Jakarta | Plh. Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Muhsin, S.Pd.I., M.Pd.I., melaporkan perkembangan kondisi pendidikan dayah pascabencana serta sejumlah agenda strategis lainnya kepada Gubernur Aceh, H. Muzakkir Manaf, dalam pertemuan yang berlangsung di Jakarta, Minggu, 18 Januari 2026.
Pertemuan tersebut membahas dampak bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Aceh terhadap keberlangsungan aktivitas pendidikan dayah, termasuk kondisi fisik bangunan, sarana prasarana, serta proses belajar-mengajar para santri dan tenaga pendidik.
Muhsin menjelaskan, bencana banjir dan cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir telah memberikan dampak signifikan terhadap sejumlah dayah, terutama yang berada di daerah rawan banjir dan wilayah pesisir. Beberapa dayah dilaporkan mengalami kerusakan ringan hingga berat, seperti rusaknya ruang belajar, asrama santri, dapur umum, serta fasilitas pendukung lainnya.
“Alhamdulillah, secara umum aktivitas pendidikan dayah sudah mulai berjalan kembali. Namun, masih terdapat sejumlah dayah yang membutuhkan perhatian serius, baik dari sisi rehabilitasi fisik maupun pemenuhan kebutuhan dasar santri,” ujar Muhsin dalam laporannya kepada Gubernur Aceh.
Selain menyampaikan kondisi lapangan, Muhsin juga melaporkan langkah-langkah cepat yang telah dilakukan Dinas Pendidikan Dayah Aceh, di antaranya pendataan kerusakan, koordinasi dengan pimpinan dayah, serta sinergi dengan pemerintah kabupaten/kota dan instansi terkait untuk penanganan darurat.
Dalam pertemuan tersebut, turut dibahas sejumlah hal strategis lainnya terkait penguatan pendidikan dayah di Aceh, termasuk rencana pemulihan pascabencana, program peningkatan kualitas dayah, serta dukungan anggaran dan kebijakan agar proses pendidikan tetap berjalan optimal meskipun di tengah keterbatasan.
Gubernur Aceh, H. Muzakkir Manaf, memberikan perhatian khusus terhadap keberlangsungan pendidikan dayah sebagai salah satu pilar penting dalam pembangunan sumber daya manusia Aceh. Ia menegaskan komitmen Pemerintah Aceh untuk terus mendukung pemulihan dan pengembangan dayah, terutama yang terdampak bencana.
“Dayah adalah benteng pendidikan akhlak dan keislaman di Aceh. Pemerintah Aceh akan berupaya maksimal agar pendidikan dayah tetap berjalan dan para santri mendapatkan lingkungan belajar yang aman dan layak,” tegas Gubernur.
Gubernur juga meminta agar Dinas Pendidikan Dayah Aceh terus memperkuat koordinasi lintas sektor serta memastikan bantuan dan program pemulihan benar-benar tepat sasaran sesuai kebutuhan di lapangan.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal yang konkret dalam mempercepat pemulihan pendidikan dayah pascabencana, sekaligus memperkuat peran dayah dalam mencetak generasi Aceh yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing.(**)
Editor: Redaksi









