Penyidik Jaksa Kejati Aceh Geledah dan Sita 1 Box Kontainer Dokumen Tindak Pidana Korupsi BGP Aceh

Banda Aceh – Tim Jaksa Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh menggeledah rumah terduga kasus Korupsi Kepala Balai Guru Penggerak (BGP) Aceh berinisial TW dalam Pengelolaan Keuangan pada Balai Guru Penggerak (BGP) Aceh Tahun Anggaran 2022-2023.

Penggeledahan tersebut dilakukan sehubungan keadaan yang sangat perlu dan mendesak dalam rangka pendalaman atas penyimpangan dan memperoleh bukti konvensional (dokumen, surat, dan tulisan) maupun bukti digital serta penyelamatan asset yang dikhawatirkan dimusnahkan atau dipindahkan.

BACA JUGA :  Pangdam IM Ajak Masyarakat Aceh Tertib Berlalu Lintas

Kasi Penkum Kejati Aceh Ali Rasab Lubis, SH mengatakan, Penggeledahan pada Rabu (22/1/2025). Tim Jaksa Penyidik Kejaksaan Tinggi Aceh telah melakukan tindakan penggeledahan berikut penyitaan terhadap perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam Pengelolaan Keuangan pada Balai Guru Penggerak (BGP) Aceh Tahun Anggaran 2022-2023.

Penggeledahan juga dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penggeledahan Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh dan Surat Penetapan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Banda Aceh dan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Jantho terhadap Rumah kediaman Saudari TW (Kepala BGP Aceh 2022 s/d September 2024), Rumah kediaman M (PPK pada BGP Aceh).

BACA JUGA :  Pj Gubernur Aceh Telah Usulkan Pengangkatan 18 Bupati/Wali Kota Terpilih Ke Mendagri

Selain itu, Tim penyidik Jaksa juga menggeledah ruangan pada Kantor BGP Aceh, yaitu, Ruang Kepala Balai Guru Penggerak Aceh, Ruang Keuangan pada Balai Guru Penggerak Aceh, Ruang Arsip pada Balai Guru Penggerak Aceh dan ruang Guru Penggerak pada Balai Guru Penggerak Aceh.

BACA JUGA :  Kodam Iskandar Muda Perluas Jaringan Internet Gratis

Dalam penggeledahan tersebut Tim penyidik Jaksa juga telah melakukan penyitaan berdasarkan Surat Perintah Penyitaan Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh dengan perolehan sebanyak 1 Box Kontainer dokumen beserta beberapa perangkat elektronik, set perhiasan dan sejumlah uang, serta 1 unit kendaraan Roda Empat.

Hasil penggeledahan dan penyitaan itu dipergunakan dalam rangka pembuktian penyidikan, penuntutan dan pemeriksaan di persidangan serta optimalisasi penyelamatan asset tindak pidana, kata Ali Rasab.

Writer: RedaksiEditor: Lismanita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *