BANDA ACEH — Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, secara resmi meresmikan dua Pos Pengawasan Syariat Islam yang dibangun oleh Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh pada Sabtu (03/10/2026).
Kedua pos strategis tersebut ditempatkan di destinasi wisata favorit warga, yakni kawasan Titik Nol Km Kota Banda Aceh yang terletak di Gampong Pande, Kecamatan Kuta Raja, serta di kawasan pelabuhan dan pesisir Ulee Lheue.
Kehadiran dua pos pengawasan ini merupakan bagian dari komitmen dan langkah nyata Pemko Banda Aceh dalam memelihara ketertiban umum sekaligus mencegah terjadinya potensi pelanggaran syariat Islam di titik-titik keramaian yang senantiasa dipadati oleh pengunjung dan wisatawan.
Acara peresmian Pos Pengawasan Syariat Islam di Titik Nol Km Kota Banda Aceh ini turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah, jajaran unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta sejumlah pejabat utama di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh.
Pelindungan Masyarakat dan Penjagaan 24 Jam
Dalam arahannya, Wali Kota Illiza Sa’aduddin Djamal menegaskan bahwa pendirian dua pos pengawasan tersebut sama sekali tidak ditujukan untuk menakut-nakuti masyarakat maupun wisatawan yang datang berkunjung ke Banda Aceh. Sebaliknya, kehadiran pos ini merupakan bukti nyata kehadiran pemerintah untuk menjaga, merawat, dan memberikan rasa aman serta perlindungan kepada publik.
Guna memastikan pengawasan berjalan optimal, Pemko Banda Aceh menugaskan personel dari Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) untuk bersiaga di lokasi secara bergantian selama 24 jam penuh.
“Pembangunan Kota Banda Aceh tidak semata-mata berorientasi pada pembangunan fisik, seperti gedung, taman, maupun pusat perekonomian. Pembangunan juga harus diarahkan pada pembangunan manusia dan karakter,” tegas Illiza.
Menjaga Identitas Keislaman di Era Modernisasi
Lebih lanjut, Illiza menyampaikan visi arah pembangunan Kota Banda Aceh yang berimbang. Pihaknya bertekad untuk terus mendorong Kota Banda Aceh menjadi kota yang modern dan maju, namun tetap memegang teguh identitas keislaman, adat istiadat, serta nilai-nilai kebudayaan lokal.
Menurut Wali Kota, peresmian Pos Pengawasan Syariat Islam di kawasan Titik Nol Km dan Ulee Lheue ini menjadi wujud serta bukti komitmen Pemko Banda Aceh dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai luhur tersebut di tengah arus modernisasi. [Adv]
Editor: Dahlan









