Banda Aceh — Pemerintah Kabupaten Pidie menargetkan luas tanam padi pada musim tanam rendeng 2026-2027 mencapai 24.713 hektare dengan perkiraan produksi 153 ribu ton gabah kering panen (GKP).
Wakil Bupati Pidie, Alzaizi, di Pidie, Selasa (29/9/2026), mengatakan bahwa target tersebut harus didukung dengan berbagai langkah strategis, di antaranya pemenuhan pasokan air, penerapan teknologi, penguatan kelembagaan petani, dan optimalisasi gotong royong.
“Pemerintah daerah menargetkan luas tanam pada musim rendeng 2026-2027 mencapai 24.713 hektare. Dengan luas tanam tersebut, diperkirakan produksi gabah kering mencapai 153 ribu ton lebih,” katanya.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Pidie, Alzaizi, dalam rapat koordinasi turun sawah musim tanam rendeng 2026-2027 yang berlangsung di Aula Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Pidie.
Langkah Strategis dan Penguatan Petani
Menurut Wakil Bupati, kepastian pasokan air menjadi faktor utama agar para petani dapat menyesuaikan waktu pengolahan lahan, persemaian, hingga penanaman.
Pemerintah daerah, kata dia, juga akan memperkuat pendampingan melalui Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Pidie, para penyuluh, pengamat hama dan penyakit, serta pengawas benih tanaman sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
“Selain itu, kelembagaan petani harus diperkuat agar koperasi, kelompok tani, jaringan distribusi pupuk, dan penangkar benih dapat berfungsi optimal,” ujar Wakil Bupati Pidie.
Alzaizi juga mengungkapkan sejumlah langkah lain dalam pencapaian target tersebut, di antaranya gotong royong membersihkan jaringan irigasi, penguatan permodalan petani, serta pengendalian hama secara serentak.
Evaluasi Musim Tanam Gadu 2026
Wakil Bupati Pidie turut menyoroti penurunan luas tanam pada musim tanam gadu 2026 yang dipengaruhi oleh fenomena El Nino serta adanya perbaikan jaringan irigasi Tiro Truseb.
“Kami meminta Balai Wilayah Sungai Sumatera I terus berkoordinasi dengan Pemkab Pidie agar rehabilitasi irigasi tidak mengganggu jadwal tanam,” tegas Alzaizi.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Pidie, Hasballah, menyampaikan bahwa produktivitas padi pada musim tanam gadu 2026 mencapai 6,2 ton per hektare dengan luas tanam terealisasi seluas 18.428 hektare.
“Angka itu masih di bawah luas baku sawah Pidie yang mencapai 24.784 hektare. Berdasarkan laporan penyuluh, penanaman padi terluas tercatat berada di Kecamatan Sakti, Kecamatan Indrajaya, dan Kecamatan Tangse,” ungkap Hasballah.
Penulis: Hidayat. S
Editor: Dahlan









