ACEH BARAT — Seorang remaja bernama Samsuar (16), warga Desa Babah Meulaboh, Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat, dilaporkan hilang setelah tenggelam di Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Meureubo, tepatnya di Desa Tanjung Bungong, Selasa (20/1/2026).
Peristiwa tersebut terjadi pada siang hari saat korban berada di sekitar aliran sungai bersama sejumlah rekannya. Berdasarkan keterangan warga setempat, Samsuar diduga terpeleset dan terseret arus sungai yang cukup deras, sehingga dengan cepat menghilang dari permukaan air.
Warga yang melihat kejadian itu sempat berupaya memberikan pertolongan, namun derasnya arus DAS Krueng Meureubo menyulitkan proses penyelamatan. Setelah korban tidak ditemukan, peristiwa tersebut segera dilaporkan kepada aparatur desa dan pihak berwenang.
Tak lama berselang, tim gabungan yang terdiri dari aparat kepolisian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), unsur TNI, serta masyarakat setempat langsung melakukan upaya pencarian di sekitar lokasi kejadian. Proses pencarian dilakukan dengan menyisir aliran sungai, baik menggunakan perahu maupun penyelaman di sejumlah titik yang dianggap rawan.
Kepala desa setempat menyampaikan bahwa hingga sore hari, korban belum berhasil ditemukan. Pencarian sementara difokuskan di lokasi awal korban dilaporkan tenggelam dan beberapa titik di hilir sungai.
“Kami bersama tim gabungan dan masyarakat terus melakukan pencarian. Kondisi arus sungai cukup deras sehingga membutuhkan kehati-hatian,” ujar salah seorang petugas di lokasi.
Pihak keluarga korban tampak terus memantau proses pencarian dengan penuh harap. Warga sekitar juga turut membantu, baik dengan memberikan informasi maupun terlibat langsung dalam penyisiran di sepanjang aliran DAS Krueng Meureubo.
Hingga berita ini diturunkan, Samsuar masih dinyatakan hilang, dan tim pencari berencana melanjutkan upaya pencarian secara intensif dengan memperluas area penyisiran. Aparat mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama pada kondisi arus yang deras dan cuaca yang tidak menentu.(**)
Editor: Dahlan












