Home / Pendidikan

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:41 WIB

Pengabdian Masyarakat, Mahasiswa UIN SUNA Lhokseumawe Ajarkan Teknik Ecoprint ke Anak-Anak di Karo

REDAKSI

Mahasiswa Kelompok 18 Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Mandiri UIN Sultanah Nahrasiyah (UIN SUNA) Lhokseumawe menggelar pelatihan teknik ecoprint bagi anak-anak Desa Suka Julu, Kecamatan Barus Jahe, Kabupaten Karo.

Mahasiswa Kelompok 18 Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Mandiri UIN Sultanah Nahrasiyah (UIN SUNA) Lhokseumawe menggelar pelatihan teknik ecoprint bagi anak-anak Desa Suka Julu, Kecamatan Barus Jahe, Kabupaten Karo.

LHOKSEUMAWE – Mahasiswa Kelompok 18 Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Mandiri UIN Sultanah Nahrasiyah (UIN SUNA) Lhokseumawe menggelar pelatihan teknik ecoprint bagi anak-anak Desa Suka Julu, Kecamatan Barus Jahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Kegiatan ini memanfaatkan daun dan bunga yang tumbuh di lingkungan sekitar untuk menciptakan motif unik pada media totebag berwarna putih. Selain sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, program ini bertujuan mendorong kreativitas anak-anak melalui pemanfaatan potensi alam lokal.

Dalam proses pembuatan motif, peserta menggunakan beragam jenis tumbuhan seperti daun sirih, daun singkong, dan daun pepaya. Untuk menghasilkan variasi warna dan corak yang lebih kaya, anak-anak juga memanfaatkan bunga mawar serta bunga kembang sepatu.

Baca Juga :  FDK UIN AR-RANIRY LAKSANAKAN SOSIALISASI DAN PENANDA TANGANAN MOA DENGAN SMA 2 SEULIMEUM

Perwakilan Kelompok 18, Kasmawati, menjelaskan bahwa tahapan diawali dengan pengenalan bahan dan teknik kepada peserta, dilanjutkan dengan mengumpulkan tumbuhan di sekitar desa.

“Pertama kami kenalkan bahan dan teknik yang digunakan kepada anak-anak. Peserta kemudian diajak mengumpulkan daun dan bunga yang tersedia di lingkungan sekitar Desa Suka Julu,” ujar Kasmawati dalam siaran pers yang diterima, Minggu (16/8/2026).

Proses Pembuatan dan Tahapan Penguncian Warna

Bahan-bahan alam yang telah dikumpulkan kemudian disusun di atas permukaan totebag putih. Anak-anak diberikan kebebasan penuh dalam menentukan posisi dan komposisi susunan daun maupun bunga sesuai imajinasi masing-masing.

Baca Juga :  Menteri Agama Dorong UIN Ar-Raniry Jadi Pusat Peradaban Islam Modern

Pencetakan motif dilakukan menggunakan pounding technique (teknik pukul). Pada tahap ini, tumbuhan dipukul menggunakan batu secara perlahan dan merata selama kurang lebih 15 menit agar pigmen alami serta bentuk daun dan bunga dapat berpindah sempurna ke kain.

Setelah cetakan motif terbentuk, kain melewati tahap pelayuan dan penguncian warna menggunakan larutan tawas. Proses dilanjutkan dengan pembilasan dan pengeringan hingga totebag siap untuk digunakan. Hasil akhirnya berupa totebag dengan corak yang beragam dan unik pada setiap karya, tergantung pada jenis bahan, komposisi, serta proses pemukulan.

Baca Juga :  Pemerintah Aceh Apresiasi Bantuan 1,2 Juta PIN E-Learning untuk Siswa Korban Bencana

Kasmawati menambahkan bahwa kegiatan ini berfungsi sebagai media pembelajaran interaktif bagi anak-anak untuk mengenal potensi alam di sekitar mereka.

“Anak-anak tidak hanya menerima penjelasan dari mahasiswa, tetapi terlibat langsung sejak proses pengumpulan bahan, menentukan komposisi, mencetak motif hingga menyelesaikan produk,” tegasnya.

Melalui keterlibatan langsung tersebut, anak-anak mendapatkan pengalaman belajar baru dan menyadari bahwa tumbuhan yang biasa ditemukan di pekarangan rumah dapat diolah menjadi karya seni yang menarik dan bernilai guna.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Aceh Besar

SMP Islam Gelar Cendikia Fair 2025

Pemerintah

Disdik Aceh Gelar Asesmen Tahap II Kepala Sekolah se-Aceh, 892 Peserta Jalani Talent Mapping dan Wawancara

Aceh

Disdik Aceh Tegaskan Tidak Ada Biaya Pendaftaran Ulang SPMB 2025

Daerah

Polisi Saweu Sikula”, Kolaborasi Disdik dan Polda Aceh Tekan Kenakalan Remaja di Aceh Selatan

Aceh

Kadisdik Aceh Apresiasi Prestasi Siswa SMAN 7 dan SMA Labschool Banda Aceh di Ajang Internasional JDIE 2025 di Jepang

Berita

Pemerintah Aceh Gelar Try Out SNBT Serentak 2025, Plt. Sekda Ajak Siswa Serius Siapkan Diri Hadapi Seleksi Masuk PTN

Pendidikan

Jabatan Bukan Hadiah, Tapi Amanah: Murthalamuddin Tegaskan Reformasi Pendidikan Aceh Dimulai dari Integritas

Aceh

Plt. Kadisdik Aceh: BLUD SMK yang Gagal Mandiri Selama 3 Tahun Akan Ditutup