Banda Aceh – Ketua Posko wilayah percepatan Rehabilitasi dan Rekomendasi Pasca bencana alam Hidrometeorologi Aceh, Safrizal, ZA menyebutkan bahwa proses penanganan sedang terus berlangsung. Semua sektor hampir pulih sepenuhnya.
“Semua sektor hampur rampung seluruhnya, namun ini masih dalam. Katagori tanggal darurat, ” kata Safrizal, pada kegiatan media gathering posko wilayah Percepatan rehabilitasi dan rekontruksi pasca bencana alam Hidroemeteorologi Aceh, yang berlangsung di hotel the pade, Aceh Besar, Selasa (7/4/2026).
Pada kesempatan tersebut Safrizal yang didampingi oleh Waka Posko, ketua satgas rehab rekon Aceh dan ketua PWI Aceh mempersentasikan seluruh kegiatan yang ditangani selama empat bulan terakhir.
Secara menyeluruh telah terealisasi secara hampir seratus persen, meskipun efek bencana susulan masih tetap terjadi di beberapa wilayah terdampak.
“Setiap permasalahan baru yang terjadi langsung kita tangani, ” jelasnya lagi.
Terkait dengan rumah hunian sementara dan masih adanya korban yang menempati tenda pengungsian, Safrizal tidak membantah, tapi ia menjelaskan bahwa proses pembangunan Huntara berpedoman pada data yang masuk kepada pihaknya, maka pendataan masih terus berlangsung dan pemenuhan Huntara tetap dilanjutkan bagi korban yang membutuhkannya.
“Datang korban bukan sekaligus, tapi bertahap. Maka setiap kebutuhan langsung ditindaklanjuti pengadaannya, ” terangnya lagi.
Pada kesempatan itu, mantan Pj Gubernur Aceh ini juga menginformasikan jumlah anggaran yang akan digunakan untuk penahanan bencana metereologi Aceh dan Sumatra lebih kurang sekitar Rp 200 Tribun lebih dan dana tersebut akan direalisasi dalam tiga tahun masa pembangunan.
“Sejumlah kebutuhan anggaran telah dituangkan dalam buku ini dan tinggal persetujuan presiden, ” jelas Safrizal lagi.
Kegiatan media gathering perdana ini turut diundang dari seluruh organisasi wartawan dan perusahaan media massa yang ada di Aceh, bahkan kegiatan serupa akan digelar secara rutin ke depan. (Dahlan)
Editor: Dahlan


