Home / Internasional

Minggu, 1 Februari 2026 - 16:36 WIB

Serangan Udara Israel di Gaza Tewaskan 32 Orang, Gencatan Senjata Terancam

Redaksi

Warga Palestina memeriksa puing-puing tenda pengungsian di Khan Younis usai serangan udara Israel yang menewaskan puluhan orang, termasuk perempuan dan anak-anak, Sabtu (31/1/2026).

Warga Palestina memeriksa puing-puing tenda pengungsian di Khan Younis usai serangan udara Israel yang menewaskan puluhan orang, termasuk perempuan dan anak-anak, Sabtu (31/1/2026).

Khan Younis – Gelombang serangan udara Israel kembali mengguncang Jalur Gaza dan menewaskan sedikitnya 32 orang, termasuk perempuan serta anak-anak. Serangan yang terjadi pada Sabtu (31/1/2026) itu disebut sebagai salah satu yang paling berat sejak fase kedua gencatan senjata mulai diberlakukan.

Ledakan dahsyat terdengar di sejumlah wilayah, terutama di bagian selatan Gaza. Tenda-tenda pengungsi di Khan Younis dilaporkan menjadi salah satu sasaran utama, bersama apartemen warga dan beberapa lokasi penampungan yang selama ini menjadi tempat berlindung masyarakat sipil.

Serangan tersebut memicu kepanikan besar di tengah warga yang sudah berbulan-bulan hidup dalam kondisi serba kekurangan. Banyak keluarga yang terpaksa mengungsi berkali-kali kini kembali kehilangan tempat aman, sementara fasilitas kesehatan kewalahan menangani korban yang terus berdatangan.

Baca Juga :  Iran Klaim Kendali Penuh Selat Hormuz di Tengah Ketegangan dengan AS

“Tidak ada tempat yang benar-benar aman di Gaza,” ungkap salah satu warga yang menyaksikan serangan itu. Ia menggambarkan situasi mencekam ketika suara pesawat tempur datang di malam hari, disusul ledakan yang menghancurkan tenda-tenda dan bangunan tempat warga berlindung.

Kecaman Internasional Menguat

Serangan terbaru ini menuai kecaman luas dari berbagai pihak internasional. Banyak negara menilai serangan terhadap area pengungsian dan lokasi penampungan sipil sebagai tindakan yang memperburuk krisis kemanusiaan yang sudah sangat parah di Gaza.

Baca Juga :  Mualem Berbagi Kisah Aceh Pascadamai di Forum Internasional

Organisasi kemanusiaan juga memperingatkan bahwa kondisi di wilayah tersebut semakin kritis. Ribuan warga kini hidup tanpa akses memadai terhadap makanan, air bersih, listrik, maupun layanan medis.

Gencatan Senjata di Ujung Tanduk

Situasi ini kembali memunculkan pertanyaan besar mengenai keberlangsungan gencatan senjata yang sebelumnya diharapkan mampu meredakan konflik. Serangan besar ini dianggap sebagai ujian berat bagi proses diplomasi yang tengah berlangsung.

Baca Juga :  Sekjen Sampaikan Apresiasi IWO Kepada Tun Dr. Mahathir Mohamad Sebagai Asian Inspired Leader

Negara-negara mediator seperti Mesir dan Qatar segera mendesak semua pihak untuk menahan diri dan menghentikan eskalasi. Mereka menegaskan bahwa kekerasan hanya akan memperpanjang penderitaan warga sipil dan menghambat peluang perdamaian.

Namun di lapangan, jumlah korban terus bertambah, sementara warga Gaza semakin terjebak dalam kondisi yang digambarkan sebagai krisis kemanusiaan terburuk dalam beberapa dekade terakhir.

Di tengah puing-puing bangunan dan tenda-tenda yang hancur, masyarakat Gaza kembali menghadapi kenyataan pahit: harapan akan ketenangan masih jauh dari pasti, sementara ancaman serangan susulan terus membayangi.(**)

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Internasional

Sekjen Sampaikan Apresiasi IWO Kepada Tun Dr. Mahathir Mohamad Sebagai Asian Inspired Leader

Internasional

AS Kerahkan Kapal Perang ke Perairan Iran, Trump: Kami Siaga tapi Tak Ingin Perang

Internasional

Iran Pasca – Serangan AS : Trump Sebut Kemungkinan Iran Mulai Lagi

Internasional

Iran Siap Hadapi Kebocoran Nuklir, Serangan Israel Mengkhawatirkan

Aceh

Pemerintah Bangladesh Jajaki Peluang Kerja Sama dengan Aceh

Internasional

PENGAKUAN DUNIA! Prof. Anies Baswedan Raih Penghargaan Bergengsi dari Universitas Wageningen, Belanda

Internasional

Gubernur Mualem Paparkan Potensi Investasi di Forum ASEAN–Tiongkok

Aceh

Malaysia Kirim 2 Ton Obat ke Aceh