Jakarta – Prajurit Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) dari Korps Polisi Militer (Cpm), Kapten Cpm (K) Eka Merya Shinta, berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Prestasi membanggakan ini diraih melalui dedikasinya dalam misi perdamaian PBB di wilayah Abyei, perbatasan antara Sudan dan Sudan Selatan.
Dalam penugasan pada misi United Nations Interim Security Force for Abyei (UNISFA) tersebut, Kapten Shinta dipercaya mengemban jabatan strategis sebagai Chief U9 Civil-Military Coordination (CIMIC).
Peran Strategis dan Kemanusiaan
Berdasarkan keterangan resmi dari Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Puspomad) pada Senin (23/3/2026), Kapten Shinta berperan aktif dalam membangun sinergi antara kekuatan militer dan masyarakat sipil. Selama masa tugasnya, ia menginisiasi berbagai program kemanusiaan yang berdampak langsung bagi warga setempat, antara lain:
Dukungan Sektor Pendidikan: Membantu fasilitas belajar bagi anak-anak di wilayah konflik.
Distribusi Air Bersih: Menjamin akses kebutuhan dasar bagi warga yang kesulitan air.
Bantuan Pengungsi (IDP): Memberikan dukungan bagi masyarakat yang terdampak konflik bersenjata.
Langkah-langkah tersebut diambil guna mendukung stabilitas dan perdamaian di Abyei, yang merupakan wilayah administratif khusus dengan tingkat kerawanan tinggi.
Penghargaan “Outstanding Performance”
Atas kinerja luar biasa, dedikasi, serta kontribusi nyatanya dalam mendukung keberhasilan misi, Kapten Cpm (K) Shinta menerima penghargaan tertinggi “Outstanding Performance” dari Force Commander UNISFA di akhir masa penugasannya.
Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa prajurit perempuan TNI Angkatan Darat mampu tampil unggul di panggung dunia. Keberhasilan Kapten Shinta tidak hanya membawa nama baik korps, tetapi juga memperkuat citra positif TNI dan Indonesia dalam misi menjaga perdamaian internasional. (**)
Editor: redaksiSumber: https://Indonesiadefense.com









