Home / Pemerintah

Rabu, 2 September 2026 - 14:49 WIB

Pemda dan Tim Monev Soroti Infrastruktur Pascabencana di Aceh Singkil

REDAKSI

Pemerintah Aceh Singkil bersama Tim Monev PRR meninjau 4 titik infrastruktur pascabencana, Selasa (1/9/2026).

Pemerintah Aceh Singkil bersama Tim Monev PRR meninjau 4 titik infrastruktur pascabencana, Selasa (1/9/2026).

ACEH SINGKIL — Persoalan infrastruktur pascabencana di Aceh Singkil kini menjadi sorotan utama. Pada Selasa petang, 1 September 2026, Pemerintah Daerah bersama Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) turun langsung meninjau sejumlah titik yang dinilai membutuhkan penanganan serius.

Empat Titik Infrastruktur Kritis

Dalam peninjauan tersebut, tim mengevaluasi empat lokasi yang memiliki persoalan berbeda namun sama-sama mendesak bagi keselamatan dan kepentingan masyarakat. Dua di antaranya masuk dalam kategori sangat mendesak:

  • Pantai Pulo Sarok (Kec. Singkil) – Sangat Mendesak: Terjadi abrasi yang sangat kasatmata. Garis pantai terus terkikis, mengancam permukiman warga dan fasilitas umum di sekitarnya.
  • Desa Tanah Merah (Kec. Gunung Meriah) – Sangat Mendesak: Proyek tanggul penahan banjir yang direncanakan membentang hingga Kecamatan Singkil. Terdapat kesenjangan antara rencana (lebih dari 26 kilometer) dan realisasi yang baru dikerjakan sekitar 2,1 kilometer.
  • Jembatan Suka Kaya: Kondisi jembatan kayu beserta jalur penghubung di sekitarnya yang menyangkut akses vital masyarakat.
  • Desa Sianjo-Anjo Merah (Kec. Gunung Meriah): Potensi strategis Embung/Waduk Sianjo-Anjo untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Baca Juga :  Pemerintah Aceh Dorong Kolaborasi Lintas Sektor untuk Percepat Pemulihan Ekonomi Pascabencana

Pemangku Kepentingan yang Hadir

Pengamatan lapangan ini dihadiri oleh jajaran pemangku kepentingan tingkat daerah dan perwakilan pusat, di antaranya:

  • Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon.
  • Kepala Koordinator Wilayah Aceh II, Brigjen TNI (Mar) Dr. Guslin.
  • Wakil Kepala Korwil Aceh II, Kombes Pol. Reinhard Reimond Huwae.

Tim PRR Pascabencana Aceh Singkil dan Subulussalam, unsur Forkopimda, Ketua DPRK, Kapolres Aceh Singkil, Kasdim 0109 Aceh Singkil, Pj. Sekda, serta jajaran SKPK terkait.

Baca Juga :  KIP Aceh Diminta Segera Siapkan Berkas Administrasi Pelaporan ke DPRA untuk Usulan Pelantikan Gubernur Aceh

Komitmen Penanganan dan Tindak Lanjut

Pernyataan Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon

Bupati menekankan bahwa peninjauan lapangan ini penting agar persoalan pascabencana tidak hanya berhenti sebagai dokumentasi atau catatan laporan semata. Pemkab Aceh Singkil menyatakan kesiapannya dalam menyediakan data, dokumen teknis, dan informasi lapangan untuk mendukung percepatan koordinasi dengan pemerintah pusat.

“Kita tidak ingin persoalan hanya berhenti pada laporan dan rapat. Hari ini kita melihat langsung kondisi di lapangan, mencatat masalah, kemudian mencari solusi dan langkah tindak lanjut yang konkret. Kami berharap Koordinator Wilayah Aceh II dapat membawa hasil evaluasi ini menjadi bahan tindak lanjut di tingkat yang lebih tinggi, sehingga penanganan yang menjadi kewenangan pusat dapat dipercepat. Mana yang bisa kita kerjakan, kita kerjakan. Mana yang membutuhkan dukungan pemerintah pusat, kita kawal bersama sampai ada solusi.”

Baca Juga :  Terpilih Aklamasi, Munadi Pimpin PGRI Aceh Besar Periode 2025 - 2030

Pernyataan Kepala Korwil Aceh II, Brigjen TNI (Mar) Dr. Guslin

Brigjen Guslin mengapresiasi keterbukaan pemerintah daerah dalam menyampaikan kondisi infrastruktur. Ia menyatakan hasil Monev akan menjadi bahan evaluasi dan koordinasi untuk menentukan prioritas persoalan yang harus segera dibawa ke kementerian atau lembaga terkait.

“Apa yang kita lihat hari ini memberikan gambaran yang jelas tentang persoalan di lapangan. Ini menjadi bahan penting bagi kami untuk melihat prioritas, kebutuhan penanganan dan langkah yang harus segera dilakukan. Kita ingin masyarakat segera merasakan hasilnya. Ukuran keberhasilan rehabilitasi dan rekonstruksi bukan hanya selesainya pekerjaan, tetapi pulihnya kehidupan masyarakat dan semakin kuatnya infrastruktur menghadapi risiko bencana ke depan.”

Penulis: Nazarullah

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Parlementarial

Komisi III DPRA Ajak Masyarakat Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan

Pemerintah

MaTA Desak Pemerintah Aceh Tindak Lanjuti Catatan DPRA Soal APBA 2025

Aceh Besar

Asisten II Sekda Aceh Besar Dorong Lhoong Jadi Kawasan Pelestarian Penyu

Parlementarial

Wakil Ketua II DPRK Banda Aceh Serahkan RLH di Pango Deah: Wujudkan Hunian Aman & Bermartabat

Parlementarial

Ketua DPRK Irwansyah Dampingi Gubernur Lepas Kloter Pertama Haji Aceh

Daerah

Tiba di Aceh, Sekda Nasir Sambut Kedatangan Pimpinan dan Anggota Banleg DPR RI

Berita

Ketua DPRA Apresiasi Mualem Cabut Pergub JKA, Sebut Bukti Cinta ke Rakyat Aceh

Pemerintah

Finalis Duta Wisata Aceh Besar 2025 Ikuti Pelatihan Konten Kreator dalam Kegiatan Pra Karantina