bisa dilalui. Pemerintah Aceh akan mengerahkan segala kemampuan untuk membuka akses ini secepat mungkin,โ€ kata Mualem.

Alhasil, rombongan terpaksa kembali ke pusat Kota Bireuen dan bermalam di sana. Pada Jumat pagi, Mualem memutuskan kembali ke Banda Aceh karena akses menuju wilayah Lhokseumawe putus total dan tidak ada jaringan komunikasi yang dapat digunakan untuk koordinasi.

Keuchik Blang Panjoe, M Ruslan Abdul Gani, mengatakan banjir yang terjadi menyebabkan warga sangat terpukul.

Baca Juga :  Wagub Sapa Supir Truk Pelat Luar Aceh di Puncak Gurutee, Beri Jajan Makan Siangย 

โ€œAkibat banjir kemarin kami mengalami banyak rumah yang tenggelam sampai mencapai tiga meter. Akses lorong-lorong antarยญkecamatan juga tertutup lumpur setinggi 1 sampai 1,5 meter,โ€ ujar Ruslan.

Warga mengungsi di meunasah. Total terdapat 168 KK atau 658 jiwa yang bertahan di lokasi tersebut. โ€œDua desa lain juga mengungsi ke sini, termasuk Desa Pante Lhong, 350 KK atau 1.400 jiwa,โ€ kata dia.

Menurut Ruslan, hingga Jumat dini hari warga belum sama sekali mendapat bantuan logistik. โ€œKami kekurangan makanan dan air bersih. Belum ada bantuan yang tiba ke sini.โ€

Ia juga menuturkan bahwa warga benar-benar terisolasi. โ€œIni Kecamatan Peusangan, di seberang sana ada Kecamatan Peusangan Siblah Krueng. Dari pagi kejadian kemarin sampai hari ini tidak ada kontak dengan kecamatan di seberang. Kami sama sekali tidak tahu tetangga bagaimana,โ€ katanya.

Baca Juga :  Wakil Gubernur Fadhlullah Hadiri Akad Massal Program Rumah untuk Guru Indonesia di Aceh

Ruslan menyebut kondisi di wilayah seberang justru lebih rendah permukaan tanahnya sehingga kemungkinan dampak banjir lebih parah. โ€œSemua akses terputus, termasuk komunikasi. Kami belum tahu kondisi di sana,โ€ ujarnya.

Mualem menegaskan bahwa daerah-daerah yang terisolasi menjadi prioritas penanganan darurat. โ€œYang paling penting sekarang adalah memastikan bantuan sampai ke warga. Semua instansi terkait saya minta bergerak cepat,โ€ kata Mualem.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Berita

Plt Sekda Minta BUMN Ikut Bangun Aceh

Pemerintah Aceh

Plt Sekda Aceh Terima Laporan Penyerahan Hasil Pemeriksaan BPK

Pemerintah Aceh

Pemerintah Aceh dan Kementerian HAM Teken Nota Kesepakatan Penguatan Reintegrasi dan HAM

Pemerintah Aceh

Relawan ASN Bersihkan Fasilitas Pendidikan di Tamiang, Sekda Pantau Langsung ke Lapangan

Pemerintah Aceh

โ€ŽWagub Fadhlullah dan Grup Aceh Bersatu Malaysia Bantu Pemulangan Jenazah Warga Pidie dari Malaysia โ€Ž

Pemerintah Aceh

Kak Na: Buah Naga Sabang, _Meucrop_ Barang

Pemerintah Aceh

Kepala DSI Aceh Besar Terima Surat Edaran Penghentian Kegiatan Menjelang Azan

Pemerintah Aceh

Gubernur Aceh Imbau Seluruh Masjid Laksanakan Shalat Ghaib untuk Korban Banjir dan Longsor di Aceh dan Sumatera