Home / Pemerintah Aceh

Rabu, 18 Februari 2026 - 20:04 WIB

Ribuan Warga Padati Pendopo, Uang Meugang Dibagikan Usai Zuhur

Redaksi

Ribuan warga memadati halaman Pendopo Gubernur Aceh di Banda Aceh, Rabu (18/2/2026), untuk menerima uang meugang yang dibagikan usai salat zuhur.

Ribuan warga memadati halaman Pendopo Gubernur Aceh di Banda Aceh, Rabu (18/2/2026), untuk menerima uang meugang yang dibagikan usai salat zuhur.

Banda Aceh – Suasana di kawasan Pendopo Gubernur Aceh atau Meuligoe Gubernur Aceh, Rabu (18/2/2026), berubah menjadi lautan manusia. Sejak pagi hari, ribuan warga dari berbagai daerah di Aceh telah memadati halaman dan badan jalan di sekitar pendopo untuk mendapatkan uang meugang dari Gubernur Aceh, Muzakir Manaf.

Tradisi meugang yang telah mengakar kuat dalam budaya masyarakat Aceh selalu menghadirkan momen penuh harap menjelang Ramadhan. Tahun ini, antusiasme warga terlihat begitu tinggi. Sejak pukul 08.00 WIB, masyarakat sudah berkumpul di luar pagar Meuligoe. Jumlahnya terus bertambah hingga memenuhi akses jalan di sekitar lokasi.

Menjelang waktu zuhur, suasana semakin dinamis. Petugas keamanan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) terlihat bersiaga mengatur ketertiban warga. Setelah salat zuhur, gerbang pendopo akhirnya dibuka dan masyarakat dipersilakan masuk secara bergiliran ke dalam area pendopo.

Mira Husadi, salah satu anggota Satpol PP yang bertugas mengamankan kegiatan tersebut, menjelaskan bahwa seluruh warga yang hadir diberikan kesempatan masuk tanpa terkecuali.

Baca Juga :  Plt. Sekda Aceh Temui Sekjen DPR RI, Dorong Revisi UUPA Masuk Prioritas Prolegnas 2025

“Selesai zuhur seluruh masyarakat yang hadir memang dipersilakan masuk ke area pendopo. Masing-masing oleh staf pendopo dibagikan uang Rp100 ribu untuk dewasa dan Rp20 ribu untuk anak-anak,” ujar Mira.

Ia menegaskan, pembagian dilakukan merata kepada semua warga yang hadir saat itu. Tidak ada pembatasan ataupun pengecualian.

“Habis zuhur tadi semua diberikan tanpa terkecuali, semua juga diperbolehkan masuk,” tambahnya.

Di dalam area pendopo, pembagian berlangsung relatif tertib meski jumlah warga sangat banyak. Staf pendopo terlihat sigap membagikan uang secara langsung kepada masyarakat yang telah antre. Warga tampak bersyukur menerima bantuan tersebut, yang bagi sebagian orang sangat berarti untuk membeli daging meugang menjelang bulan suci.

Namun, setelah proses pembagian selesai, gerbang pendopo kembali ditutup dan area disterilkan. Penutupan itu, menurut Mira, dilakukan demi menjaga ketertiban dan mencegah adanya dugaan penerimaan ganda.

Baca Juga :  Pemerintah Aceh Mendukung Penuh Pembangunan Pembangkit Listrik Panas Bumi

“Ada dugaan yang telah mendapatkan uang kembali mencoba mengambil jatah lagi, makanya gerbang langsung kita tutup dan kita amankan,” jelasnya.

Penutupan gerbang sempat membuat sebagian warga yang masih berada di luar pagar bertahan di lokasi. Beberapa di antaranya mengaku belum menerima bagian, sementara ada juga yang telah mendapatkan uang namun tetap menunggu anggota keluarganya yang belum memperoleh jatah.

Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan dirinya telah menerima Rp100 ribu, tetapi masih bertahan di depan pendopo karena anaknya belum mendapatkan uang Rp20 ribu sebagaimana dijanjikan.

“Saya sudah dapat, tapi anak saya belum. Jadi masih tunggu,” ujarnya singkat.

Sulaiman, seorang penjual minuman yang berjualan di sekitar lokasi, membenarkan bahwa gerbang dibuka setelah zuhur dan seluruh warga yang hadir dipersilakan masuk.

Baca Juga :  Dipimpin Wakil Gubernur, Upacara Penurunan Bendera di Aceh Berlangsung Khidmat 

“Selesai zuhur memang gerbang dibuka, semua yang hadir masuk ke dalam,” katanya.

Tradisi meugang sendiri merupakan momentum penting bagi masyarakat Aceh menjelang Ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Adha. Pada momen ini, masyarakat biasanya membeli dan mengolah daging untuk disantap bersama keluarga. Bantuan uang meugang dari pemerintah daerah menjadi salah satu bentuk perhatian kepada warga, khususnya bagi mereka yang membutuhkan.

Meski sempat terjadi kepadatan dan dugaan penerimaan ganda, secara umum kegiatan pembagian uang meugang di Pendopo Gubernur Aceh berlangsung aman dan terkendali di bawah pengawasan aparat. Setelah proses selesai, situasi berangsur normal dan arus lalu lintas di sekitar kawasan kembali lancar.

Momentum ini kembali memperlihatkan besarnya harapan masyarakat terhadap pemimpinnya, sekaligus menjadi cerminan kuatnya nilai kebersamaan dan tradisi yang terus dijaga di Tanah Rencong menjelang datangnya bulan suci Ramadhan.(**)

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Daerah

Marlina Muzakir Bersilaturahmi dengan Warga Aceh di Samarinda

Berita

Plt Sekda Aceh Gelar Rapat dengan BPKP Bahas Langkah Hibah RS Regional ke Pemkab Aceh Tengah 

Daerah

Gubernur Aceh Mualem Silaturahmi ke Dayah Istiqamatuddin Ulumul Quran di Aceh Barat

Pemerintah Aceh

Sekda Aceh Dorong Percepatan Pemanfaatan Kayu Hanyutan Pascabanjir

Pemerintah Aceh

Mutasi Pejabat SKPA Dinilai Mendesak di Tahun Kedua Mualem–Dek Fad

Pemerintah Aceh

Wagub dan Bupati/Wali Kota se-Aceh Ikuti Rapat Penanganan Bencana Bersama Mendagri

Nasional

Pemerintah Aceh Lakukan Pertemuan Tindak Lanjut dengan Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah RI

Daerah

Wakil Gubernur Resmikan Sekolah Tinggi Agama Islam Jannatul Firdaus di Subulussalam