Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh memastikan proses pembongkaran Pasar Aceh Shopping Center (Pasar Aceh lama) telah selesai tanpa kendala berarti. Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, pada Senin, 16 Februari 2026.
Dalam keterangannya, Illiza menyampaikan rasa syukur atas kelancaran proses pembongkaran yang menjadi bagian dari penataan kawasan pusat kota. “Alhamdulillah, pembongkaran Pasar Aceh Shopping Center telah selesai tanpa kendala berarti. Insya Allah, pada bulan suci Ramadhan ini lokasi tersebut akan kita manfaatkan sebagai Pasar Ramadhan, membuka ruang bagi para pelaku UMKM untuk tumbuh dan bergerak bersama,” ujarnya.
Ruang Baru bagi UMKM di Bulan Suci
Pemanfaatan lokasi eks Pasar Aceh lama sebagai Pasar Ramadhan dinilai sebagai langkah strategis dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Setiap bulan Ramadhan, aktivitas ekonomi masyarakat Banda Aceh meningkat signifikan, terutama di sektor kuliner dan produk kebutuhan berbuka puasa.
Dengan hadirnya Pasar Ramadhan di lokasi yang sangat strategis tersebut, para pelaku UMKM diharapkan mendapatkan ruang usaha yang representatif, tertata, dan mudah dijangkau masyarakat. Pemerintah kota juga menargetkan penataan lapak yang lebih rapi, akses yang nyaman, serta pengaturan lalu lintas dan kebersihan yang optimal agar kawasan tetap kondusif.
Langkah ini sejalan dengan semangat Banda Aceh Kota Kolaborasi yang digaungkan Illiza, yakni membangun kota melalui sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Pasar Ramadhan bukan hanya menjadi pusat transaksi ekonomi, tetapi juga ruang interaksi sosial yang mempererat kebersamaan warga.
Penataan Kota dan Revitalisasi Kawasan
Pembongkaran Pasar Aceh lama merupakan bagian dari agenda penataan kawasan pusat kota agar lebih tertib, aman, dan memiliki tata ruang yang lebih baik ke depan. Pemerintah Kota Banda Aceh berkomitmen melakukan revitalisasi kawasan strategis secara bertahap dengan tetap mempertimbangkan aspek sosial dan ekonomi masyarakat.
Dengan selesainya pembongkaran tanpa hambatan berarti, pemerintah memastikan proses transisi menuju pemanfaatan sementara sebagai Pasar Ramadhan dapat berjalan cepat. Persiapan teknis seperti pembersihan lahan, pengaturan zonasi pedagang, hingga koordinasi dengan dinas terkait terus dimatangkan agar saat Ramadhan tiba, lokasi sudah siap digunakan.
Optimisme Sambut Ramadhan
Keputusan menjadikan eks Pasar Aceh lama sebagai Pasar Ramadhan juga membawa harapan baru bagi para pedagang yang selama ini menantikan ruang usaha tambahan. Selain meningkatkan perputaran ekonomi lokal, keberadaan Pasar Ramadhan di pusat kota diperkirakan akan menarik lebih banyak pengunjung, termasuk wisatawan domestik yang berkunjung ke Banda Aceh saat bulan suci.
Illiza menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendukung UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Momentum Ramadhan diharapkan menjadi titik awal kebangkitan ekonomi rakyat sekaligus simbol kolaborasi dalam membangun Banda Aceh yang lebih tertata dan berdaya saing.
Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi, Banda Aceh bersiap menyambut Ramadhan dengan wajah baru di jantung kotanya.(**)
Editor: Dahlan









