Home / Daerah / Dinsos Aceh / Pemerintah Aceh

Sabtu, 29 November 2025 - 22:54 WIB

Pemerintah Aceh Tinjau Kedatangan Bantuan Logistik di Bandara Malikussaleh Aceh Utara

REDAKSI

Aceh Utara — Provinsi Aceh tengah menghadapi situasi darurat kemanusiaan akibat banjir besar yang melumpuhkan sebagian wilayah Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe. Untuk memastikan dukungan logistik tiba tepat waktu dan langsung disalurkan ke titik-titik terdampak, Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh bergerak cepat meninjau proses kedatangan bantuan, Sabtu sore (29/11/2025).

Istri Gubernur Aceh, Ny. Marlina Muzakir, bersama Plt. Kepala Dinas Sosial Aceh, Chaidir, S.E., M.M., turun langsung ke Bandara Malikussaleh, Lhokseumawe yang kini difungsikan sebagai pusat distribusi bantuan darurat.

Begitu pesawat kargo pengangkut bantuan logistik BNPB mendarat, seluruh proses pembongkaran dilakukan tanpa menunda waktu sedikit pun.

Baca Juga :  Pj Bupati Pidie Angkat Bicara Terhadap Tuntutan Ribuan Nakes

“Bantuan harus disegerakan. Warga kita sedang dalam kondisi kritis. Banyak yang bertahan hanya dengan pakaian di badan. Mereka tidak bisa menunggu,” tegas Ny. Marlina di tengah kesibukan penurunan logistik.

Bencana banjir tersebut telah memutus sejumlah jalan nasional, menenggelamkan ribuan rumah, serta memaksa warga bertahan di tempat tinggi selama 3-4 hari tanpa pasokan makanan yang layak. Kondisi ini disebut sebagai salah satu krisis kemanusiaan terbesar dalam beberapa tahun terakhir di wilayah tersebut.

Plt. Kadis Sosial Aceh, Chaidir, mengungkapkan bahwa stok logistik di Aceh saat ini berada pada fase paling kritis.

“Stok bantuan Aceh sudah habis. Kita mengandalkan pasokan dari pemerintah pusat dan dukungan mitra lainnya. Bantuan masuk lewat darat, laut, dan udara, tetapi banyak wilayah tetap sulit dijangkau,” ungkapnya.

Baca Juga :  Plt Sekda Aceh Gelar Rapat dengan BPKP Bahas Langkah Hibah RS Regional ke Pemkab Aceh Tengah 

Salah satu daerah paling terdampak adalah Kecamatan Baktiya, di mana ketinggian air masih mencapai 1–2 meter di atas badan jalan, sehingga mengisolasi ribuan jiwa.

Menurut Chaidir, kebutuhan utama warga yang harus segera dipenuhi adalah pangan, sandang, dan air bersih.

“Ini bukan banjir biasa. Ada warga yang sudah tiga hari bertahan tanpa makanan cukup. Dua kebutuhan terbesar sekarang adalah makanan siap saji dan perlengkapan sandang. Suplai lokal sangat terbatas,” tambahnya.

Ia juga mengajak masyarakat dan lembaga kemanusiaan untuk memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran.

Baca Juga :  Wagub Bahas Percepatan Pembangunan Tol Sibanceh Seksi Padang Tiji - Seulimuem dengan Tim Jaksa Agung Muda Intelijen

“Fokuskan pada makanan siap saji, air minum, selimut, dan obat-obatan. Distribusikan langsung ke posko-posko yang terisolasi. Jangan menunda, karena ini situasi darurat,” imbaunya.

Dengan banyaknya akses darat yang terputus akibat jembatan ambruk dan tingginya genangan, jalur udara menjadi opsi utama untuk menjangkau titik bencana.

“Helikopter menjadi kunci untuk menjangkau wilayah yang benar-benar terisolasi,” tegas Chaidir.

Menutup peninjauan tersebut, Chaidir menginstruksikan agar seluruh tim bekerja tanpa menunggu waktu.

“Pastikan bantuan terjadwal dan bergerak hari ini juga. Setiap jam sangat berarti bagi keselamatan warga kita,” pungkasnya.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Daerah

Aceh Tengah Jadi Daerah Pertama Tuntaskan SK BNBA Bantuan Rumah Korban Bencana

Pemerintah Aceh

R3P Aceh Diserahkan ke Pusat, Pemulihan Pascabencana Butuh Rp153,3 Triliun

Daerah

Gubernur Aceh Resmikan Pabrik Karet PT Potensi Bumi Sakti di Aceh Barat

Pemerintah Aceh

Gubernur Mualem Pimpin Rapat Kerja Bupati dan Wali Kota se-Aceh 2025

Pemerintah Aceh

Buka Musrenbang Aceh 2027, Mualem Sebut Pemulihan Pascabencana Butuh Dukungan Besar Pemerintah Pusat

Berita

Ketua Dekranasda Aceh Kukuhkan Pengurus Baru, Dorong Pelestarian Warisan Kerajinan Daerah

Berita

Pemerintah Aceh Tampung Aspirasi Pegawai Kontrak Tuntut Pengangkatan Sebagai PPPK Penuh Waktu

Berita

Wagub Fadhlullah Promosi Potensi Aceh ke Hangzhou Chamber of Commerce Indonesia